Kejari Eksekusi Terpidana Kasus Rusunawa Sibolga, Kuasa Hukum Akan Ajukan PK

Kejari Eksekusi Terpidana Kasus Rusunawa Sibolga, Kuasa Hukum Akan Ajukan PK

01/09/2018 0 By Redaktur 3

SIBOLGA | Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga menahan terpidana Januar Efendy Siregar mantan Plt Kepala Dinas (Kadis) PKAD Kota Sibolga, Jumat (31/8/2018). Penahanan dilakukan sebagai tindaklanjut putusan Mahkamah Agung terhadap Kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU), atas dugaan kasus korupsi pengadaan lahan Rusunawa Kota Sibolga.

Terpidana Januar Efendy Siregar dieksekusi sete­lah memenuhi panggilan Kejari Sibolga. Januar Efendy Siregar langsung dibawa ke Lapas Kelas II A Sibolga, di Jalan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Eksekusi itu sesuai dengan putusan dari Mahkamah Agung RI yang memerintahkan supaya terpidana ditahan dengan penjara selama 2 tahun dan denda Rp 50 juta.

Kasi Pidsus Kejari Sibolga Dayan Pasaribu saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa bahwa kasasi kejaksaan, telah diterima oleh Mahkamah Agung dan dari Mahkamah Agung telah keluar keputusannya No. 2124, tertanggal 9 Mei 2018.

“Yang baru turun Januar, dalam putusannya penjara selama 2 tahun. Kalau Juli belum lagi, nanti kalau sudah turun kita akan tetap laksanakan eksekusi,” kata Dayan.

Sementara itu, Bangun Siregar SH selaku kuasa hukum Januar Efendy Siregar menyampaikan bahwa yang pasti Januar Efendy Siregar akan melakukan langkah hukum berupa penin­jau­an kembali (PK) dan juga akan melakukan langkah-langkah lain, melakukan pengaduan-pengaduan instansi ke pejabat negara sehingga masalah ini terkuak.

“Banyak hal yang harus kami pertanyakan dan akan kami tuangkan dalam peninjauan kembali ke Mahkamah Agung agar masalah ini ditindak lanjuti kembali,” kata Bangun.

Lanjut Bangun, menilai ada sejumlah kejanggalan dalam kasus ini. Kejanggalan yang pertama dalam kasus ini, Mengapa hanya Januar Siregar yang menjadi terpidana. Dan kejanggalan yang kedua, dalam proses penyidikan, bahwa Januar adalah Plt disalah satu instansi Pemko Sibolga. Artinya dalam pelaksanaan tuposkinya itu berdasarkan surat perintah dari Walikota Sibolga dan juga ada surat kuasa yang diberikan dari Walikota Sibolga, sehingga apapun yang dilakukannya itu harus mendapat restu dari Walikota Sibolga. Sehingga akan mempertanyakan, Mengapa Walikota Sibolga dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Medan tidak pernah hadir, dipanggil secara berulang-ulang, Walikota Sibolga tidak pernah hadir. Apakah ini menggambarkan penaatan terhadap hukum.

“Siapapun dia, ketika dipanggil oleh pengadilan, Jangankan Walikota, Presiden sekalipun ketika pengadilan yang memanggil, wajib datang, itu hukumnya. Jadi supaya tidak ada diskriminasi dalam hukum,” jelasnya.

Amatan Wartawan, rombongan terpidana Januar Efendy Siregar, yang didampingi kuasa hukumnya Bangun Siregar SH dan istri terdakwa sekitar pukul 10.30 Wib tiba di kantor Kejaksaan Negeri Sibolga, dan langsung menemui petugas piket. Setelah itu keduanya langsung naik ke lantai II untuk menemui Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sibolga Dayan Pasaribu dan tidak berapa lama, sekitar pukul 11.00 WIB, kemudian terpidana Januar Efendy Siregar langsung dibawa menuju Lapas Kelas II A Sibolga. (Freddy A Pardosi)