Lapak Berbuka Puasa di Menara Lonceng Tarutung

Lapak Berbuka Puasa di Menara Lonceng Tarutung

22/05/2018 0 By Redaktur 1

Lapak penjual makanan berbuka puasa dekat menara lonceng tepatnya, di perempatan kota Tarutung.

TARUTUNG | Menara lonceng Gereja tepatnya, di perempatan kota Tarutung sebagai pusat kota Kabupaten Tapanuli Utara, lambang kota wiasata Rohani dengan tinggi menara 34 meter.

Pada pucuk menara terdapat Salib, mengingat Kota ini merupakan kota manyoritas Nasrani. Namun dikenal memiliki hubungan silaturahmi antar umat beragama yang cukup kental yang dirahut dengan adat dalihan Natolu.

Memasuki bulan Ramadhan, lokasi itu dihiasi dengan lapak berbuka puasa, sedangkan para pedagang yang membuka lapak semua beragama Islam.

Pembukaan lapak ini diakui sebagai lambang kekerabatan antar umat beragama di daerah itu serta tidak terpancing dengan issu perbedaan agama yang berdampak kepada tindakan kriminal.

Nikson Nababan, baru-bari ini menyempatkan diri berbuka puasa bersama sahabatnya di menara lonceng itu. Menurutnya, persatuan yang dimiliki masyarakat di Kabupaten Tapanuli Utara, hendaknya menjadi cerminan di daerah lain.

“Kita wajib bangga dengan kerukunan umat beragama yang dimiliki Tapanuli Utara, kedepan hal ini harus dipertahankan bahkan kita tingkatkan,” ujarnya.

Gimro Silaban (35), warga Tapanuli Utara, Minggu (20/5), mengaku bangga dengan kerukunan umat beragama di Kabupaten Tapanuli Utara.

Menurutnya, masyarakat harus bergandengan tangan mempertahankan kerukunan yang dimiliki daerah itu, sehingga menjadi corong kerukunan Internasional.

Lokasi lapak berbuka puasa tersebut amat strategis, menurutnya setiap menu yang tersedia dengan harga hanya Rp5.000 per porsinya. (Mariana Hutagalung)