Akhir 2018, Lindi TPA Batu Bola Akan Teratasi

22/10/2018 0 By Redaktur 1

PADANGSIDIMPUAN I Akhir tahun 2018 ini, persoalan lindi atau leachate (cairan yang berasal dari tumpukan sampah) TPA Batu Bola di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan akan teratasi.
Dikatakan Arman Pasaribu, staf khusus Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu SE.Ak MM, lindi yang mencemari sungai Batang Ayumi dan aliran air irigasi Batunadua sebagai sumber air untuk MCK, khususnya masyarakat Batunadua Jae akan teratasi, setelah Ketua Komisi VII DPR RI bersama Walikota Padangsidimpuan Periode 2018-2023, Irsan Efendi Nasution SH memperjuangkannya ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Itu buah hasil perjuangan Pak Gus Irawan bersama Pak Walikota. Anggarannya ditampung dalam APBN Perubahan Tahun 2018,” ucap Arman Pasaribu kepada wartawan, Jum’at (19/10) siang lalu.
Diceritakan Arman, hal itu diawali beberapa bulan lalu, Gus Irawan yang merupakan wakil rakyat asal Dapil Sumut 2 ini melaksanakan reses di Kota Padangsidimpuan, tepatnya di Batunadua Jae.
Masyarakat melalui pengurus Mesjid Shirothol Mustaqim mengeluhkan air irigasi Batunadua yang mengalir di daerah tersebut, yang masih digunakan masyarakat untuk beragam keperluan.
Itu karena TPA Batu Bola tepat berada di pinggir sungai Batang Ayumi dan pintu pengatur air irigasi Batunadua.
“Warga mengeluhkan air yang digunakan tidak sebersih dulu lagi, sudah tercemar lindi TPA Batu Bola,” pungkas Arman.
Oleh Gus Irawan yang menjabat Ketua Komisi yang juga membidangi lingkungan hidup ini, membawa aspirasi masyarakat tersebut dalam rapat Komisi VII DPR RI. Di undanglah KLHK melalui Dirjen yang membidanginya. Hasilnya, KLHK menyahuti aspirasi tersebut, bekerjasama dengan LIPI dalam penyediaan alat pengolah lindi, sehingga air yang keluar nantinya sudah menjadi air bersih.
Digambarkannya, nantinya akan dibangun dek penahan sampah, lalu talut atau kanal. Dari talut ini, lindi akan dialirkan ke rumah pompa. Di rumah pompa inilah lindi diproses hingga normal, menjadi air bersih. Setelah itu baru dialirkan ke irigasi.
“Melalui proses itu nantinya, air yang mengalir di irigasi Batunadua sudah terbebas dari lindi. Dalam waktu dekat ini pembangunannya akan dimulai,” terangnya.
Jum’at (19/10) sorenya, staf ahli Walikota, Rahuddin Harahap, Kepala Dinas PU Kota Padangsidimpuan, Armin Siregar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Hj Syahraeni Lubis, pemilik area TPA, Saripuddin Siregar, pelaksana kegiatan, serta lainnya turun ke lokasi meninjau batas-batas area TPA, lokasi titik pembangunan program tersebut.
Sisa Olahan Tahu dan Tempe Akan Jadi Gas
Selain itu juga, sebut Arman, program pemanfaatan sisa pengolahan tahu dan tempe menjadi gas akan terealisasi di salah satu usaha tahu dan tempe di Ujung Padang, Kelurahan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan.
Potensi energi gas itu menjadi perhatian Ketua Komisi VII yang juga membidangi energi, karena dapat menopang peningkatan ekonomi masyarakat, serta lainnya.
“Sumbernya juga dari APBN Perubahan tahun ini,” pungkas Arman. (Borneo)