145 Orang Guru Ikuti Pelatihan Pendidikan Bahasa Inggris dari Yayasan Santa Maria Berbelas Kasih Sibolga

145 Orang Guru Ikuti Pelatihan Pendidikan Bahasa Inggris dari Yayasan Santa Maria Berbelas Kasih Sibolga

03/05/2018 0 By Redaktur 2

SIBOLGA | Dalam rangka  Era globalisasi menuntut guru dan pihak-pihak yang berada di lingkaran pendidikan, mampu atau setidaknya terampil dalam menggunakan bahasa Inggris.

Menghadapi tantangan tersebut, sebanyak 145 guru dan pegawai di lingkungan Yayasan Santa Maria Berbelas Kasih Sibolga menjalani pelatihan bahasa Inggris, bertempat aula santa Teresia jalan Katamso. Pelatihan menghadirkan tiga narasumber yakni, Frater Martinus Bogor Lumbanraja, Edison Surio Husodo dan Edu Parlindungan Sitanggang. Pelaksanaan pelatihan itu dilaksanakan selama 4 hari yakni, Jumat dan Sabtu 27-28  April  2018. Kemudian Senin 30 April 2018 dan Selasa 2 mei 2018

Pelatihan bertajuk “Strategic development of English speaking school and Teaching mind map techique” tersebut kata ketua yayasan Santa Maria Berbelas Kasih, Suster Hilaria Simamora akan berlangsung selama empat hari.

“Ini kami lakukan merupakan tuntutan zaman globalisasi sekarang ,dimana seorang guru dan juga tenaga kependidikan tata usaha dan termasuk clining servis di zaman globalisasi sekarang harus mempunyai keterampilan berbahasa Inggris secara sederhana,” kata Suster Hilaria disela-sela kegiatan, di dampingi ketua panitia Febrijhon Sihombing dan bagian Humas Haposan Sibolon.

“Bahkan siswa bisa di zaman ini menggunakan bahasa Inggris secara sederhana dalam proses pergaulan dengan siswa dan pergaulan sesama guru serta pergaulan dengan orang tua,” tambahnya.

Tantangan berikutnya yang menuntut guru dan pegawai di yayasan yang bergerak di lini pendidikan itu agar semakin terampil berbahasa Inggris menurut Suster Hilaria, lantara ketatnya kompetisi dalam konteks mutu dan kualitas layanan pendidikan antar sekolah atau lembaga pendidikan saat ini.

“Jika ini tidak kami mulai maka kami tidak akan bisa bersaing dengan sekolah-sekolah luar, dimana sekolah sekolah luar yang menggunakan bahasa Inggris dalam proses pendidikan di beberapa kota besar sudah mulai menjamur maka saya sebagai pengurus yayasan memikirkan hal itu,” ujarnya, sembari menyebut pelatihan yang dilaksanakan tidak hanya untuk mengasah keterampilan berbahasa Inggris namun juga meningkatkan metode mengajar guru-guru di seluruh bidang studi.

“Keterampilan mengajar menggunakan sketsa, metode ini meningkatkan kemampuan guru sesuai tuntutan kurikulum 2013, membentuk kerangka berpikir anak didik mengingat mata pelajaran hanya dengan sketsa. Juga rencana mewujudkan sekolah go internasional,” imbuhnya.

Dalam kegiatan pelatihan itu, Yayasan Santa Maria Berbelas Kasih menghadirkan 3 orang narasumber yakni Martinus Bogor Lumbanraja, PhD., Edison Surio Husodo Purba, S.Pd, Edu Parlindungan Sitanggang, S.Pd. (Petrus Gulo)