2 Pelaku Curanmor dan 1 Penadah Dibekuk Polisi

2 Pelaku Curanmor dan 1 Penadah Dibekuk Polisi

01/06/2018 0 By Redaktur 3

SIBOLGA | Dua orang pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) Yamaha warna merah maron BB 3146 MO yang sedang diparkirkan, yakni berinisial RN alias R (36), dan HS alias T serta 1 orang penadah hasil curian berinisial BS alias H alias P berhasil dibekuk pihak Satreskrim Polres Sibolga.

Kapolres Sibolga AKBP Sibolga Edwin Hatorangan Hariandja melalui Kassubag Humas Polres Sibolga Iptu R Sormin, Kamis (31/5) menjelaskan bahwa pada Jum’at (27/4) sekitar pukul 02.00 WIB, Firman Harahap (35), wiraswasta, memarkirkan septor Yamaha warna merah maron BB 3146 MO dengan tidak mengunci stang, di depan kantor cash dan kredit di jalan SM Raja, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kota Sibolga. Kemudian sekitar pukul 02.30 WIB ia melihat septornya tidak ada lagi, dan selanjutnya saksi dirugikan sekitar Rp 5.000.000 dan melaporkan kejadian itu ke Polres Sibolga, Senin (30/4) sekitar pukul 15.30 WIB.

“Setelah menerima laporan tersebut, Kasat Reskrim AKP Agus SE memerintahkan unit operasional untuk lakukan penyelidikan dan pendalaman atas laporan tersebut. Selanjutnya, pada Kamis (3/5) sekitar pukul 20.00 WIB di lokasi jualan pisang diamankan seorang laki-laki yakni BS alias H alias P (43) , supir, warga jalan Dolok Tolong, Gang Sipres, Kelurahan Hutabarangan Kota Sibolga,” jelas Sormin.

Lanjut Sormin, dari hasil interogasi bahwa septor yang disita dari tersangka BS alias H alias P dibeli dari oranglain. Atas keterangan tersebut, kemudian dilakukan pengembangan dan 1 jam kemudian, sekitar pukul 21.00 WIB di jalan R Suprapto pada salah satu warnet diamankan seorang laki-laki berinisial RN alias R (36), nelayan, warga jalan Gatot Subroto, Gang Batalyon, Kelurahan Pondok Batu,Kabupaten Tapteng.

“Dan saat dilakukan pengembangan atas teman tersangka yang turut mengambil septor, RN alias R sempat melawan petugas serta berupaya untuk melarikan diri sehingga petugas menghadiahkan timah panas pada kaki kanan tersangka tersebut. Setelah itu pada Minggu (13/5) sekitar pukul 01.30 WIB, polisi kembali mengamankan seorang laki-laki berinisial HS alias T (28), nelayan, warga jalan Gatot Subroto, Gang Batalyon No.26 Keurahan Pondok Batu, Kabupaten Tapteng,” katanya.

Masih dikatakan Sormin, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap RN alias R menerangkan bahwa dirinya pernah dihukum pada tahun 2014 dalam kasus pencurian dan dihukum 10 bulan dilapas Tukka serta telah berumah tangga dan memiliki 1 orang. Pencurian dilakukan pada Jum’at (27/4) sekitar pukul 02.15 WIB bersama dengan HS Als T dan barang yang diambil 1 unit septor Yamaha warna merah maron di depan kantor usaha cash dan kredit di jalan SM Raja, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kota Sibolga.

“Septor ketika diambil tidak dalam keadaan terkunci stang dan selanjutnya septor dijual kepada BS alias H alias P dengan harga Rp 700.000. Ketika septor dijual tidak ada STNK maupun BPKB dan plat septor telah dibuka oleh tersangka dan untuk meyakinkan pembeli tersangka menerangkan bahwa butuh uang untuk biaya pendidikan anaknya,” ucapnya

Sambung Sormin, sebelum mengambil septor, tersangka RN alias R dan HS alias T sama-sama naik septor dan peran tersangka RN Als R mengambil dan mendorong septor dari depan kantor. Kemudian tersangka HS alias T mendorong septor yang dicuri dengan septor yang lain dan didorong dengan kaki tersangka HS alias T.

“Tersangka RN alias R mengenal tersangka HS alias T sebab sepupu dan uang penjualan septor belum ada diberikan kepada HS alias T,” terangnya.

Sambung Sormin, tersangka HS alias T belum pernah dihukum dan belum kawin. Tersangka HS alias T mengakui bahwa dirinya benar mendorong septor setelah diambil. Tersangka HS alias T belum ada menerima uang hasil penjualan septor yang dijual.

“Sedangkan tersangka BS alias H alias P adalah membeli 1 unit septor Yamaha warna merah maron BB 3416 MO nosin 28D-3623182 dan norang MH328D40DLJ623419, pada Selasa (1/5) sekitar pukul 16.00 WIB di jalan Pari dengan harga Rp 700.000. Tersangka BS alias H alias P tidak mengetahui septor yang dibeli merupakan hasil kejahatan namun tidak dilengkapi STNK dan BPKB,” jelasnya.

Sormin juga menerangkan, sebabnya tersangka BS alias H alias P membeli karena RN alias R menerangkan bahwa tidak ada uang untuk membiayai sekolah anak RN alias R dan tersangka BS tidak mengetahui pemilik septor yang sebenarnya.

“Tersangka RN alias R dan HS alias T telah ditahan di RTP Polres Sibolga, diduga melanggar pasal 363 ayat (1) ke 3 dan 4 Subsider 362 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun. Sedangkan tersangka BS alias H alias P ditahan di RTP Polres Sibolga dan telah dititipkan di Lapas Tukka, diduga melanggar pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun,” katanya.

Sambung Sormin, barang bukti yakni 1 unit septor Yamaha Mio Sporty warna merah maron BB 3417 MO, dengan nomor mesin 28D-3623182 dan nomor rangka MH328D40DCJ623419.

“Kemudian, barang bukti lainnya yakni 1unit Honda Beat Street warna hitam tanpa plat dengan nomor mesin JFZ2E1229024, dan nomor rangka MH1JFZ214JK227723 yang digunakan tersangka HS alias T untuk mendorong septor yang telah diambil, dan 1 buah kunci sepeda motor,” terangnya. (Freddy A Pardosi/ril)