PN Diminta Batalkan Rencana Penyitaan Tanah Atas Nama Bonaria Hutagalung, Kasmini dan Mardiana Sitompul

PN Diminta Batalkan Rencana Penyitaan Tanah Atas Nama Bonaria Hutagalung, Kasmini dan Mardiana Sitompul

22/07/2018 0 By Redaktur 2
TAPTENG | Famoni Gulo, SH, M.Pd, C.P.L selaku kuasa hukum dari Sudarman (34), Chandra Chadar Benny Dicktus (36), Kasmini (59) dan Mardiana Sitompul (39) meminta agar membatalkan rencana penyitaan tanah yang saat ini milik oara kliennya tersebut, karena para kliennya tidak ada hubungab atau sangkut pautnya dengan permasalahan anata Sorimuda Sitompul dan Emmy Ester. Jika tidak maka, kasus ini akan berlangsung hibgga ke Mahkamah Agung.
“Kami meminta PN agar menyatakan ke empat Klien saya adalah pemilik dari tanah beserta bangunan di atasnya, yaitu,  Tanah milik BONARIA HUTAGALUNG seluas 795 m2 (tujuh ratus Sembilan puluh lima meter persegi) yang terletak di Kelurahan Aek Sitio-tio, Kecamatan Pandan, kabupaten Tapanuli Tengah berdasarkan Sertipikat Hak Milik No. 203 atas nama BONARIA HUTAGALUNG dengan surat ukur tanggal 21 Maret 2013 No. 149/Aek Sitio-tio/2013, yang telah dijual kepada  Chandra Chadar Benny Dicktus (36) berdasarkan Surat Perjanjian Jual Beli Tanah tanggal 12 Januari 2015. Tanah dan Bangunan Rumah milik BONARIA HUTAGALUNG seluas 188 m2 (seratus delapan puluh delapan meter persegi) yang terletak di Desa Aek Garut/Kelurahan Kalangan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah berdasarkan sertifikat Hak milik no. 369 atas nama BONARIA HUTAGALUNG, dengan surat ukur No. 375/KALANGAN/2012 tanggal 6 Desember 2012, yang telah dijual kepada Sudarman berdasarkan Perjanjian Jual Beli Rumah tanggal 27 Juni 2015. Tanah Kebun milik Mardiana Sitompul seluas ± 17.472 m2 (lebih kurang tujuh belas ribu empat ratus tujuh puluh dua meter persegi) yang terletak di Huraba Dusun II, Desa S. Kalangan II, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah berdasarkan Surat Pelepasan Hak Ganti Rugi No. 593.2/56/2013 tanggal 2 September 2013 antara Sutan Budi Harto Sitompul dan Mardiana Sitompul dimana tanah kebun tersebut milik Sutan Budi Harto Sitompul sesuai dengan Surat Pernyataan/ Pengakuan tanggal 02 September 2013 yang diketahui oleh Kepala Desa S. Kalangan II dan disaksikan oleh Muda Sitompul selaku Kepala Dusun dan Ariston SM Hasibuan selaku Sekretaris Desa, dan telah diserahkan kepada Mardiana Sitompul Manimbul Sitompul. Tanah milik Kasmini seluas 220 m2 (dua ratus dua puluh meter persegi) berdasarkan Akta Pemisahan dan Pembagian No. 300/AH/CSB/1983 antara Dasinam dengan Kasmini pada tanggal 24 Desember 1983, yang terletak di Desa Aek Tolang, dahulu Kecamatan Sibolga sekarang menjadi Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah,” katanya.
Famoni juga meminta agar PN Sibolga, memerintahkan untuk mengangkat sita jaminan sesuai Penetapan No. 2/Pdt/Sita/Eks/PN.Sbg jo. No. 13/Pdt.G/2004/PN.Sbg tanggal 12 Desember 2017 dan Berita Acara Sita Eksekusi No. 13/Pdt.G/2004/PN.Sbg tanggal 19 Desember 2017.
