Kabag Tapsah Ditajenad dari Mabesad Awasi Samapta UKP Prajurit Korem 023/KS

Kabag Tapsah Ditajenad dari Mabesad Awasi Samapta UKP Prajurit Korem 023/KS

10/05/2018 0 By Redaktur 3

SIBOLGA | Kegiatan test kesamaptaan jasmani usul kenaikan pangkat (UKP) periode 1 Oktober 2018 yang dipimpin oleh Kajasrem  023/KS Kapten H Sirait diawasi oleh Letkol CAJ (K) Hesty  Supriyanti Kabag Tapsah Ditajenad dari Mabesad. Pelaksanaan test kesamaptaan jasmani bagi prajurit jajaran Korem 023/KS bertempat di lapangan Smapta Korem 023/KS, Jalan Datuk Itam  Nomor 1 Kota Sibolga, Senin (7/5/2018).

Kegiatan test Kesamaptaan Jasmani diikuti oleh Kasrem 023/KS Letkol Inf I Gusti Ketut Artasuyasa, Kasi Ops Letkol  Inf TP Lobuan Simbolon dan 268  orang prajurit yang terdiri dari  kelompok Bintara sebanyak 169 orang, Tamtama  sebanyak 99 orang yang akan di Usul Kenaikan Pangkat (UKP) periode 10 Oktober 2018.

Kajasrem 023/KS Kapten H Sirait mengatakan bahwa tes kesamaptaan jasmani ini merupakan salah satu syarat yang harus menjadi perhatian bagi prajurit, agar dapat dapat diajukan dalam UKP. Oleh Karenanya diharapkan setiap prajurit dapat memperjuangkan hasil yang terbaik dari diri sendiri karena samapta dan renang militer adalah merupakan persyaratan  mutlak untuk UKP.

“Pelaksaaan tes kesegaran Jasmani bagi prajurit yang UKP ini adalah lari dengan jarak tempuh adalah 3.200 meter (samapta A), Pull Up selama 1 menit, Sit Up selama 1 menit, Push Up selama 1 menit dan shuttle run secepat-cepatnya (samapta B). Untuk menentukan jumlah nilai samapta B adalah jumlah dari nilai-nilai samapta B dibagi 4.  Dari nilai hasil keseluruhan tes kesegaran jasmani (samapta A+B) ini dibagi dua dan mendapatkan nilai akhir yang akan digunakan sebagai dasar penilaian samapta UKP ditambah dengan nilai renang militer,” terang Kajasrem Kapten H Sirait.

Sementara itu, Letkol CAJ (K) Hesty  Supriyanti tim pengawas dari Mabesad mengatakan, kepada para peserta tes kesamaptaan bahwa kehadirannya bukan untuk menakut nakuti para prajurit tapi kehadirannya sebagai motivasi untuk lulus UKP, karena hal ini merupakan persyaratan bagi setiap prajurit yang di UKPkan.

“Namun demikian tidak memaksa bagi anggota yang tidak mampu melaksanakan karena sakit, yang perlu diperhatikan adalah sebelum melaksanakan tes kesamaptaan harus dicek kesehatannya oleh anggota kesehatan yang ada di lapangan serta prosedur yang lainnya sesuai petunjuk pelaksanaan kesamaptaan yang di keluarkan oleh TNI AD,” kata Letkol CAJ (K) Hasty Supriyanty (Freddy A Pardosi/ril)