8 Siswa Darul Mursyid Raih Prestasi pada TOS UNIMED 2018

30/10/2018 0 By Redaktur 2

Foto : Siswa Darul Mursyid foto bersama usai penyerahan hadiah pada event TOS Unimed 2018.

TAPSEL I Pesantren Modern Unggulan Terpadu “Darul Mursyid” (PDM) kembali menorehkan prestasi sainsnya pada kompetisi Top Olimpiade Sains (TOS) UNIMED Medan pada tanggal 27 Oktober 2018 lalu.

Disampaikan guru pembina dan Ketua Tim PDM, Muhammad Rizki Daulay bahwa event ini di ikuti beberapa sekolah terbaik dan dikenal unggul di bidang sains yang ada di Sumatera Utara (Sumut), diantaranya SMA Sutomo 1 Medan, SMA Methodist 3 Medan, dan lainnya.

“Tapi alhamdulillah, PDM bisa menjadi terbaik kedua dari segi perolehan prestasi,” ucap Rizki, Selasa (30/10).

Dikatakan Rizki, ada lima bidang studi yang diperlombakan, yakni Kimia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika dan Biologi. Namun, PDM yang beralamat di Desa Sidapdap-Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapsel ini hanya mengikuti tiga bidang studi saja, yaitu Matematika, Fisika dan Biologi. Itu karena event ini merupakan kegiatan perdana dan PDM ikut serta.

Adapun prestasi yang diraih siswa PDM sebanyak 8 orang, yakni Dira Anta Qari meraih Emas dan Satria Mustafa meraih Perak pada bidang studi Biologi. Untuk bidang studi Fisika, Alfi Hidayat dan Ahmad Kurniawan berhasil meraih Perak, serta Aqnan Hamid berhasil meraih Perunggu. Sedangkan untuk bidang studi Matematika, M. Ribhi Marbun meraih Emas, Raja Akbar meraih Perak dan Ahmad Rian meraih Perunggu.

“Kami merasa senang karena tiga bidang studi yang kami ikuti semuanya mendapat prestasi yang cukup bagus. Mungkin kedepan kami akan berusaha mengikuti event ini di semua bidang studi,” pungkas Rizki.

Disamping itu, Direktur PDM, Jafar Syahbuddin Ritonga DBA terus memotivasi siswanya agar mengikuti event-event olimpiade sains dimanapun dilaksanakan. Karena, pengalaman itu penting dan juga sebagai bahan evaluasi dan tolak ukur bagi PDM sebagai pesantren yang konsen di bidang prestasi sains.

“Saya selaku kapten PDM terus memotivasi siswa kami dan juga guru pembimbing agar tetap semangat membara dan terus mengikuti event olimpiade sains dimanapun diselenggarakan. Sepanjang kompetisinya dinilai objektif dan berkualitas, maka ikuti saja,” ungkap Jafar.

Salah satu yang menjadi alasan bagi Jafar Syahbuddin yang juga sebagai Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir), badan pengelola PDM ini adalah, PDM ingin mengangkat derajat pesantren di bidang sains. PDM ingin membuktikan bahwa pesantren juga bisa bersaing, dan bahkan unggul dibanding sekolah umum lainnya dalam prestasi sains.

“PDM akan menjadi wakil pesantren pada event-event olimpiade sains. Karena, pesantren selalu dianggap sebelah mata jika berkompetisi di bidang sains. Namun, setelah kami hadir dan telah berulang kali meraih prestasi sains baik ditingkat provinsi, regional dan hingga tingkat Nasional, kini masyarakat mulai percaya bahwa pesantren ternyata bisa bersaing dan bahkan unggul di bidang sains dibandingkan sekolah umum,” ucap Jafar. (Borneo)