Militansi Adalah Harga Mati Bagi Seorang Militer

Militansi Adalah Harga Mati Bagi Seorang Militer

02/10/2018 0 By Redaktur 3

SIBOLGA | Danrem 023/KS Kolonel Inf Mohammad Fadjar MPCIT memberikan pengarahan kepada Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil Korem 023/KS dan jajaran. Kegiatan tersebut berlangsung di aula Gupala Makorem, jalan Datuk Itam Nomor 1 Kota Sibolga, Senin (23/9/2018).

Dalam arahannya, Danrem 023/KS Kolonel Inf Mohammad Fadjar MPCIT berharap semua harus paham apa yang harus dilakukan sesuai dengan fungsi dan tugasnya dan apa yang tidak boleh diperbuat, sehingga pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sehari-hari dapat terlaksana dengan lancar, tetap semangat untuk selalu berbuat yang terbaik bagi satuan.

“Sehingga dalam diri kita muncul daya tahan dan tidak tergoda untuk melakukan pelanggaran sekecil apapun yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun satuan,” kata Fadjar.

Selain itu Fadjar juga berpesan agar jangan Egois untuk menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat, jangan coba-coba berbohong, karena kebenaran dan kejujuran merupakan sikap seseorang prajurit.

“Apa yang keluar dari dalam hati nurani setiap manusia dan bukan merupakan apa yang keluar dari hasil pemikiran yang melibatkan otak dan hawa nafsu,” ucapnya.

Fadjar juga berharap kepada prajurit jajaran Korem 023/KS agar militansinya tetap baik, Danrem juga menjelaskan militansi yang baik itu harus didukung oleh disiplin, loyalitas, pengabdian, jiwa pantang menyerah, semangat dan selalu gembira dalam melaksanakan tugas. Militansi adalah  harga mati bagi  seorang militer.

“Perkembangan alusista negara-negara super power dan negara yang sedang berkembang  terus berupaya untuk  menggelontorkan dana keamanannya. Ada dua kutub kekuatan militer yaitu Nato dibawah pimpinan AS dan Pakta Warsawa pimpinan Uni Soviet. Dua  kutub itulah masing-masing menciptakan dan berlomba membuat senjata untuk mempertahankan kelompoknya, maka terciptalah senjata nuklir, rudal, peluru kendali antar benua dan pangkalan militer,” jelasnya.

Mengakhiri pengarahannya Danrem 023/KS  Kolonel Inf  Mohammad Fadjar MPICT berpesan kepada  jajarannya agar selalu bisa merebut  hati dan pikiran masyarakat sehingga idiologi/paham/keyakinan tidak dikuasai oleh pihak lain, karena saat ini ada perubahan paradigma peperangan yaitu perang informasi, perang intelijen, perang elektronika, perang urat syaraf, perang hacker dan perang proxy.

“Inilah yang disebut dengan Perang Hibrida dan inilah yang menjadi ancaman bagi kita. Medan peperangannya adalah  ruang darat, ruang laut, ruang udara, ruang cyber, ruang angkasa dan  ruang persepsi. Tetapi kita harus tetap  semangat,“ pungkasnya. (Freddy A Pardosi/rel)