4 Emas, 2 Perak dan 1 Perunggu Raihan Siswa Darul Mursyid Pada SCE 2018

4 Emas, 2 Perak dan 1 Perunggu Raihan Siswa Darul Mursyid Pada SCE 2018

16/10/2018 0 By Redaktur 1

TAPSEL I Tujuh orang siswa Pesantren Modern Unggulan Terpadu “Darul Mursyid” (PDM) kembali meraih prestasi pada Science Competition Expo (SCE) yang digelar di Medan tanggal 6-7 Oktober 2018 lalu.
Disampaikan Kepala Divisi Pembinaan Kejuaraan Sains PDM, Ahmad Suheili Pulungan, dari informasi yang mereka peroleh, SCE yang digelar Institut Olimpiade Sains dan Tenaga Pendidikan Indonesia (IOSPTI) ini diikuti sekitar 10.000 peserta dari berbagai Provinsi, seperti Aceh, Sumatera Barat, Riau dan tuan rumah Sumatera Utara (Sumut).
“Persaingan semakin ketat dari tahun ke tahun, walau ada beberapa hal yang perlu kami evaluasi setelah mengikuti event ini,” ucap Suheili, Selasa (9/10) lalu.
Meski demikian, pungkas Suheili, PDM mampu mengantarkan tujuh siswanya meraih prestasi. Ketujuhnya yaitu Anwar Ibrahim dan Mukhlas Mahrawi masing-masing meraih Emas pada bidang studi Ekonomi, Sultan Samsuddin meraih Emas pada bidang studi Astronomi, M. Fathur Rizki meraih Emas pada bidang studi Kebumian.
Kemudian, Dimas Ferdi Hasan meraih Perak di bidang studi Ekonomi, Ahmad Soleman Dongoran meraih Perak bidang studi Geografi dan Abu Syukri Alamsyah meraih Perunggu di bidang studi Kebumian.
“Kami mengucapkan rasa bangga kami atas prestasi yang ditorehkan ketujuh siswa kami. Karena, prestasi ini mengukuhkan eksistensi prestasi PDM dikancah sains di tingkat Regional. Mereka juga telah memberikan kebanggaan kepada orangtua mereka lewat prestasi yang berhasil mereka bawa pulang. Semoga kedepan semakin baik lagi,” ucap Suheili.
Pada kesempatan yang berbeda, Direktur PDM, Jafar Syahbuddin Ritonga DBA mengatakan bahwa hal yang terpenting dari pencapaian anak didiknya di kancah ini adalah menjaga konsistensi perolehan prestasi siswa PDM dari tahun ke tahun bahkan di berbagai event.
“Saya merasa bangga atas prestasi yang mereka torehkan dan saya berterimakasih karena mereka selain meraih prestasi yang cukup menggembirakan, juga yang paling penting adalah konsistensi atas prestasi yang diraih,” ujar Jafar.
Karena, terang Jafar yang juga menjabat Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir), badan pengelola PDM ini, banyak sekolah bisa meraih prestasi di suatu event, tapi hanya muncul sekali atau dua kali saja.
“Setelah itu langsung ‘hilang’. Karena memang yang paling sulit itu adalah konsistensinya,” ungkap Jafar. (Borneo)