Masyarakat Desa Sihapas, Giring Dana Desa Sampai Ke Kajari Sibolga

27/04/2018 1 By admin
TAPTENG | Masyarakat desa Sihapas, Kecamatan Sukabangun, Tapanuli Tengah, kembali lagi buat laporan ke Kajari Sibolga, hal itu diambil positif oleh Kajari Sibolga Timbul Pasaribu, SH dan di dampingi Kasi Intel Ahmad Ahrif Amir di ruang rapatnya, Selasa, (10/04). Masyarakat yang hadir pada saat otu diantaranya Sarofati Gulo, Gelisati Ndraha, Sefianus Waruwu, Yasafati Gulo.
Selanjutnya,  Sarafati gulo sebagai masyarakat desa  menjelaskan, awalnya dalam perkerjaan dana yang bersumber dari dana desa itu, mulai dari awal sudah tidak transparan kepala desanya kepada masyarakat desa atau kepada aparat desa stempat, mulai dari pembelian material buat pembangunan dan lain lain kepala desa tidak mau terbuka sebut Safati.
“Jadi disana pembangunan jalan itu masih terkatung katung, hingga sampai sekarang belum selesai, jadi  kami masyarakat desa telah dikangkangi oleh kepala desa sendiri, beberapa pihak instansi sudah ada yang mediasi kepada kepala desa,  akan tetapi tidak ada ujungnya sebut sarafati”
Pembangunan jalan yang dibangun oleh kepala desa terlihat seperti kubangan kerbau, jalan yang dulunya bisa dilalui oleh masyarakat disana, kini menjadi parah semenjak diperbaiki malah tidak bisa dulalui, jangankan sepeda yang lewat, berjalan kaki saja susah,  sementara uang dana desa sudah mengalir ke pembangunan itu koar Safati.
“Desa sihapas dusun IV kasihan setiap harinya melalui jalan itu bisa menjerit,  karena jalan yang dibangunnya bukan makin bagus, malah semakin parah, jadi kami memohon kepada pak Kajari agar menindaklanjutinya” katanya
Senada dengan itu, Yasafati Gulo mengatakan bahwa selama ini, Oknum kepala desa selalu menantang masyatakat dan tidak perduli dengan komentar masyarakat terkait pembangunan di desa yang amburadul.
“Bahwa kades sering mengatakan di tengah umum bahwa dia tidak butuh pembangunan, hanya butuh gaji tiap bulan. bahkan dia tantang kami, katanya, Siapapun silahkan lapor, Belum ada polisi yang lahir untuk menangkap dia dan belum ada pengadilan yang mengadili dirinya,” kata Yasafati.
Yasafati menambahkan bahwa, papan proyek dan pengerasan itu tidak sesuai dengan RAB, sehingga pembangunannya tidak dapat maksimal dan tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa tersebut.
“Kami akan terus melapor sampai kasua ini diselesaikan. Jika nanti pihak kejari Sibolga tidak juga menunjukkan hasil yang maksimal, kami akan maju dan melapor ke Provinsi,” katanya.
Timbul Pasaribu, SH melalui Ahmad Ahrif Amir sebagai Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sibolga mengatakan, kepada masyarakat harap sabar-sabar,  pokoknya pihaknya akan menindaklanjuti kasus terkait dana desa yang berada di desa sihapas ini, yang pasti akan dicek dulu dan dilihat RAB nya.
 “Nanti kita sama sama kesana melihatnya,  terutama melihat RAB nya, dimana kejanggalannya pembangunan itu disana, kalau memang pembangunan itu disana bermasalah jangan coba – coba,” kata Ahmad.
Dikatakan Ahmad, Perkerjaan pembangunan dana desa itu harus dikerjakan oleh orang berkompeten, karena dana desa ini bukan main main,  ini uang negara, Apabila ditemukan kerugian negara dari hasil kegiatan ini gimana coba,  tapi hukum harus ditegakkan.
Ditambahkan Ahmad, Nanti kita ambil bon bon belanja nya,  seperti pembelian bahan baku kerja dan yang lainnya, saya duga karena kalau kerugiannya pasti ada saya lihat, kita membangun paradikma itu payah,  bukan semudah membalikan telapak tangan, tapi dalam permasalahan ini bukan artinya instan artinya bukan langsung siap kita kerjakan, yang pasti masyarakat sabar Ungkap Ahmad. (Petrus Gulo)