Status Tak Jelas, Ratusan Pekerja PT ASL Melakukan Aksi Damai

19/07/2018 0 By Redaktur 2
Mohon Pemerintah Mediasi Persetruan PLN VS Perusahaan

SARUDIK | Sebanyak 147 Para pekerja (Karyawan) PT  ASL (Anugerah Sibolga Lestari) Pabrik Getah melakukan aksi damai di pabrik tersebut, Kamis (19/7) sekira pukul 08.30 WIB. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada pemerintah agar membantu nasib para karyawan yang saat ini tidak jelas.
“Kami bukan demo, tapi kami di sini sudah 4 bulan nganggur. Tidak bekerja, anak, istri dan keluarga kami sudah terancam. Jadi kami semua sepakat mengumpulkan makanan yang ada dari kebun di samping rumah masing masing, ada ubi kayu, ada pisang dan lain lain. Kami kumpul dan rame rame di dalam pabrik ini. Daripada kelaparan, siapa tau bisa saling membantu menahan lapar dengan makanan seadana yaitu ubi kayu, dan pisang,” ujar Renawati Gea salah seorang karyawan.
Adapun aksi yang dilakukan tersebut ialah menduduki pabrik dan tinggal di dalam pabrik tersebut dalam batas waktu yang tidak ditentukan, menurut Fornois Waruwu, mereka akan tetap menduduki pabrik itu meski sampai satu tahunpun jika belum ada keputusan, apakah mereka dilanjukan kembali bekerja, atau di PHK.
“Kami sudah 4 bulan tidak bekerja. Kami tidak tau, mengapa PLN waktu itu memutuskan aliran listrik dari perusahaan tempat kami bekerja secara sepihak tanpa pemberitahuan. Sehingga kami tidak dapat bekerja. sudah 4 bulan kami menganggur. Tidak ada apa apa, keluarfa kami sudah terancam. Kami mau kasih makan apa?,” katanya.
Untuk itu, para karyawan memohon agar pemerintah dan para anggota dewan mau membantu menyelesaikan permasalahan yang sedang dilanda oleh perusahaan itu.
“Kami mohon kepada bapak angota DPRD selaku perwakilan kami di parlemen, kepada bapak bupati, kepada gubernur, kepada Menteri ketenagakerjaan, tolong kami, bagaimana nasib kami?. Tolong bantu selesaikan persoalan antara PLN dan perusahaan tempat kami bekerja. Jangan gara gara ulah PLN, ratusan keluarga dari Rakyatmu yang menderita,” ujar Fornois dan Meanus Waruwu.
Disamping nasib para karyawan yang tidak jelas, ada juga karyawan yang baru baru ini meninggal, namun hak haknya tidak dipenuhi oleh perusahaan. Bahkan terkesan dibiarkan.
“Ada satu karyawan aktiv yang meninggal yaitu bapak Mawardi Hutabarat, bapak itu meninggalkan keluarganya yakni 4 orang anak. Mereka saat ini sedang mengupayakan Jamsostek. Namun perhatian dari perusahaan tidak ada. Apalah kami alan doterlantarlan begini saja? kami juga manusia, kami warga negara Indonesia. tolong kami,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, aksi tersebut masih berlanjut, meski sedang diguyur hujan deras. (Petrus Gulo)