Danrem 023/KS Irup Pada Upacara Peringatan Harkitnas ke-110

Danrem 023/KS Irup Pada Upacara Peringatan Harkitnas ke-110

22/05/2018 0 By Redaktur 3

SIBOLGA | Seluruh anggota TNI-AD jajaran Korem 023/KS melaksanakan Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110  tahun 2018, di lapangan Makorem 023/KS, jalan Datuk Itam Nomor 1 Sibolga, Senin (21/5/2018).

Komandan Korem (Danrem) 023/KS Kolonel Inf Donni Hutabarat bertindak sebagai Inspektur Upacara sedangkan sebagai Komandan Upacara Mayor Inf Junedi. Hadir dalam upacara tersebut Kasrem 023/KS Letkol Inf I Gusti Ketut Artasuyasa, Dandim 0211/TT Letkol Inf Jimmy Rihi Tugu, Para Kasi Korem 023/KS, Para Dankabalak aju Dankabalak Korem 023/KS, Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS.

Danrem 023/KS Kolonel Inf Donni Hutabarat saat membacakan kata sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara mengatakan bahwa ketika rakyat berinisiatif untuk berjuang demi meraih kemerdekaan dengan membentuk berbagai perkumpulan, lebih dari seabad lalu, rakyat nyaris tak punya apa-apa. Rakyat hanya memiliki semangat dalam jiwa dan kesiapan mempertaruhkan nyawa. Namun sejarah kemudian membuktikan bahwa semangat dan komitmen itu saja telah cukup, asalkan rakyat bersatu dalam cita-cita yang sama, kemerdekaan bangsa.

“Bersatu, adalah kata kunci ketika kita ingin menggapai cita-cita yang sangat mulia namun pada saat yang sama tantangan yang mahakuat menghadang di depan. Boedi Oetomo memberi contoh bagaimana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal-muasal primordial akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan,” kata Donni.

Masih disampaikan Donni, Boedi Oetomo menjadi salah satu penanda utama bahwa bangsa Indonesia untuk pertama kali menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan. Presiden pertama dan proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia Soekarno. Pada peringatan hari kebangkitan nasional tahun 1952 mengatakan bahwa pada hari itu rakyat mulai memasuki satu cara baru untuk melaksanakan satu  ide, satu naluri pokok daripada bangsa Indonesia. Naluri pokok ingin merdeka, naluri pokok ingin hidup berharkat sebagai manusia dan sebagai bangsa. cara baru itu ialah cara mengejar sesuatu maksud dengan alat organisasi politik, cara berjuang dengan perserikatan dan perhimpunan politik, cara berjuang dengan tenaga persatuan.

“Para pendahulu yang berkumpul dalam organisasi-organisasi seperti Boedi Oetama itu memberikan yang terbaik bagi terbentuknya bangsa melalui organisasi. Bukan pertama-tama dengan memberikan harta atau senjata, melainkan dengan komitmen sepenuh jiwa raga. dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana saat itu, mereka terus menghidup-hidupi api nasionalisme dalam diri masing-masing,” ucapnya.

Lanjut Donni, seratus sepuluh tahun kemudian bangsa ini telah tumbuh menjadi bangsa yang besar dan maju, sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Meski belum sepenuhnya sempurna, rakyatnya telah menikmati hasil perjuangan para pahlawannya berupa meningkatnya perekonomian, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Keringat dan darah pendahulu bangsa telah menjelma menjadi hamparan permadani perikehidupan yang nyaman dalam rengkuhan kelambu kemerdekaan.

“Selamat hari kebangkitan nasional ke-110. Mari maknai peringatan tahun ini di lingkungan kita masing-masing, sesuai lingkup tugas kita masing-masing, untuk semaksimal mungkin memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda, yang akan membawa kepada kejayaan bangsa di tahun-tahun mendatang,” katanya.

Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110, diakhiri dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan (Freddy A Pardosi/ril)