Danlanal Sibolga Paparkan Materi Dawilhanla Bagi Peserta LDDK

Danlanal Sibolga Paparkan Materi Dawilhanla Bagi Peserta LDDK

20/09/2018 0 By Redaktur 3

TAPTENG | Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Sibolga Letkol Laut (P) Fajar Priyanto K, S.T, memberikan pemaparan materi terkait Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut (Dawilhanla) kepada 108 peserta LDDK siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang kemaritiman jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI), Teknik Kapal Penangkap Ikan (TKPI) dan Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) , di Aula Pelayaran SMK Negeri 3 Sibolga, Jalan Tukka Sibuluan Raya, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Rabu (19/9/2018).

Pada kesempatan itu, Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Fajar Priyanto K, S.T menjelaskan bahwa laut mempunyai arti penting dalam kehidupan berbangsa. Diantaranya, media pemersatu bangsa, media perhubungan, media penyedia sumber daya alam, media pertahanan dan keamanan serta media membangun pengaruh.

“Di masa lampau 2 kerajaan bercorak maritim yakni Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit yang mampu menduduki jalur strategis karena memanfaatkan kekuatan lautnya. Bukan dengan kekuatan perang, tetapi dengan diplomasi. Dengan Armada lautnya, kerajaan itu mampu menguasai perekonomian dan perdagangan,” jelas Fajar, Perwira lulusan AAL tahun 1999.

Masih disampaikan Fajar, bahwa Indonesia diakui oleh dunia sebagai negara kepulauan yang sangat strategis posisinya. Dan perlu diingat, Indonesia tidak dipisahkan lautan, namun disatukan oleh lautan.

“TNI- AL berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan, yang melaksanakan tugas- tugas, diantaranya adalah Dawilhanla.Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka menyiapkan segenap potensi maritim yang ada, untuk menjadi kekuatan pertahanan nasional. Sesuai dengan sistem pertahanan yang bersifat semesta,” terangnya.

Lanjut Fajar, penguatan di bidang maritim sebagai upaya untuk mewujudkan kekuatan penangkal awal. Yaitu, dalam menghadapi Ancaman dan Gangguan yang dapat menghambat pembangunan nasional.

“Tujuan Pertahanan Maritim, diantaranya, tercegahnya pihak- pihak yang akan mengganggu kedaulatan negara dan keutuhan wilayah NKRI. Tertanggulanginya setiap bentuk ancaman aspek maritim. Terciptanya kondisi laut yang terkendali. Serta terintegrasinya seluruh komponen keamananan maritim,” jelasnya.

Fajar juga menjelaskan, mengacu pada kondisi tersebut, implementasi dari Dawilhanla harus dilaksanakan secara efektif, efisien dan komprehensif serta terintegrasi. Pada akhirnya akan mengarah pada perwujudan cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia.

“Ada 6 elemen kekuatan maritim sebagai pra syarat pembangunan kekuatan maritim, yaitu, posisi geografi, garis pantai, Externt of Territory, jumlah populasi, karakter bangsa dan pemerintahan.  Dan TNI- AL bersama segenap komponen bangsa akan berusaha sekuat tenaga, mengembalikan jati diri bangsa sebagai Bangsa Maritim yang berjaya di laut,” terangnya. (Freddy A Pardosi)