Mangulosi, Sambutan Hangat secara Adat kepada Pimpinan PT. NSHE

Mangulosi, Sambutan Hangat secara Adat kepada Pimpinan PT. NSHE

19/10/2018 0 By Redaktur 1

TAPSEL I Adat dan budaya memiliki peran strategis dalam setiap program pembangunan, baik program pembangunan pemerintah maupun swasta, seperti pembangunan PLTA Batangtoru oleh PT. North Sumatera Hydro Energy (NSHE).
Secara adat, kehadiran pimpinan manajemen proyek pembangunan energi baru terbarukan tersebut mendapat sambutan hangat dari tokoh adat dan tokoh masyarakat.
Ditandai dengan prosesi adat berupa mangulosi oleh sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat daerah setempat atas kehadiran Bupati Tapsel, H. Syahrul M. Pasaribu SH, Komisaris dan Direktur PT. NSHE, Muhammad Munir dan Sarimuddin Siregar dan lainnya pada kegiatan penanaman Demplot Model Kolaborasi Pengayaan Tanaman Multifungsi pada Koridor Satwa Bulu Mario di Lanskap Batangtoru, Senin (15/10) lalu.
Sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat diantaranya raja luat Sipirok, Edward Siregar, tokoh adat Tapsel, Mangaraja Tenggar, tokoh masyarakat Marancar, Maraiman Nasution, tokoh masyarakat Bulu Mario, Mara Uluan dan Maraman Dame, hatobangon Bulu Mario, Mara Malim, Mara Bangun, Baginda Habonaran, harajaon Bulu Mario, Baginda Parlindungan, Bahrum, raja pamusuk, Baginda Salendongan dan lainnya, menyambut secara adat Bupati Tapsel, H. Syahrul M. Pasaribu SH, Komisaris dan Direktur PT. NSHE, Muhammad Munir dan Sarimuddin Siregar serta lainnya saat tiba di lokasi acara.
Diawali dengan mangkobar secara bergantian oleh sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat. Usai mangkobar, para tokoh adat dan tokoh masyarakat tersebut mangulosi Bupati Tapsel, Syahrul M. Pasaribu, Komisaris dan Direktur PT. NSHE, Muhammad Munir dan Sarimuddin Siregar, serta lainnya.
Mara Uluan, tokoh masyarakat Desa Bulu Mario menyebutkan bahwa warga optimis kepemimpinan Bupati Tapsel, H. Syahul M. Pasaribu akan sanggup melaksanakan program pembangunan yang akan mengangkat harkat dan martabat Tapsel, khususnya masyarakat Bulu Mario, dengan adanya pembangunan PLTA di daerah tersebut.
“Mari kita dukung Bupati dalam membangun Tapsel,” ajaknya.
Pada kesempatan itu, Mara Uluan juga menghimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga program pembangunan pemerintah, termasuk program pembangunan PLTA Batangtoru.
Mangaraja Tenggar, tokoh adat Tapsel yang hadir di acara tersebut kepada wartawan mengatakan, mangulosi merupakan ungkapan penghormatan secara adat kepada tamu yang datang di daerah tersebut. Tujuannya diantaranya agar terhindar dari mara bahaya selama berada di daerah tersebut dan selamanya.
“Mangulosi (menyematkan kain tenun khas daerah Tapsel) terhadap tamu merupakan ungkapan rasa hormat yang tinggi, agar selamat dalam menjalankan aktivitasnya di daerah kita dan dimana saja,” ucap Mangaraja Tenggar.
Muhammad Munir, Komisaris PT. NSHE menyampaikan salut dan rasa senangnya atas keramahan seluruh komponen masyarakat setempat, termasuk adat istiadat dan budaya yang tetap terpelihara dengan baik.
Menurutnya, sambutan secara adat tersebut sebagai salah satu pertanda baik akan kehadiran mereka untuk berinvestasi di Tapsel ini.
Hal itu menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus bergandengan tangan dengan seluruh stake holder dan kamponen yang ada, termasuk tokoh adat dan tokoh masyarakat sekitar pembangunan PLTA.
Disamping mangulosi, rombongan Bupati dan pimpinan manajemen PT. NSHE juga disambut tari persembahan khas Tapsel. (Borneo)