Versi M2EE 2018, Darul Mursyid Juara 2 SMA Terbaik Di Sumut

Versi M2EE 2018, Darul Mursyid Juara 2 SMA Terbaik Di Sumut

13/11/2018 0 By Redaktur 1

TAPSEL I Pesantren Modern Unggulan Terpadu “Darul Mursyid” (PDM), Tapanuli Selatan (Tapsel) meraih Juara Umum 2 pada Methodist2 Education Expo (M2EE) Ke-19 Tahun 2018 memperebutkan Piala Gubsu pada tanggal 9-10 Nopember 2018 lalu.
Dikatakan Wakil Direktur Bidang Pendidikan PDM, Yusri Lubis, M2EE ini merupakan event tahunan lomba sains plus antar pelajar SMA-sederajat se-Sumut.
Yusri menerangkan, ada 6 bidang studi yang diperlombakan dalam event ini, yakni Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Matematika, Biologi dan Ekonomi. Semua sekolah terbaik di Sumut beradu cerdas dalam event ini dan hingga kini masih cukup diminati.
Setelah pengumuman juara, PDM berhasil keluar sebagai Juara Umum 2 dengan perolehan medali sebanyak 6 emas, 9 perak dan 11 perunggu.
“Alhamdulillah, tahun 2018 ini PDM kembali bisa merebut Juara Umum 2 pada event M2EE. Bangga dan ucapan terimakasih kami kepada semua anak didik kami yang telah mampu mengharumkan nama PDM di event bergengsi seperti ini. Ini juga menjadi salah satu barometer bagi kami untuk membandingkan kemampuan akademik siswa kami khususnya di bidang sains dengan sekolah-sekolah terbaik yang ada di Sumut ini,” ucap Yusri, Selasa (13/11) kemarin.
Meski demikian, sebut Yusri, pihaknya akan terus berupaya untuk menjadi yang terbaik yakni meraih juara umum satu di suatu waktu nantinya. Karena, tahun ke-tahun sang juara bertahan belum bisa terkalahkan yakni SMA Sutomo Medan.
“Kami sangat bersyukur atas prestasi yang ditorehkan anak didik kami ini. Meski demikian, target kami harus bisa merebut juara umum satu dimasa mendatang. Sembari kami akan mengevaluasi titik-titik kelemahan kami,” sebutnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PDM, Jafar Syahbuddin Ritonga DBA mengatakan bahwa salah satu yang terpenting dari perolehan prestasi mereka adalah konsistensi dalam meraih juara.
Diutarakan pria yang juga menjabat Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir), badan pengelola PDM ini, sejak PDM mengikuti event M2EE ini tahun 2012, selalu berada di posisi juara umum dua dan tiga.
“Alhamdulillah atas prestasi yang ditorehkan anak didik kami di event M2EE ini masih bisa konsisten dan saya kira konsistensi itu paling penting. Karena konsistensi membuktikan kualitas yang diakui. Tidak sedikit sekolah bisa meraih prestasi, tapi juga tidak banyak yang bisa konsisten. Karena memang mempertahankan jauh lebih sulit dibandingkan dengan upaya mengejar atau meraih prestasi tersebut,” ucap Jafar.
Disampaikannya bahwa masyarakat kini sudah bisa menilai bahwa PDM kini menjadi saingan terberat diantara sekolah-sekolah unggulan, bahkan sekolah umum terbaik lainnya di bidang sains di Sumut. Terbukti dengan perolehan prestasi yang ditorehkan siswanya di berbagai event. Tidak terkecuali di event M2EE ini yang sering-sering disebut sebagai event olimpiade sains paling bergengsi di Provinsi Sumut ini.
“Bagi kami prestasi ini menjadi bukti bahwa PDM kini menjadi kompetitor terberat bagi sekolah umum dan unggulan yang ada di Sumut di bidang sains. Ini bukan hanya omongan semata, tapi data membuktikan deretan prestasi-prestasi anak didik kami di semua event olimpiade sains. Satu lagi yang cukup membanggakan bagi kami adalah bahwa PDM satu-satunya peserta dari kalangan Pesantren dan bisa menjadi salah satu yang terbaik,” pungkas Jafar.
Adapun siswa PDM yang berhasil meraih prestasi di event M2EE ini adalah Pahri Husein dan Riski Ananda Tanjung meraih emas, Sabina Ruwayya, Reza Zulfahmi dan Khoirunnisa meraih perak dan Putri Jasmin, Mustofa dan Dira Anta Qari meraih perunggu pada bidang studi Biologi.
Di bidang studi Ekonomi ada Dimas Ferdi Hasan, Mukhlas Mahrawi dan Anwar Ibrahim berhasil meraih Emas, Yusril dan Raditya meraih Perak, Swandi Hamzah dan Sazni meraih Perunggu. Untuk bidang studi Matematika ada Muhammad Ribhi Marbun meraih emas, Raja Akbar dan Ahmad Rian Saifullah meraih perak, serta Aspa Rizik dan Fadil meraih perunggu.
Bidang studi Fisika ada Alfi Hidayat dan Aqnan Hamid meraih Perak, Kurniawan dan Azhar Anas meraih perunggu. Juga Bidang Studi Kimia ada Fatihatun Nikmah dan Andre Gunawan meraih perunggu. (Borneo)