LSM Sekata Kawal Olah TKP Pencabulan bocah 13 Tahun Oleh Kakek 55 Tahun

LSM Sekata Kawal Olah TKP Pencabulan bocah 13 Tahun Oleh Kakek 55 Tahun

02/08/2018 0 By Redaktur 2
TAPTENG | Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Sekata Kabupaten Tapanuli Tengah mengawal prosea olah TKP yang dilakukan oleh Polres Tapteng terkait kasus Pencabulan yang diduga dilakukan oleh Aslon Siahaan seoran kakek yang dilakukan terhadap bocah betusia 13 tahun. Olah TKP tersebut dilaksankan di Tarutung Bolak kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (24/7).

Foto : Ketua LSM Sekata Samahati Lase didampingi sekretarisnya Sasmarlianty Zebua, Peksos, KPAID saat mengawal olah TKP yang dilaksanakan oleh Polres Tapteng

Kepada RAKYAT, Ketua LSM Sekata Samahai Lase menyebutkan bahwa Polres Tapteng termasuk lamban dalam menangani kasus ini. Pasalnya kasua ini terjadi sejak bulan Maret yang lalu. dan diketahui oleh masyarakat sekitat. Kemudian dilaporkan pada hari Selasa 24 Maret 2018 yabg lalu. Namun sampai saat ini belum ada hasil yang jelas, bahkan memberi ruang kepada pelaku hingga pelaku melakrikan diri.
“Ini sidah dilaporkan sejak tanggal 24 Maret yang lalu. Tapi seperti tidak didiamkan. Akhirnya keluarga minta bantuan ke kita. Lalu setelah kita desak, baru dari Polres turun untuk olah TKP,” kata Samahati Lase.
Lebih lanjut, Samahati menjelaskan bahwa menurut pengakuan korban, sebut saja namanya bunga (13) bahwa kejadian itu sudah 2 kali dilakukan oleh tersangka.
“Katanya si korban sudah biasa pergi ke kebun neneknya. Jadi suatu ketika pada bulan Maret, dia pergi lagi ke kebun nenek seperti biasa. Nah di kebun itu, dia bertemu dengan seorang kakek bernama Asli Siahaan (55). Nah disanalah si kakek itu menarik paksa bunga dan memperkosa bunga. Dia mengancam akan membunuh bunga kalau bunga berani melawan, katanya kau jangan melawan, nanti kubunuh kau, kan orang tuamu tidak ada disini. Setelah selesai mencabuli Bunga, Asli Siahaan mengancam akan membunuh jika Bunga berani bercerita kepada orang lain terkait perbuatannya,” paparnya.
Namun, entah mungkin karrna kecanduan, Aslin Siahaan kembali berniat mencabuli Bunga, Bunga yabg tidak tau ada niat jahat si Kakek, seperti biasa kembali ke kebun neneknya untuk melihat kebun neneknya. Namun sesampainya di kebun nenek, Bunga kembali dikejutkan oleh kehadiran Asli Siahaan seorang kakek yang sudah berusia 55 tahun itu kembali mencabulinya.
“Saat dia mencabuli yang kedua kalinya, nah disitulah dia ketahuan, banyak warga yan menyaksikan dia mencabuli anak di nawah umur. Karena ketahuan, Aslin melepas Bunga dan kembali ke rumah Nenek. Sementara itu, warga tidak ada yang berani mengganggu Aslin,” paparnya.
Selanjutnya, mendapati cucunya sudah dilecehkan, nenek Bunga melaporkan hal itu kepada kedua orang tuanya. Sehingga keesokan harinya orangtua bunga sampai di Sorkam dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tapteng.
“Jadi setelah dilaprkan, sampai selarang proses tidak ada. Jadi keluarga korban minta bantu kepada KPAID, lalu KPAID meminta bantuan kepada kami dari LSM Sekata. Sehingga kita dari sekata mendesak Polres Tapteng agar mengusut tuntas kasua ini. Lalu saya bersama dengan sekretaris LSM Sekata Sasmarlianti Zebua, Peksos dan KPAID turut mengawal olah TKP yang dilaksanakan oleh Polres Tapteng,” Jelasnya. (Petrus Gulo)