Hindari Hoax, Penulisan Berita Harus Sesuai Aturan

06/06/2018 0 By Redaktur 1

PADANGSIDIMPUAN | Penyajian berita oleh wartawan harus ditulis sesuai kaidah-kaidah aturan yang berlaku, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

“Agar berita yang disajikan wartawan tidak sampai menjadi berita hoax, karena jelas dampaknya akan merugikan banyak pihak,” ucap Bendahara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Mohot Lubis SSos, selaku salah satu narasumber pada acara Diskusi Pengenalan Lahan Konservasi dan Antisipasi Informasi Hoax, yang digelar di Emerald Hall Mega Permata Hotel Padangsidimpuan, Senin (4/6) lalu.

Hadir pada acara diskusi tersebut GM External Affairs PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA), Tri Hidayat, General Manager (GM) ANJA Siais, Taufan Sibarani, Staff Konservasi ANJA Siais, Boy Tarigan, unsur Humas ANJA Siais, Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Darmawan SHut MSc, Kepala Seksi PHPM KPH Padangsidimpuan, Zulkarnain SP, Senior Distrik Program Conservation Internasional Indonesia (CII), M. Manalu, organisasi mahasiswa, unsur Perguruan Tinggi (PT) dan lainnya.

Disampaikan Mohot, dalam menyajikan berita, seorang wartawan harus dilengkapi data yang akurat, sehingga tulisan yang dihasilkan tidak berdampak negatif baik terhadap pemerintah, perusahaan dan masyarakat.

“Untuk itu, hindari tulisan yang mengarah ke fitnah. Caranya, berita harus dilengkapi data dan narasumber yang jelas sesuai kaidah aturan yang berlaku agar berita yang disajikan tidak hoax,” terangnya.

Kroscek akan sebuah informasi sebelum disajikan menjadi sebuah berita, pungkasnya, sangat perlu dilakukan, agar tidak sampai memunculkan informasi yang simpang siur bagi masyarakat.

Di sisi lain, ia berharap agar perusahaan yang berkaitan dengan kepentingan publik juga tidak menutup diri dari profesi wartawan, sehingga akan lahir informasi yang seimbang apabila terjadi peristiwa atau hal lain yang tidak diinginkan. (Borneo)