Libatkan Warga Dalam Pernyataannya, Kepling Diprotes

Libatkan Warga Dalam Pernyataannya, Kepling Diprotes

08/05/2018 0 By Redaktur 1

Kepala Lingkungan 10, Kelurahan Hutabalang Edy Hutauruk.

TAPTENG | Statemen Kepala Lingkungan 8 Kelurahan Hutabalang, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Albiden (42), di salah satu media lokal yang menyebutkan seluruh Kepala Lingkungan (Kepling) Kelurahan Hutabalang mendesak Joko Pranata Situmeang (JPS) angkat kaki dari Tapteng, dibantah dan dikecam keras beberapa Kepala Lingkungan setempat.

Mereka mengatakan, desakan Albiden sangat tendensius dan terkesan dipolitisasi. Bahkan cuitan Albiden yang menyebutkan seluruh masyarakat Kelurahan Hutabalang mengharamkan JPS masih berdomisili di Kabupaten Tapteng, sudah melangkahi kuasa Tuhan. Sebagai Kepling yang seharusnya menjadi panutan masyarakatnya, Albiden dituding telah mempertontonkan sikap tidak terpuji.

“Peryataan itu tidak benar, sebagai Kepling dan sebagai warga Badiri saya mewakili teman-teman tidak pernah meminta JPS angkat kaki dari Tapteng,” tegas Edy Hutauruk, Kepala Lingkungan 10 Kelurahan Hutabalang, Senin (7/5).

Menurutnya, jikapun Albiden membuat statemen sedemikian seharusnya atas nama pribadi, bukannya mengatasnamakan Kepling. Sebagai sesama Kepling, Edy sangat menyesalkan statemen Albiden yang memperalat masyarakat.

“Ya, sangat keberatan. Jangan asbunlah. Kita minta dia meralat pernyataannya di media. Jika hal ini tidak diidahkannya, kita akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum,” ujar Edy yang diamini  Baringin Hasibuan (48).

Menyangkut adanya berita yang juga dilansir di salah satu media cetak beberapa waktu lalu, yang mengatakan JPS akan pindah kependudukan akibat rasa kekecewaannya terhadap Bupati Tapteng, menurut Edy itu urusan JPS secara pribadi, karena JPS tidak ada melibatkan warga lainnya. Namun disisi lain, Albiden sendiri yang melibatkan warga lain.

“Bukankah JPS itu seorang yang berpendidikan. Artinya setiap kalimat yang dia ucapkan memiliki alasan tersendiri. Pada berita tersebut JPS juga memaparkan secara jelas alasan kepindahannya,” sebut pria yang berprofesi sebagai wartawan ini.

Lebih jauh disampaikan, jikapun ada pihak lain yang turut campur karena terkait kepentingan, Edy berharap agar disampaikan di muka umum secara terang-terangan, bukannya mengkambing congekkan warga lain. Itu sama artinya dengan manusia pengecut.

Menurut Edy,  pada dasarnya sosok JPS merupakan aset bagi masyarakat Tapteng,  yang berani menyampaikan keluh kesah secara terbuka. Bahkan langkah JPS yang mencari penegakan hukum hingga menyambangi KPK, menurut Edy patut untuk diapresiasi.

“Justru seharusnya patut kita apresiasi biar semua clear. Kalau memang ngak benar, akan terang benderang semuanya,” tukasnya.

Di akhir uraiannya, Edy menegaskan tidak memiliki hubungan kepentingan apa-apa dengan permasalahan yang terjadi. Ia hanya ingin meluruskan sebuah fakta agar tidak menjadi opini yang simpang siur ditengah-tengah masyarakat. Untuk sebuah kebenaran riil dilapangan, dirinya juga siap menggalang tanda tangan warga Badiri, yang menegaskan tidak setuju dengan kicauan Kepling 8 Hutabalang.

“Tidak ada hubungan apa-apa dan bukan karena satu marga. Jika perlu saya siap menggalang tangan masyarakat Badiri,” pungkasnya. (Agus Tanjung)