Sintek SH: Maling Teriak Maling, Ini Kasus Penyuapan

Sintek SH: Maling Teriak Maling, Ini Kasus Penyuapan

08/05/2018 0 By Redaktur 1

Praktisi Hukum, Sintek Akba Simanungkalit SH.

Pemerhati Hukum Angkat Suara atas Aksi Lapor Penipuan CPNS di Poldasu

TAPTENG | Adanya laporan masyarakat bersama beberapa orang oknum PNS aktif di Jajaran Pemkab Tapteng ke Poldasu terkait Kasus Penipuan dan Penggelapan rekruitmen CPNS Tahun 2013 menuai tanggapan keras dari Pemerhati Hukum, Senin (7/5).

Tanggapan ini disampaikan Sintek Akba Simanungkalit,SH dari Kantor Hukum Sintek Akba Simanungkalit,SH & Rekan yang beralamat di Jalan Subur II Gg. Pribadi No. 17 Kelurahan Sei Rejo Medan Polonia.

“Diantara korban yang melapor terdapat nama PNS aktif, yakni Arta Siregar dan Hendri Susanto Lumbantobing. Saat kejadian mereka sudah menjadi PNS, sementara mereka mengatakan sebagai korban dalam penerimaan CPNS, ini kan lucu. Saya menilai mereka bukan korban tetapi calo CPNS,” kata Sintek saat diminta tanggapannya hari Senin (6/5)  di Polres Tapteng usai mendapangi salah seorang kliennya membuat pengaduan.

Masih kata Sintek, “Saya sebagai pemerhati hukum dan praktisi hukum merasa heran, mereka mengatakan empat orang yang dilaporkan adalah dalangnya. Apakah tidak terbalik ? Kan saya sudah sebutkan bahwa diantara korban ada yang sudah PNS. Ini namanya maling teriak maling. Ini bukan kasus penipuan ataupun penggelapan, kalau benar ini terjadi ini murni kasus suap menyuap,” lanjutnya.

Sintek Akba Simanungkalit SH berencana akan mendatangi Poldasu dan mendorong agar kasus pelaporan ini secepatnya ditindaklanjuti.

“Saya akan datangi Polda dan meminta penyidik yang menangani masalah ini agar sesegera mungkin mem BAP korban. Seperti yang jelaskan tadi bahwa kasus ini adalah suap menyuap, dalam arti pelapor juga bisa dijadikan calon tersangka penyuapan,” tegas Sintek.

Praktisi hukum ini juga menyoroti tentang desakan Honorer K2 yang baru-baru ini melakukan aksi unjuk rasa dan menuding mereka merasa ditipu saat penerimaan CPNS.

“Siapa yang ditipu dan siapa yang menipu?, mereka harus buktikan. Sudah saya katakan mereka (pengunjukrasa) mengakui sendiri bahwa mereka telah memberikan sejumlah uang demi suatu jabatan ataupun status PNS nya. Ini bukan ditipu namanya, ini menyuap. Jadi mereka juga harus berani membuktikan dan mempertanggungjawabkan tudingannya. Sekali lagi saya katakan ini kasus suap menyuap.Penyuap dan yang disuap akan terjerat hukum,” tegas Sintek.

Sintek juga merasa miris dengan aksi Guru-guru Honorer K2, karena menurutnya mereka ini menginginkan jabatannya dengan cara memberikan sesuatu.

“Mereka hendak menjadi guru dengan status PNS, untuk mencapai ini mereka memberikan sesuatu dalam bentuk uang. Bagaimana dunia pendidikan di Tapteng ini maju? kalau sikap mental dari tenaga pendidiknya sudah memperlihatkan hal ini ke publik. Ingat di Kepolisian ada namanya bentuk Laporan Model “A” disini pelapor bisa saja menjadi tersangka apabila ditemukan dalam laporannya ada tindak pidana menyangkut dirinya,” papar Sintek. (Agus Tanjung)