Soal Dugaan Uang Nasabah BRI Disedot, KPU Tapteng : Itu Tidak Benar

Soal Dugaan Uang Nasabah BRI Disedot, KPU Tapteng : Itu Tidak Benar

27/10/2018 0 By Redaktur 3

TAPTENG | Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tapanuli Tengah (KPU Tapteng) melalui salah seorang komisioner KPU Tapteng Timbul Panggabean SH membantah adanya dugaan bekerjasama Dengan BRI “Sedot” Uang Nasabah.

Menurut Timbul Panggabean SH salah seorang komisioner KPU Tapteng saat dikonfirmasi RAKYAT melalui seluler, Sabtu (27/10/2018) menyampaikan bahwa tidak benar KPU Tapteng diduga bekerjasama Dengan BRI “Sedot” Uang Nasabah.

“Itu tidak benar, dan narasumber sebagai bawahan kami, akan kami lakukan tindakan terhadapnya. Kami akan memanggilnya dan minta penjelasan apa duduk permasalahan yang sebenarnya. Mengapa tidak melapor terlebih dahulu kepada kami,” ucap Timbul Panggabean SH salah seorang komisioner KPU Tapteng melalui seluler, Sabtu (27/10/2018).

Sebelumnya diberitakan, sejumlah nasabah Bank BRI di Kabupaten Tapanuli Tengah merasa kecewa, pasalnya uang yang di tabung ke rekening BRI ternyata bisa menghilang alias ditarik tanpa sepengetahuan nasabah.

Hal ini disampaikan oleh beberapa nasabah BRI yang berdomisili di Tapanuli Tengah kepada RAKYAT, Jumat (26/10). Mereka yang merupakan anggota dan staf PPS di Kabupaten Tapanuli Tengah ini mengaku kehilangan uang di tabungan pembayaran honor untuk bulan September 2018.

“Kemarin, Kamis (25/10) saya cek uang saya di rekening, ternyata sudah ditarik senilai Rp 847.500,- Padahal saya tidak ada menarik uang tersebut,” kata Petrus salah seorang nasabah BRI.

Selanjutnya, pada hari Jumat (26/10) nasabah coba bertanya ke BRI terdekar, namun bukan memberikan penjelasan dengan baik. Malah dengan sombongnya buang badan.

“Waktu saya klarifikasi ke BRI di Unit SM Raja Sibolga, sayang sekali, CSnya tidak se ramah yang saya duga. Langsung ngomong seenaknya. katanya itu KPU yang narik, tanya aja ke KPU. Nah pertanyaannya kok bisa KPU narik uang di rekening saya, seharusnya itu privasi dan tidak boleh orang lain ataupun instansi menarik uang di rekening saya tanpa persetujuan saya. Seharusnya Bank menjaga uang saya, karena saya nabung di BRI. Sayang sekali CSnya malah bentak bentak saya. Berarti bisa seenaknya orang lain narik uang saya di BRI, asalkan BRI ada kerja sama dengan orang itu atau instansi itu,” ungkap Petrus.

Hal yang senada juga disampaikan oleh sejumlah nasabah BRI lainnya yang juga merupakan anggota PPS se-Kabupaten Tapanuli Tengah yang tidak ingin namanya disebutkan menjelaskan bahwa dirinya kaget saat mengecek pembayaran uang honor ditabungannya sudah tidak ada lagi.

“Jadi awalnya direkening kami dimasukkan uang honor Rp 710.000,- nah sebenarnya ini tidak sesuai dengan gaji. Yang seharusnya Rp 847.500,-. Eh beberapa menit kemudian uang kami di Tarik Rp 847.500.-. Ada apa ini, kok bisa BRI menarik uang dari rekening tanpa persetujuan,” katanya.

Sementara itu, salah seorang Pengamat Samahati Lase mengatakan bahwa dengan kejadian itu, berarti keamanan uang di BRI sudah tidak terjamin lagi.

“Kita menabung di BRI supaya uang kita aman, dan tidak bisa ditarik oleh sembarangan orang atau intansi, bahkan seharusnya, istri atau suami tidak bisa menarik uang kita, ini malah pihak ketiga yang sudah bekerjasama dengan pihak Bank BRI untuk menarik uang kita di tabungan, dan seenaknya pulak BRI melempar ke pihak KPU. Seharusnya mereka menjaga uanga kita bukan seenaknya buang badan,” kata Samahati. (Freddy A Pardosi)