Darul Mursyid Finalis Pesantren Unggulan Mandiri Regional Sumatera

Darul Mursyid Finalis Pesantren Unggulan Mandiri Regional Sumatera

16/08/2018 0 By Redaktur 1

TAPSEL I Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) yang beralamat di Desa Sidapdap Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) terpilih sebagai Pesantren Unggulan Mandiri Regional Sumatera yang direkomendasikan Bank Indonesia (BI) Cabang Sibolga tanggal 23 Juli 2018 lalu.
Disampaikan Wakil Direktur Bidang Pendidikan PDM, Yusri Lubis, ada tiga Pesantren Unggulan Mandiri Regional Sumatera yang terpilih sebagi finalis untuk mengikuti Festival Ekonomi Syari’ah (FES) 2018 yang diselenggarakan BI.
“PDM menjadi utusan dari tiga pesantren unggulan Mandiri Regional Sumatera di Bandar Lampung tanggal 2-4 Agustus 2018. Dua pesantren lainnya adalah Pondok Pesantren Darussalam Saran Kabun Provinsi Riau, Pondok Pesantren Hidayatul Qomariah Provinsi Bengkulu. Juara satunya nantinya akan menjadi wakil Sumatera di tingkat Nasional di Surabaya,” ucap Yusri, Kamis (16/8).
Yusri Lubis juga memaparkan bahwa secara garis besar ada tiga kriteria penilaian sebagai Pesantren Unggulan Mandiri yakni Prestasi Akademik, Kemandirian dalam membiayai operasional atau tidak mengharapkan bantuan dari siapapun tapi pembangunan berjalan tidak pernah berhenti, dan Corporate Social Responsibility (CSR) pesantren untuk siswa dan masyarakat sekitar setiap bulan.
Secara khusus, terangnya, PDM telah menjalankan CSR-nya setidaknya ada enam bentuk, yakni insentif guru mengaji di perkampungan daerah sekitar, sumbangan untuk anak yatim, Sumbangan Biaya Hidup (SBH) untuk orangtua jompo, bantuan dana ke pesantren Salaf, bantuan dana operasional Rumah Tahfidz, sumbangan dana Pendidikan Kader Ulama (PKU) Sumut, sumbangan beasiswa kurang mampu. Total sumbangan terealisasi sekitar Rp30 juta lebih secara rutin setiap bulannya.
“Di depan Juri Nasional yang terdiri dari staf ahli Ekonomi BI, staf ahli Dirjen Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren serta pakar ekonomi yang merupakan dosen UI, PDM diberikan waktu untuk persentase memaparkan faktor-faktor yang menunjang kemandirian PDM,” terangnya.
Ketiga finalis, pungkasnya, juga menjadi narasumber pada Syari’ah Pesantren pada Seminar FES di Bengkulu. Seminar tersebut dihadiri lebih dari 100 orang dari SD pesantren se-Provinsi Bandar Lampung sebagai tuan rumah.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PDM, Jafar Syahbuddin Ritonga DBA menambahkan bahwa satu hal menarik dari PDM yang menguatkannya terpilih sebagai Pesantren Unggulan Mandiri adalah yaitu kebun kopi Arabica lengkap pabriknya. Kini PDM sudah memiliki kebun kopi yang sudah menghasilkan sekitar 4 hektar dan sedang dalam proses pembukaan lahan baru sekitar 5 hektar.
Sementara target PDM minimal memiliki kebun kopi sekitar 50 hektar, sehingga nantinya Biaya Operasional Pesantren bisa benar-benar mandiri tanpa bergantung pada SPP peserta didiknya. Tujuannya, agar PDM bisa terus eksis dan mempertahankan kualitas pendidikannya.
“Kedepan kami menargetkan kalau PDM minimal mempunyai kebun kopi seluas 50 hektar, karena pabrik mini untuk pengolahannya sudah selesai di bangun. Tujuannya, untuk membantu biaya operasional PDM sehingga lebih mandiri dan tidak tergantung pada SPP peserta didik. Dengan demikian, PDM bisa terus eksis dan dapat menjaga kualitas pendidikannya,” ungkapnya.
Jafar Syahbuddin yang juga menjabat Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritongan (Yaspenhir), badan pengelola PDM ini mengatakan, disamping PDM sebagai salah satu referensi pendidikan yang berkecimpung di bidang sains, juga terus berupaya agar PDM bisa memberikan dampak positif baik secara sosial dan ekonomi.
Diutarakannya, PDM didirikan menjadi lembaga pendidikan yang bersifat social orientik yang harus mampu memberikan dampak yang baik bagi kehidupan sosial di daerah sekitarnya seperti lapangan kerja dan bantuan dana, serta memberikan motivasi bagi masyarakat untuk lebih giat berusaha. Maka CSR PDM juga diberikan terutama bagi masyarakat di daerah sekitar.
“PDM tidak ingin menjadi menara yang menjunjung tinggi ditengah kehidupan masyarakat yang yang serba kekurangan. Maka, sekitar Rp30 juta lebih kami salurkan kepada mereka yang membutuhkan seperti insentif guru mengaji, beasiswa pendidikan tidak mampu, sumbangan biaya hidup bagi orangtua jompo, santunan bagi anak yatim, bantuan dana buka usaha dan lain-lain. Semua dananya diambil dari keuntungan PDM,” tutup Jafar. (Borneo)