Martabe Dorong Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan

Martabe Dorong Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan

03/09/2018 0 By Redaktur 1

TAPSEL I PT. Agincourt Resources (AR), pengelola Tambang Emas Martabe, bekerja sama dengan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali menyelenggarakan Gelar Karya Tani Mandiri (GKTM) 2018, bertempat di Sopo Daganak, Batangtoru, Sabtu (1/9) dan Minggu (2/9) lalu.
Kegiatan bertemakan “Merengkuh Asa Petani Untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan” tersebut bertujuan mendorong peningkatan kesejahteraan para petani, serta kemandirian dan ketahanan pangan di Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru.
Acara digelar dalam bentuk seminar dan program peningkatan kapasitas bagi sekitar 500 orang petani.
Senior Manager Community PT. AR, Pramana Triwahjudi menuturkan, 70% dari masyarakat Batangtoru bermata pencarian bertani. Keberadaan para petani tidak dapat lagi dipandang sebelah mata, karena kehadiran mereka sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional. Kendati demikian, keberhasilan para petani juga tak dapat dilepaskan dari peran para pemangku kepentingan.
“Di GKTM 2018 kami memberi penekanan pada pentingnya peranan dan kesamaan sudut pandang para pemangku kepentingan terkait seperti pemerintah daerah dan setempat, akademisi dan lainnya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyamakan visi para pemangku kepentingan demi mewujudkan ketahanan pangan, merumuskan strategi kemitraan multi pihak yang berkelanjutan, dan menjadi media interaksi antara petani dengan pemangku kepentingan,” ucap Pramana.
Para pembicara seminar yang mengambil tema “Peran Pemangku Kepentingan dalam Upaya Penguatan Rantai Usaha Tani” berasal dari UPT Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara, Distan Kabupaten Tapsel, PT. BISI International Tbk, Fakultas Pertanian Universitas Graha Nusantara (UGN) Padangsidimpuan serta PT. AR.
Program peningkatan kapasitas petani mengusung tema “Petani SUPRA (Sukses, Produktif dan Aktif)”. Adapun petani sukses berarti petani mampu menerapkan pola kemandirian dan profesionalisme. Produktif menandakan petani yang terampil dalam budidaya dan inovasi yang menunjang produksi. Sedangkan aktif berarti keluwesan petani dalam memperkuat jaringan dan berpartisipasi aktif di masyarakat.
Sasaran GKTM 2018 ini yakni untuk mengupayakan kepastian rantai usaha tani yang berkelanjutan dengan terus meningkatkan daya saing teknologi dan ekonomi, mendorong semangat usaha tani untuk meningkatkan perekonomian domestik serta penyegaran mental dan jasmani para petani.
Selain para petani dari berbagai kelompok di Batangtoru dan Muara Batangtoru, GKTM 2018 juga mengundang kelompok usaha mitra dampingan Tambang Emas Martabe, dan perwakilan kelompok tani dari Sentra Pertanian Kabupaten Tapsel meliputi dari Kecamatan Batang Angkola, Tano Tombangan dan Sayur Matinggi.
“Kami selalu membuka kesempatan luas untuk meningkatkan kapasitas para petani. Ini sangat penting untuk mendukung program pemerintah, yakni mampu menunjukkan kekuatan Indonesia sebagai salah satu negara agraris di dunia,” pungkasnya.
Pramana mengutarakan, kedaulatan pangan telah menjadi salah satu visi pemerintah Indonesia untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
“Pencapaian visi ini tentu tidak bisa lepas dari peran tiap daerah untuk mendukung cita-cita nasional sehingga menciptakan pergerakan positif secara menyeluruh,” tutup Pramana. (Borneo)