Teringat Maret 2017, Warga Hanya Mau Nomor 1

Teringat Maret 2017, Warga Hanya Mau Nomor 1

24/05/2018 0 By Redaktur 1

Calon Walikota Padangsidimpuan, Muhammad Isnandar Nasution didampingi istri, Hj. Mestika Sari silaturahmi dengan masyarakat Lingkungan 6, Kelurahan Ujung Padang, pekan lalu. (Borneo)

PADANGSIDIMPUAN | Kehadiran H. Muhammad Isnandar Nasution SSos saat banjir bandang yang juga melanda daerah Lingkungan 6, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Maret 2017 lalu sangat membekas di hati masyarakat.
Alasan itu yang menjadi salah satu komitmen masyarakat untuk mendukung dan memilih Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Padangsidimpuan Nomor 1, H. Muhammad Isnandar Nasution SSos dan DR H. Ali Pada Harahap MPd di Pilkada 27 Juni 2018 mendatang.
“Kami hanya mau memilih pasangan Nomor 1, karena hanya Pak Isnandar yang mau datang ke tempat ini, melihat kami ketika banjir bandang terjadi, yang lain tidak ada,” ucap Indah, salah seorang warga setempat kepada wartawan saat silaturahmi Isnandar dengan ratusan masyarakat Lingkungan 6, Kelurahan Ujung Padang, Sabtu (19/5) siang lalu.
Saat itu, Isnandar hanya membawa bantuan pribadi, tapi warga melihatnya sebagai wujud keikhlasan Isnandar dalam membantu masyarakat yang ditimpa musibah.
Ia berpendapat suatu hal yang wajar jika masyarakat mengingat kebaikan Isnandar, karena Isnandar memperhatikan dan membantu warga yang dalam kesusahan.
“Kami membutuhkan sosok calon pemimpin yang perhatian kepada masyarakat, terutama ketika terjadi musibah bencana, dan itu ada pada diri Pak Isnandar,” ungkapnya.
Di silaturahmi tersebut, Isnandar didampingi istri, Hj. Mestika Sari Harahap menerima harapan masyarakat terkait belum tersedianya sarana Mandi Cuci Kakus (MCK), karena saat ini sungai masih jadi pilihan utama warga.
Sementara Muhammad Isnandar Nasution, calon pemimpin usungan PKB, PKP Indonesia, PBB, Partai NasDem dan PDI-Perjuangan ini mengajak masyarakat untuk menjadikan hidup ini dapat memberikan manfaat bagi orang lain, dan selalu menebar kebaikan kepada semua orang.
“Sudah menjadi kewajiban bagi siapa saja untuk membantu orang yang sedang ditimpa musibah,” tutur Isnandar. (Borneo)