Sejumlah Wilayah Dilanda Bencana, Danrem 023/KS Harap Agar Tim PRCB Siaga

Sejumlah Wilayah Dilanda Bencana, Danrem 023/KS Harap Agar Tim PRCB Siaga

09/11/2018 0 By Redaktur 3

SIBOLGA | Bencana banjir dan longsor melanda beberapa wilayah Korem 023/KS yaitu Kodim 0211/Tapanuli Tengah, Kodim 0212/Tapanuli Selatan dan Kodim 0213/Nias, usai hujan deras yang melanda wilayah itu, Kamis (8/11/2018 ).

Terkait hal itu, Danrem 023/KS Kolonel Inf Mohammad Fadjar memberikan petunjuk-petunjuk dan arahan kepada para komandan satuan agar di setiap wilayah segera mengkonsolidasikan unsur Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) Terpadu guna mengantisipasi setiap perkembangan bencana di wilayah.

“Para Dansat agar segera bertindak untuk membuat perencanaan dan mengorganisir unsur PRCPB tersebut serta melaporkan kesiapan timnya masing-masing. Mengingat tingginya curah hujan saat ini dan prediksi cuaca dua bulan kedepan, maka sebagai skala prioritas saya tentukan agar tim PRCPB yang dibentuk lebih mengedepankan kemampuan untuk mengatasi bencana banjir dan longsor,” kata Fadjar saat ditemui RAKYAT di ruang kerjanya, Kamis (8/11/2018).

Selanjutnya, Fadjar juga memberikan beberapa penekanan-penekanan agar segera mempelajari keadaan teritorial, lakukan analisa wilayah rawan dan buat kesimpulan beberapa wilayah yang diwaspadai terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

“Membuat susunan  tugas dalam tim PRCPB sesuai wilayah. Pasukan Yonif 123/RW agar diorganisir dan disiagakan sesuai wilayah kompinya untuk membantu Koramil terdekat yang terdampak. Unsur Balak Aju siap digerakkan untuk membantu sesuai spesifikasinya masing-masing,” terangnya.

Ia juga menyampaikan, berdasarkan hasil analisa wilayah, agar membuat rambat, rencana-rencana dan protap tindakan yang akan dilakukan mulai dari penyiapan kekuatan personel dan materiil yang dibutuhkan, serpas, pelaksanaan bantuan, logistik dan perhubungan. Hal ini termasuk rencana posko, jalur evakuasi, titik embarkasi dan penampungan pengungsi di wilayahnya, dan lain lain.

“Jangan lupa lakukan  koordinasi ke samping, atas dan bawah. Bangun sistem laporan cepat mulai dari laporan yang diterima dari masyarakat, laporan oleh babinsa sampai dengan laporan yang diterima oleh Danrem. Briefingkan tugas-tugas kelompok dan latihkan secara parsial di satuan masing-masing, bila memungkinkan latihkan secara gabungan dengan unsur terkait yang terdapat dalam susunan tugas,” jelasnya.

Sambung Fadjar, bila terjadi bencana, maka dalam setiap mengatasi bencana, berdasarkan skala bencana, selalu pertimbangkan hal-hal yang prioritas dibutuhkan adalah melakukan penyelamatan dan evakuasi, melakukan pengungsian, melakukan pengamanan dan perlindungan bagi kelompok rentan, pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan sarana dan prasarana vital, penerangan kepada masyarakat dan publikasi kepada media dan hal apa saja yang tidak dapat diatasi dan memerlukan dukungan dari Korem maupun Kodam.

“Yang terakhir adalah cek kesiapan kendaraan roda empat dan dua untuk mendukung  pergeseran pasukan atau serpas,” tutupnya. (Freddy A Pardosi)