Tambang Emas Martabe Dukung Pembentukan FK-PUSPA Tapsel

Tambang Emas Martabe Dukung Pembentukan FK-PUSPA Tapsel

16/11/2018 0 By Redaktur 3

TAPSEL | PT. Agincourt Resources (AR), pengelola Tambang Emas Martabe mendukung penuh pembentukan Forum Komunikasi Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (FK-PUSPA) tingkat Kabupaten Tapsel yang digagas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Tapsel.

Sosialisasi pembentukan FK-PUSPA yang dibuka secara resmi Bupati Tapsel, H. Syahrul M. Pasaribu SH, digelar di acara Temu Koordinasi Partisipasi Publik dalam rangka mewujudkan peran serta masyarakat untuk menghilangkan kekerasan dan kesenjangan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Tapsel.

Acara yang digelar di aula SMKN 1 Padangsidimpuan tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan di Tapsel, termasuk puluhan karyawan perempuan PT. AR.

Bupati, H. Syahrul M. Pasaribu menyampaikan, FK-PUSPA adalah wadah komunikasi dan sinergi penguatan, perluasan, partisipasi masyarakat dan dunia usaha untuk mendukung terwujudnya kesejahteraan perempuan dan anak.

Pemkab Tapsel, pungkas Bupati dua periode ini, berkeyakinan bahwa partisipasi masyarakat yang luas baik dari lembaga masyarakat, dunia usaha dan media akan mempercepat terwujudnya kesejahteraan perempuan dan anak di Tapsel.

Selain itu, Pemkab Tapsel, tuturnya, juga berkeyakinan bahwa sudah banyak inisiatif dan upaya yang dilakukan lembaga masyarakat, dunia usaha dan media dalam mendukung pembangunan pemberdayaan dan perlindungan anak sesuai dengan bidang dan kapasitasnya masing-masing.

Ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada PT. AR atas partisipasi, dukungan dan kesungguhan serta pemahaman yang tinggi dalam pelaksanaan perlindungan anak dan peningkatan kesejahteraan perempuan dan anak di Tapsel.

Pada kesempatan itu, PT. AR diwakili Senior Manager Corporate Communications, Katarina Siburian Hardono, memberikan pemaparan tentang program Keberagaman Gender (Gender Diversity) di Tambang Emas Martabe. Paparan lainnya adalah sosialisasi program unggulan dari Kementerian PP dan PA yang disampaikan Kepala Dinas PP dan PA Sumut, serta forum diskusi dalam rangka pembentukan FK-PUSPA Kabupaten Tapsel.
FK PUSPA Tapsel dibentuk dalam rangka mensukseskan program nasional Three End di Tapsel, yang dicanangkan Kementerian PP dan PA untuk mencapai kesejahteraan perempuan dan perlindungan anak.

Pada tahun 2016, Kementerian PP dan PA mencanangkan 3 program bernama Three Ends, yaitu Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, Akhiri perdagangan manusia, dan Akhiri kesenjangan ekonomi bagi perempuan. Dengan fokus pada tiga program unggulan tersebut, Kementerian PP dan PA berharap mampu mengurangi dan menurunkan angka kekerasan pada perempuan dan anak pada akhir tahun ini.

Sementara itu, Katarina Siburian Hardono menyatakan, PT. AR sangat mendukung program unggulan Three Ends yang dicanangkan Kementerian PP dan PA, khususnya point ketiga terkait kesenjangan ekonomi bagi perempuan. Terkait point ketiga ini, PT. AR mewujudkannya dalam bentuk Program Gender Diversity atau Keberagaman Gender di Tambang Emas Martabe.

“Dalam kesempatan ini PT. AR sebagai salah satu wakil dari sektor industri di Tapsel sangat mendukung pembentukan FK-PUSPA ini, khususnya dalam mensukseskan program unggulan ketiga dari Three Ends, yakni mengakhiri kesenjangan ekonomi bagi perempuan, kami sudah mewujudkannya dalam bentuk program keberagaman gender atau Gender Diversity di Tambang Emas Martabe,” terang Katarina.

Katarina menjelaskan, Tambang Emas Martabe mulai menerapkan kebijakan Keberagaman Gender pada 21 April 2016. Melalui kebijakan ini, PT. AR memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada karyawan perempuan untuk berpartisipasi aktif dan meniti karir di industri pertambangan yang selama ini identik dengan dunia laki-laki. Keterlibatan kaum perempuan dalam angkatan kerja bisa memiliki peran yang besar dalam mensejahterakan keluarga, yang pada akhirnya turut meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya.

“Kami menerapkan kebijakan ini karena kami percaya bahwa keberagaman memperkaya kinerja perusahaan kami. Dengan meningkatkan partisipasi perempuan, kami percaya bahwa perspektif yang beragam bisa meningkatkan kekuatan organisasi, kekuatan pemecahan masalah dan peluang untuk berinovasi sehingga dengan pendekatan keberagaman gender yang sukses akan memungkinkan PT. AR menjadi perusahaan yang lebih baik, sehingga bisa memberikan hasil terbaik kepada semua pemangku kepentingan,” ucap Katarina.

Ditambahkannya, pada tahun 2019, Tambang Emas Martabe menargetkan paling tidak memiliki 25 persen tenaga kerja perempuan, dimana termasuk 40 persen diantaranya menduduki posisi Superintendent dan Manager.

Diutarakannya, data per 30 September 2018, jumlah karyawan perempuan di Tambang Emas Martabe (PT. AR dan kontraktor) mencapai 19,99 persen atau 540 orang dari total 2.701 karyawan. Sementara khusus untuk PT. AR sendiri sekitar 21,89 persen atau 178 karyawan perempuan dari total 813 karyawan. “Dan angka ini semuanya bukan target akhir dari kami,” tegasnya. (Borneo)