Aspam Kasad Sampaikan 11 Penekanan Kepada Pejabat Intel/Pam dan Penerangan

Aspam Kasad Sampaikan 11 Penekanan Kepada Pejabat Intel/Pam dan Penerangan

19/11/2018 0 By Redaktur 3

SIBOLGA | Tim Asisten Pengamanan Kepala Staf Angkatan Darat (Aspam Kasad) Kolonel Arh Imanuel Pasaribu didampingi Mayor Inf Faisal mengunjungi Staf dan Satintel di jajaran Korem 023/Kawal Samudera, Wilayah Kodam I/Bukit Barisan di ruang data Makorem 023/KS, jalan Datuk Itam Nomor 1 Kota Sibolga, Senin (19/11/2018).

Kasi Intel Korem 023/KS Letkol Arh Utama mewakili Danrem 023/KS Kolonel Inf Mohammad Fadjar mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Tim Spamad Aspam Kasad beserta rombongan di Korem 023/KS, dalam rangka Asistensi pengawasan dan evaluasi (Aswasev) Spamad dibidang staf dan satintel jajaran Korem 023/KS .

“Diharapkan kehadiran tim tersebut agar dapat memberikan masukan dan evaluasi pelaksanaan tugas-tugas satuan intelijen staf dan jajaran, guna mencapai keberhasilan kedepan agar semakin baik dan lancar dalam mendukung tugas pokok Korem 023/KS,” ujar Utama.

Sementara itu, Kolonel Arh Imanuel Pasaribu salah seorang personil Tim Aspam Kasad, mengatakan, hadirnya tim dari Spamad ke Kotama, Balakdam serta jajaran Korem 023/KS, meliputi asistensi dan pengawasan bidang perencanaan dan pengamanan tubuh, sesuai fungsi Spamad selaku pengawasan kegiatan bidang Intel/Pam fungsi intelijen disatuan bawah.

“Kegiatan asistensi, pengawasan dan evaluasi merupakan program kerja Spamad selaku pengawas kegiatan bidang Intel/Pam dalam rangka memperoleh gambaran nyata tentang penyelenggaraan fungsi Intelijen disatuan bawah,” kata Imanuel.

Ia juga menyampaikan, adapun tujuan dari kegiatan asistensi, pengawasan dan evaluasi ini adalah mengetahui sejauhmana manfaat anggaran dan hasil pelaksanaan program kerja bidang Intel/Pam TA. 2018. Mengetahui kondisi Matsus Intel baik dari segi kualitas dan kuantitas serta sejauhmana kemampuan aparat intelijen dalam mengoperasionalkan Matsus tersebut dalam rangka mendukung tugas-tugas satuan intelijen.

“Saya mengharapkan langkah nyata dari para Dansat jajaran Kodam I/BB untuk menekan pelanggaran anggota di satuan masing-masing. Para pejabat Intel/Pam agar aktif melaksanakan tugasnya membantu pimpinan untuk mengurangi jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit dan PNS TNI AD,” harapnya.

Sambung Imanuel, beberapa  penekanan kepada Pejabat Intel/Pam dan Penerangan antara lain, pertama adalah tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Tuhan YME, selalu libatkan Tuhan dalam setiap apapun yang akan kita lakukan. Kedua, waspadai jaringan teroris di wilayah teritorial Kodam I/BB, laksanakan pemetaan dan laporkan perkembangannya.

“Ketiga, Apintel agar lebih profesional dalam melaksanakan tugas sehingga tidak terbaca oleh kelompok-kelompok radikal maupun separatis yang saat ini sedang melakukan aksinya di sekitar kita. Keempat, Tingkatkan rasa deteksi dini dan cegah dini untuk menghadapi perkembangan situasi yang terjadi di lapangan dan mampu mengatasi apabila timbul permasalahan. Kelima, cegah kecelakaan dalam pelaksanaan kegiatan dan latihan dengan meningkatkan sistem pengamanan yang ada di satuan. Aparat Intel/Pam memiliki kewajiban untuk membangun sistem pengamanan guna menghindari kerugian personel maupun materiil,” katanya.

Lanjut Imanuel, keenam yakni lebih bijak dalam penggunaan media sosial dengan tidak mengunggah apapun segala bentuk kegiatan yang bersangkutan dengan TNI AD untuk mencegah citra negatif di mata masyarakat. Ketujuh, laksanakan perencanaan terhadap program dan anggaran secara baik serta benar sesuai yang tertuang dalam PPPA TNI AD Sublampiran B bidang Intel/Pam. Kedelapan, laksanakan evaluasi secara saksama terhadap pelaksanaan program kerja TA. 2018, jadikan hasil evaluasi sebagai dasar dalam pelaksanaan program kerja TA. 2019.

“Kesembilan, yakinkan “Zero Temuan” bidang Intel/Pam baik kinerja maupun perbendaharaan. Kesepuluh, Terkait tingginya angka pelanggaran yang terjadi, agar Asintel segera mengkaji kembali penyebab terjadinya pelanggaran serta merumuskan upaya-upaya yang harus dilakukan guna meminimalisir hal tersebut dan kesebelas adalah jaga netralitas TNI pada pelaksanaan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2019,” jelasnya. (Freddy A Pardosi)