Kepada Wartawan, Sorimuda Sitompul menjelaskan bahwa, akar permasalahan ini ialah sengketa tanah antara Sorimuda Sitompul dan Emmy Ester Br Saragih sejak tahun 2004. Dan oleh Pengadilan Negeri Sibolga memenangkan pihak Emmy Ester. Sehingga tanah milik Sorimuda telah dieksekusi dan dikuasai oleh Emmy Ester.
“Dan saya telah menjalani hukuman kurang lebih 7 bulan. Jadi sesudah saya keluar dari Lembaga, saya dituntut dengan kerugian sekitar Rp 650 jutaan. PN Sibolga sangat aneh mengabulkan gugatan Emmy Ester. Anehnya disitanya harta harta orang lain. Bukan Harta Saya. Saya yang bermasalah, kok harta orang lain yang di sita? Jadi sangat aneh pak, PN Sibolga mengabulkan gugatan gugatan Emmy Ester dengan hunjukan hunjukannya kepada harta orang lain, bukan harta saya,” kata Sorimuda.
Sejumlah tokoh masyarakat membenarkan bahwa tanah tersebut bukan hak milik Sorimuda Sitompul. Melainkan milik orang lain.
“Setau saya, tanah dan bangunan ini adalah milik Bonaria Hutagalung, dan sudah di beli oleh Sudarman. Sementara, Emmy Ester itu berperkara dengan Sorimuda Sitompul dan Riswan Sitompul,” Kata Kepala Desa Aek Garut Sutan Budiharto usai sidang Lapangan, Jumat (20/7).
Hal yang sama juga disampaikan oleh Lurah Aek Tolang Amon Sitanggang, Amon Sitanggang mengatakan bahwa tanah yang di Aek tolang yang akan dieksekusi itu adalah tanah milik Kasmini dan tidak ada sangkut pautnya dengan persoalan yang terjadi antara Emmy Ester dan Sorimuda Sitompul.
Demikian juga masyarakat Huraba Es Kalangan dua kecamatan Tukka keberatan dengan rencana eksekusi yang akan dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Sibolga.
“Soalnya, PBB dari yang bernama Budihartono itu lengkap ada sama kami. Kami kutip itu. Kami dari masyarakat Es Kalangan Dua didampingi oleh aparar desa, saya selaku sekretaris desa, ini kami terbitkan suratbertanggal 2 September 2013 penjualan, surat pelepasan Hak ganti rugi. 1 Sutan Budi Hartono menjual kepada Mardiana Sitompul, bukan Sorimuda Sitompul. Ini ada saksi saksinya. Jadi kita terbitkan surat, Kamis  24 Mei 2018 yaitu surat pernyataan pengakuan, kami yang bertanda tangan dibawah ini, Manimbul Sitompul dan Rahman Sitompul, benar memiliki dan menguasai sebidang tanah di Huraba Es Kalangan Dua Kelurahan Tukka yang berbatasan dengan Mardiana Sitompul bukan Sorimuda Sitompul,” Papar Sekretaris Desa Huraba, Es Kalangan dua.
Semenata itu dalam sidang lapangan itu, PN Sibolga masih belum memberikan keterangan resmi. Pasalnya Ketua Pengadilan Negeri Sibolga Martua Sagala, SH, MH mengatakan bahwa sidang itu masih sekedar untuk memastikan lokasi tanah yang diusulkan untuk di sita.
“Masih belum ada keputusan, ini kita masih melihat lokasi tanahnya saja. Nanti kita akan periksa saksi saksi pada sidang selanjutnya. Jadi masih belum ada keputusan,” kata Martua Sagala dalam persidangan.

Foto : Ketua PN Sibolga Hakim Martua Sagala, SH, MH saat memimpin langsung sidang Lapangan

Sidang lapangan itu dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Martua Sagala, SH, MH, didampingi Marolop Bakkara, SH dan Bob Sadiwijaya SH, Jumat (20/7) dilaksanakan di empat titik, pertama di kelurahan Aek Tolang, lanjut ke Desa Sitio Tio, menuhu ke desa Aek Garut Kelurahan Kalangan hingga ke Huraba, S Kalangan II. (Petrus Gulo)