Hujan ‘Bebaskan’ Pengendara Dari Jeratan Polisi

09/11/2018 0 By Redaktur 2

TAPTENG | Hujan yang mengguyur Tanah Ponggol, Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). ‘Bebaskan’ pengedara dari jeratan hukum Polisi Resort (Polres) Tapteng. Selasa (6/11).

 

Foto : Situasi saat Satlantas Polres Tapteng sedang melaksanakan razia.

            Pasalnya, pihak kepolisian Lalu Lintas (Polantas) dari Polres Tapteng, pada Jam 15. 30 Wib, melakukan razia surat – surat kendaraan di Jalan Padang Sidempuan. Tepatnya, didepan Rani Gorden, Tanah Ponggol.

Pantauan RAKYAT, disaat Polantas Polres Tapteng melakukan razia di Jalan tersebut. Para pengendara Sepeda Motor (Septor) maupun Mobil, yang tidak membawa surat – surat kendaraan, maupun Helm. Terpaksa berhenti sembarang tempat di Jalan Padang Sidempuan. Dikarenakan takut di tilang oleh Polantas. Akibat itu, berdampak pada kemacetan. Setelah hujan deras turun, Pukul 15 : 45 Wib, pihak kepolisian pun bertedu dan satu peluang kesempatan bagi para pengendara bepergian.

Yanti (28) sebagai pengendara Septor N – MAX, Warnah Hitam, ketika dikonfirmasi RAKYAT di lapangan, mengaku. Ia terpaksa berhenti dan tidak ingin menerobos razia berlangsung. Dikarenakan, selain tidak menggunakan Helm, Nomor Polisi (Nopol) yang ditungganginya belum dipasang.

“Bagaimana ingin melewati razia nya, jangankan helm. BB (Nopol – red) kereta (Septor – red) saya saja belum dipasang. Dari pada ditilang, mendingan parkir disini. Nungguin Jam lima (17:00 Wib) nanti. Atau menanti hujan deras,” ungkapnya sore itu.

Masih ditempat serupa, Wardi Sipahutar (26) mengendara Septor Honda Beat, dengan Nopol, BK 6895 CW. Menyampaikan rasa salut kepada Polisi Lalu Lintas Polres Tapteng.

“Salut saya melihat Polisi yang razia ini. Kesalutan saya, mereka tahu dimana tidak ada jalan pemotongan, disitu mereka melakukan razia. Yang membuat saya jengkel. Disaat saya ingin cepat – cepat pulang, disitu mereka razia. Memang salah saya, tidak menggunakan helm,” sebut karyawan disalah satu perusahaan swasta di Sibolga itu.

Lanjut Wardi. Mau tidak mau, harus dinanti hingga pihak Polantas Polres Tapteng berhenti melakukan razia. Guna terhindar dari jeratan hukum undang – undang Lalu Lintas

“Yah bagaimana lagi, mau tidak mau harus diikuti sampai Jam Lima nanti. Kita hanya dapat berdoa, semoga hujan deras turun. Kalau sudah hujan deras, pasti razia itu bubar. Dan saya bisa pulang. Hanya hujan deras lah yang dapat membebaskan kami pengedara ini dari jeratan hukum lalu lintas saat ini,” tandasnya. (Bambang EF Lubis).