Darul Mursyid Berjaya di Tingkat SMA Pada MSC 2018

Darul Mursyid Berjaya di Tingkat SMA Pada MSC 2018

03/09/2018 0 By Redaktur 1

TAPSEL I Pesantren Modern Unggulan Terpadu “Darul Mursyid” (PDM) yang beralamat di Desa Sidapdap Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali berjaya pada Medan Science Competition (MSC) tingkat SMA-sederajat, tanggal 26 Agustus 2018 lalu.
PDM yang juga dikenal sebagai sekolah pencetak juara sains yang berakhlakul karimah, kembali berjaya dengan perolehan prestasi sains terbanyak di tingkat SMA-sederajat pada event MSC ini.
Disampaikan Kepala Madrasah Aliyah (MA) PDM, Husnil Walad MPd, event MSC yang diselenggarakan Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia (POSI) ini memang diikuti sekolah-sekolah terbaik yang unggul dibidang sains di Sumatera Utara (Sumut). Bahkan dari luar provinsi seperti Aceh dan Provinsi Riau juga ikut bersaing. Namun, Darul Mursyid berhasil membuktikan dirinya dengan meraih prestasi yang cukup memuaskan.
“Alhamdulillah, kami bersyukur kepada Allah SWT atas pencapaian prestasi anak didik kami di event MSC 2018 ini. Kami melihat semua sekolah terbaik dan unggul dibidang sains mengikuti, baik dari Provinsi Sumut bahkan dari Aceh dan Riau,” ucap Husnil Walad, pekan lalu.
Husnil menegaskan, capaian prestasi ini menjadi pembuktian bahwa Darul Mursyid bisa sejajar dan bahkan unggul dibandingkan dengan sekolah umum unggulan lainnya.
“Semoga prestasi ini bisa dipertahankan,” ungkap Husnil.
Dipaparkannya, total prestasi PDM sebanyak 8 emas, yang diraih Ahmad Soleman, Bintang Puragabaya, Sultan Samsuddin Ritonga, Muhammad Anwar Ibrahim, Mukhlas Mahrawi, Alfi Hidayat Hutasuhut, Muhammad Fathur Rizki dan Fakhri Huseini.
Sedangkan siswa Darul Mursyid yang berhasil meraih perak ada 8 orang atas nama Abu Syukri Alamsyah, Sabina Ruwayya Siregar, Fajir Baihaki, Aqnan Hamid, Dimas Ferdi Hasan, Raja Akbar Pasaribu, Muhammad Ribhi Marbun dan Muhammad Rizqan Qintara. Sementara yang berhasil meraih perunggu sebanyak 6 orang, yakni Azhar Anas Rambe, Ahmad Kurniawan Hutasuhut, Dira Anta Qari Hasibuan, Reza Zulfahmi, Rosma Hairani dan Subhan Zuhri.
“Dalam catatan kami, PDM merupakan sekolah peraih prestasi terbanyak dilihat dari segi perolehan secara total (emas, perak dan perunggu-red), yakni sebanyak 22 orang yang terdiri dari 8 emas, 8 perak dan 6 perunggu. Sedangkan yang masuk dalam tiga besar sekolah terbanyak yang meraih prestasi di MSC ini adalah SMA Sutomo 1 Medan dengan 10 emas, 5 perak dan 3 perunggu, dan SMA Methodist-2 meraih 6 emas, 6 perak dan 3 perunggu. Memang SMA Sutomo 1 Medan masih unggul 2 emas, tapi kami unggul pada perolehan perak dan perunggu,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang berbeda, Direktur PDM, Jafar Syahbuddin Ritonga DBA juga mengungkapkan kegembiraannya atas keunggulan anak didiknya di MSC 2018 ini.
Menurutnya, moment ini penting karena para peserta didiknya bisa mengukur kemampuan dan memupuk rasa percaya diri.
“Pertama saya sangat bersyukur kepada Allah SWT, karena prestasi ini juga atas izin-Nya. Kemudian saya mengucapkan terimakasih dan rasa bangga saya kepada semua anak didik kami yang berprestasi dan semua yang ikut dalam event ini. Semoga dengan moment ini anak-anak kami bisa mengukur kemampuannya dibandingkan dengan sekolah umum lainnya yang nota bene berada di perkotaan. Juga bisa memupuk rasa percaya diri mereka bahwa mereka juga bisa dan terbukti bisa meraih prestasi di dalam event ini,” ucapnya.
Jafar yang juga Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir), badan mengelola PDM ini mengatakan, PDM telah memberikan warna tersendiri dalam event MSC ini, karena sebagai peserta yang berasal dari pesantren juga bisa sejajar dan bisa lebih unggul dibandingkan dengan sekolah umum lainnya.
Pihaknya juga bertekad akan menjadi ikon pesantren berbasis sains yang dibuktikan dengan deretan prestasi.
“Kami ingin membuktikan bahwa pesantren harus sejajar dan kalau bisa lebih unggul di bidang sains dibandingkan dengan sekolah umum lainnya. Hal itu memang tidak mudah tapi kami percaya dengan kerja keras, upaya maksimal dan do’a yang sungguh-sungguh insya Allah bisa tercapai. Mohon do’anya ya,” tutur Jafar. (Borneo)