PT. NSHE Motori Kopi Arabika Sipirok Kantongi Sertifikat IG

PT. NSHE Motori Kopi Arabika Sipirok Kantongi Sertifikat IG

23/11/2018 0 By Redaktur 3

TAPSEL | Kopi Arabika Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) kini resmi mengantongi sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum dan HAM) Republik Indonesia (RI) melalui Dirjen Kekayaan Intelektual.

Penyerahan sertifikat IG ini oleh staf ahli Menteri Hukum dan HAM RI, DR Rialdy kepada Bupati Tapsel, H. Syahrul M. Pasaribu SH pada pembukaan pameran pembangunan hari jadi Kabupaten Tapsel ke-68 di lapangan Sarasi II Bintuju, Kecamatan Angkola Muaratais, Senin (19/11/2018) lalu.

Turut mendampingi Bupati Tapsel saat menerima sertifikat tersebut yakni Wakil Bupati, Ir H. Aswin Efendi Siregar MM, Sekdakab, Drs H. Parulian Nasution MM, Kepala Dinas Pertanian Tapsel, Bismar K. Siregar dan Public Relation PT. North Sumatera Hydro Energy (NSHE), Dede Wafiza Ashia.

Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Tapsel menyambut gembira dengan terbitnya sertifikat IG ini, karena akan berdampak positif terhadap meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan petani kopi Arabika Sipirok.

Pengawas Mutu dan Kerunutan MPIG Tapsel, Bambang menyebutkan, sangat banyak keuntungan yang akan didapatkan petani kopi Arabika Sipirok dengan terbitnya sertifikat IG tersebut. Dimana, orang lain tidak bisa lagi semena-mena menjual produk kopi Arabika Sipirok tanpa ada cap IG Tapsel.

“Ini artinya kita sudah memiliki hak paten dan dunia internasional mengakui itu,” sebut Bambang.

Saat ini telah banyak yang menjadi peminat kopi Arabika Sipirok, baik masyarakat lokal, nasional, bahkan internasional, seperti di negara Korea, Jepang, Singapura, Australia, Cina dan Amerika.

Dengan terbitnya sertifikat IG tersebut, MPIG Tapsel dengan Ketua, Erwinsyah, segera bergerak mengajak petani kopi Arabika di daerah tersebut untuk menggunakan stempel IG Tapsel disetiap produknya, sehingga harganya akan naik dari biasanya.

Diutarakan Bambang, terbitnya sertifikat IG ini tidak terlepas dari peran yang dimotori PT. NSHE, pengelola pembangunan PLTA Batangtoru. Peran yang sangat membantu petani kopi Arabika Sipirok.

Public Relation PT. NSHE, Dede Wafiza Ashia menyampaikan bahwa PT. NSHE melihat potensi besar kopi Sipirok, maka di doronglah sertifikasi tersebut untuk meningkatkan kemandirian masyarakat.

Diceritakan Dede, hal itu diawali inisiasi almarhum Agus Supriono, Manager Humas PT. NSHE saat itu. Almarhum Agus Supriono dan Erwinsyah dari Ovata sepakat untuk bekerjasama meningkatkan perkebunan kopi Arabika Sipirok dan pemasarannya. Maka pada bulan April 2017 lalu, almarhum Agus Supriono mengajak Erwinsyah ke Jember, Bondowoso guna melihat Litbang kopi, Benchmark untuk pengembangan di Sipirok.

Diutarakan Dede, alasan PT. NSHE membantu percepatan terbitnya sertifikat IG kopi Arabika Sipirok ini, karena kemandirian komunitas berdasarkan sumber daya lokal penting dalam hubungan PT. NSHE dengan masyarakat sekitar. Sertifikat IG menunjukkan keberhasilan komunitas dalam meningkatkan kemandirian tersebut.

“Ini sebagai salah satu wujud kepedulian dan komitmen PT. NSHE terhadap kemajuan petani dan produk kopi Arabika Sipirok. Motivasi perusahaan sejalan dengan nawacita, yakni membantu masyarakat,” terang Dede.
Menurutnya, dengan terbitnya sertifikat IG tersebut, maka produk kopi Arabika Sipirok siap dan mampu lebih bersaing, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sejalan dengan itu, harga jual produk juga akan lebih layak dibandingkan sebelum terbitnya sertifikat IG tersebut.

“Pastinya, label kopi Arabika Sipirok akan lebih dikenal dan tidak dicaplok oleh orang lain,” pungkasnya.

Bupati, H. Syahrul M. Pasaribu usai menerima sertifikat IG tersebut mengutarakan, keberhasilan program dana desa yang sejalan dengan pengembangan ekonomi kreatif, sebagaimana upaya pemerintah dalam merangsang masyarakat untuk menumbuh kembangkan inovasi dan kreasi yang bernilai ekonomis demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tapsel.

Bupati berharap, para petani kopi semakin bergairah untuk bertanam kopi, dengan harapan nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan.

Disebutkannya, badan ekonomi kreatif dalam kabinet kerja Presiden RI, Joko Widodo dan Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla telah berdiri sendiri.

“Dan itu ada hubungannya dengan penyerahan sertifikat kepada kita, agar segala potensi yang ada itu dapat dikelola demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya. (Borneo)