Tegakkan Keamanan di Laut, Lanal Sibolga Tangkap 1 Unit Kapal Bom Ikan

Tegakkan Keamanan di Laut, Lanal Sibolga Tangkap 1 Unit Kapal Bom Ikan

18/08/2018 0 By Redaktur 3

SIBOLGA | Tegakkan Keamanan di Laut, Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Sibolga berhasil menangkap 1 (satu) unit kapal yang diduga menggunakan bahan peledak (handak) atau bom ikan di perairan kawasan Labuhan Angin, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jum’at (17/8/2018) sekitar pukul 22.00 WIB.

Danlanal Sibolga Letkol (P) Fajar Priyanto saat konfrensi pers, Sabtu (18/8/2018) menyampaikan bahwa penindakan yang dilakukan oleh Tim Lanal Sibolga berhasil melakukan penangkapan KM Restu Bunda II, dengan tanda selar GT 06 No. 232/S.69, bersama 9 orang crew kapalnya, yang diduga melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (handak).

“Kemarin, tepatnya tanggal 17 Agustus 2018, sekitar pukul 22.00 WIB, kami melaksanakan penangkapan kapal ikan yang diduga menggunakan bahan peledak. Sebelumnya Tim Lanal Sibolga telah mendeteksi, menunggu hingga dilakukan penangkapan kapal tersebut,” terang Fajar.

Masih dikatakan Fajar, ini merupakan bagian komitment sejak pertama kali menjabat sebagai Danlanal Sibolga bahwa akan melakukan penegakan keamanan di wilayah kerjanya. Banyak pelanggaran keamanan yang terjadi di wilayah perairan Sibolga, salah satu contohnya adalah penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing).

“Tujuan dari penangkapan ini, sesuai dengan perintah dan amanah yang saya terima dari pimpinan saya Pangarmabar Laksamana Muda Yudo Margono, bahwa saya menjabat sebagai Danlanal harus berkomitment untuk menegakkan kedaulatan dan keamanan yang menjadi wilayah kerja saya,” ucapnya.

Fajar juga menyampaikan, perintah dan amanah yang disampaikan ini merupakan penangkapan yang keempat kalinya, yang menggunakan alat tangkap ikan secara ilegal atau illegal fishing.

“Penggunaan handak ini merupakan kejahatan yang terbesar dibidang perikanan, karena semua ekosistem laut dan terumbu karang akan rusak. Karena bila terumbu karang rusak maka nelayan tradisional akan jauh menangkap ikan,” katanya.

Lanjut Fajar,  kedepan apabila penggunaan bahan handak ini dapat dihentikan secara bertahap maka Lanal Sibolga akan melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan untuk melakukan program pembinaan transplantasi terumbu karang.

“Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain kompresor 1 set, dupa, belerang, korek api, baju selam serta perlengkapan selam lainnya untuk mengambil ikan,” ucapnya. (Freddy A Pardosi)