9 Orang Lulus Diksar Angkatan VI KPA Forester Tabagsel

9 Orang Lulus Diksar Angkatan VI KPA Forester Tabagsel

03/09/2018 0 By Redaktur 1

TAPSEL I Sembilan orang dinyatakan berhasil lulus Pendidikan Dasar (Diksar) Angkatan VI dan resmi menjadi anggota KPA Forester Tabagsel, yang dimulai 10 Juli dan berakhir 2 September lalu.
Ketua Umum KPA Forester Tabagsel, Ahmad Yani Batubara SH mengatakan, penerimaan anggota baru merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk meregenerasi keanggotaan dalam tubuh organisasi.
“Dan tahun ini adalah tahun ke -VI kami menerima anggota baru,” ucap Ahmad Yani, Minggu (2/9) lalu.
Ia berharap, dengan lulusnya keanggotaan baru tersebut, akan melahirkan generasi baru pecinta alam yang memiliki bekal ilmu alam yang mumpuni untuk menunjang kelancaran saat beraktivitas di alam bebas kedepannya.
Diutarakannya, proses perekrutan anggota baru tahap pertama sudah dimulai sejak tanggal 10 Juli 2018 yaitu tahap pendaftaran. Kemudian dilanjutkan dengan upacara pembukaan Diksar yang berlangsung di lapangan Sekretariat KPA Forester Tabagsel tanggal 19 Agustus 2018, sebagai awal proses tahap pertama yaitu Pendidikan Dasar Ruang (PDR). PDR berlangsung selama 8 hari. Pada tahap ini peserta didik mengikuti Diksar pecinta alam berupa pendidikan yang ditekankan pada pemahaman materi dasar pecinta alam dibarengi dengan simulasi sederhana pada setiap materi yang diajarkan.
Tahap kedua merupakan tahap Pendidikan Dasar Lapangan (PDL) yang berlangsung selama 5 hari sejak tanggal 29 Agustus-2 September 2018. Pada tahap ini semua peserta mengaplikasikan semua materi pembelajaran yang telah dipelajari pada tahap pertama.
“Minggu, 2 September 2018 merupakan puncak dari rangkaian penerimaan anggota baru KPA Forester Tabagsel,” ucap Ahmad Yani.
Diksar, pungkasnya, merupakan pintu gerbang kurikulum pendidikan pecinta alam. Sebuah ritual sakral yang tiap-tiap organisasi di seluruh Indonesia melaksanakannya. Dalam kegiatannya, terangnya, Diksar diselenggarakan bukan tanpa dasar, proses-proses pembelajaran di dalamnya telah direncanakan secara matang.
“Kita tahu bahwa kegiatan di alam bebas memiliki resiko yang tinggi menyangkut keselamatan jiwa. Karena itu, kematangan penyelenggaraan Diksar benar-benar diuji disini,” terangnya.
Sebagai organisasi pecinta alam profesional, tegasnya, KPA Forester Tabagsel melaksanakan Diksar sebagai formula terbaik dalam regenerisasi anggota agar roda organisai dapat terus berjalan.
“Selain itu, juga berfungsi sebagai wadah bagi kaum muda/mudi dalam berkativitas positif, sehingga terhindar dari pergaulan bebas yang cenderung membawa dampak negartif bagi kehidupan masyarakat,” tuturnya.
Ketua Panitia Penerimaan Anggota Baru dan Diksar Pecinta Alam, Reunisah Darwanti Putri Siregar mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari regenerasi keanggotaan di KPA Forester Tabagsel.
Pada tahun ini, terangnya, PDL mengambil tempat di kawasan hutan Batangtoru, tepatnya di sekitar Desa Simaninggir, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapsel.  “Daerah ini kami anggap tepat dijadikan tempat calon anggota belajar mengaplikasikan ilmu kepecintaalaman yang telah dipelajari pada masa pendidikan. Selain kondisi hutan yang masih dalam keadaan baik, juga kontur hutan yang bergunung, sehingga tepat untuk mengaplikasikan ilmu navigasi darat juga jungkir survival,” jelasnya.
Diksar pecinta alam, sebutnya, merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan generasi pecinta alam yang profesional. Dalam aktivitasnya, petualangan alam bebas merupakan kegiatan yang mengandung resiko.
“Untuk itulah Diksar di anggap perlu dan penting untuk dilaksanakan,” jelasnya.
Sementara itu, Nisa Afrida Simanjuntak, salah satu peserta Diksar usai upacara pelantikan menyampaikan rasa syukurnya, karena berhasil lulus menjadi anggota KPA Forester Tabagsel.
“Perjuangan berat kami dalam tahap belajar ini telah menguras fisik dan mental yang luar biasa. Jiwa korsa dan rasa persaudaraan yang coba ditanamkan oleh senior-senior berhasil merasuk ke dalam jiwa kami. Terima aksih untuk kakak-kakak senior kami yang tiada lelah membina kami tiada henti,” tuturnya.
Demikian juga dengan Yudi dan Putra Harahap, yang juga lulus menjadi anggota KPA Forester mengutarakan, suasana tangisan haru peserta pecah saat satu persatu  nama mereka dipanggil untuk maju ke depan saat upacara.
“Dimana slayer biru yang selalu kami kenakan saat masa pendididikan diganti dengan slayer merah pertanda kami telah lulus menjadi anggota,” pungkas keduanya.
Salah seorang Dewan Pendiri dan Senior KPA Forester Tabagsel, Decky Chandrawan dan M. Saleh Ritonga mengapresiasi suksesnya pelaksanaan Diksar tersebut. Sebab, Angkatan VI ini merupakan motor penggerak untuk organisasi, kelompok yang sudah sekian tahun di dirikan oleh Dewan Pendiri dari berbagai kalangan yang disatukan dengan prinsip kekeluargaan.
“Sehingga dapat menjadikan KPA Forester Tabagsel sebagai wadah yang bergengsi dan melahirkan SDM yang cakap dan profesional,” ucap keduanya.
KPA Forester Tabagsel merupakan suatu organisasi kepecintaalaman yang berstatus independen dan berdomisili di Kota Padangsidimpuan. Berdiri pada tanggal 1 Desember 2011 di Kota Padangsidimpuan dan merupakan salah satu organisasi pecinta alam tertua dan masih aktif hingga sekarang.
KPA Forester Tabagsel tetap konsisten melakukan kegiatan petualangan alam bebas, eksplorasi potensi wisata alam, upaya perlindungan alam, kegiatan sosial masyarakat dan lainnya. (Borneo)