SMAN 1 (Plus) Matauli Pandan Raih Medali Emas di Ajang Pameran Inovasi Dunia

SMAN 1 (Plus) Matauli Pandan Raih Medali Emas di Ajang Pameran Inovasi Dunia

22/05/2018 0 By Redaktur 1

Kepala SMA Negeri 1 (Plus) Matauli Pandan, Murdianto S.Pd, MM bersama 13 (tiga belas) tim peserta yang berkompetisi di WYIE Malaysia dan meraih medali emas, perak dan perunggu.

PANDAN | SMA Negeri 1 (Plus) Matauli Pandan kembali mengukir prestasi di kancah internasional. Tim yang terdiri dari siswa-siswi SMA Negeri 1 (Plus) Matauli Pandan berhasil meraih medali emas, perak dan perunggu di ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2018 yang digelar 11-13 Mei 2018, di Ma­laysia.

Kepala SMA Negeri 1 (Plus) Matauli Pandan, Murdianto S.Pd, MM menyampaikan rasa bangga dan syukur atas peraihan tim pelajar SMA Negeri 1 (Plus) Matauli Pandan dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2018 di Ma­laysia. Tim ini berhasil meraih se­juml­ah medali emas, perak dan perunggu.

“Saya sangat bangga dan bahagia atas prestasi yang didapat para siswa SMA Negeri 1 (Plus) Matauli Pandan di WYIE 2018 karena ajang tersebut adalah ajang tingkat dunia yang diikuti oleh peserta dari seluruh pen­juru dunia. Terima kasih kepada bapak Gubernur Sumatera Utara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Daerah Tapanuli Tengah yang telah memberikan dukungan sekaligus bantuan moril. Terima kasih juga kepada para siswa karena kali­an sudah mengharumkan nama baik SMA Negeri 1 (Plus) Matauli Pandan di kancah internasional,” ucapnya.

Murdianto menyampaikan juga suatu harapan, semoga prestasi ini dijadikan upaya untuk lebih meningkatkan prestasi serta kualitas pembelajaran yang inovatif.

“Se­moga dengan raihan prestasi ini, para siswa dapat berbagi pengalaman kepada siswa lain­nya sehingga dapat men­jadi doro­ngan bagi mereka untuk terus belajar dengan penelitian-penelitian yang ­inovatif dan meraih prestasi pada even-even lain di tingkat international,” ungkapnya.

SMA Negeri 1 (Plus) Matauli Pandan mengirimkan 13 (Tiga belas) tim peserta dengan jumlah siswa sebanyak 73 orang yang terdiri dari kelas XI dan X untuk berkompetisi di WYIE Malaysia yang digelar pekan lalu pada 11-13 Mei 2018.

Tim tersebut berhasil memperoleh pre­stasi gemilang dengan membawa pulang satu emas, 8 perak dan 4 perunggu. Tim yang mendapatkan emas meneliti dengan hasil penelitian dengan judul NETICK (Natural Antiseptic Mouthwash from Kedondong Fruits), tidak hanya emas penelitian ini pun mendapatkan peng­hargaan kategori inovasi ter­baik.

Kedelapan  tim yang mendapatkan pe­rak menampilkan inovasi INDOHISGER (Instant Drink of Hibiscus Leaves plus Ginger), BAHEVAS (Basil Leave as Hand Sanitizr), VIHACULE (Vitamin Hair Curry Leaves), FOUS (Fat Oil Ultimate Spray), AmPHU (Ampapaga Healthy Syrup), MOBNA2M (Mask of Betel Nut Anti Acne Max), RONTEA (Red Dragon Fruit Skin Herbal Tea), BASKOM (Banana Skin Ointment).

Lalu anggota tim peraih perunggu menyajikan inovasi RS BRIQUETTES, HETEGAG (Herbal Tea Made from Green Tea, Aloe Vera Skin and Ginger), MELATEA (Melastoma Tea), dan CICILTRUS.

WYIE merupakan salah satu kompetisi dalam rangkaian International Invention, Innovation and Technology Exhibition (ITEX). Program ini bertujuan untuk mem­promosikan semangat kreativitas dan hasil penemuan para penemu muda dan pelajar dari berbagai negara.

WYIE kompetisi tahun ini diikuti oleh ratu­san penemu muda dari berbagai sekolah, perguruan tinggi dan lem­baga penelitian dari Indonesia, Malaysia, Hongkong, Taiwan, Tiongkok, Qatar, Arab Saudi dan beberapa negara Eropa. (red/rel)