Alasan Bantu loloskan berkas yang Kurang, Staf Disdukcapil Tapteng diduga lakukan Pungli

Alasan Bantu loloskan berkas yang Kurang, Staf Disdukcapil Tapteng diduga lakukan Pungli

27/11/2018 0 By Redaktur 2
TAPTENG | Sejumlah warga masyarakat, Tapteng mulai mengeluh dalam pengurusan data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tapanuli Tengah.
Rudi salah seorang warga yang pada hari Selasa (27/11) mengurus dan menghantarkan berkas persyaratan pengurusan akta lahir anak dari adiknya. Pada saat itu salah seorang saksi dan orang tua anak tidak bisa hadir.
“Jadi waktu itu, saya bilang kalau orang tua dari si anak tidak bisa hadir. Lalu stafnya itu bilang, tenang saja, bisa kita bantu. Tapi kalian juga harus bantu kami. Trus saya tanya apa yang harus kami bantu, lalu dia minta uang rokok sekitar 50 ribu,” kata Rudi.
Hal itu juga terjadi pada warga lainnya yabg pada saat itu juga sedang mengurus akta nikah. Namun saksi tidak bisa hadir.
“Katanya karna kami sudah bantu kalian, jalian juga harus ngerti. Lalu dia minta uang yang biru, katanya yang biru itu kasih. Saya baru mengerti karena uang yang warna biru adalah uang harga 50 ribu,” papar warga yang namanya enggan dipublikasikan takut berkasnya dipersulit.
Selain itu warga lain yang mengurus akta nikah. Saat itu ada perbedaan nama, di surat nika dari pendeta atau pemuka agama, ada dibuat marga isterinya. Namun di KTP tidak.
“Jadi waktu itu kata stafnya itu, ini belum bisa kami terima. Karena kurang lengkap. Tapi semuanya bisa diatur, asal kalian mau bantu kami juga. Lalu saya tanya berapa saya harus bayar. Lalu kata stafnya itu, kalau uang haram, tapi inilah, kalian bayarkan rambutan yang sudah saya ambil. Lalu saya tanya berapa harga rambutan itu. Ternyata banyak juga rambutan yang diambilnya sampai harga 40 ribu. Lalu berkas saya diterima, tetapi kami disuruh menambahkan berkas surat pernyataan dari pendeta dan surat pernuataan dari Lurah.,” katanya sambil menunjukkan hasil rekaman pembicaraan kepada wartawan, Selasa (27/11).
M. Manalu Salah seorang tokoh masyarakat menyesalkan tindakan dugaan pungli yang dilakukan oleh dinas Kependudukan dan catatan sipil kabupaten Tapanuli Tengah. Dia menilai, banyak staf yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Dan membodoh bodohi masyarakat yang dinilai kurang memahami aturan.
“Padahal di dinas dukcapil itu terang terang dibuat tidak dipungut biaya. Namun para staf itu berdalih sudah membantu. Padahal memang sudah kerja mereka itu. Mereka digaji untuk itu. Bahkan, meskipun berkas yang kurang sudah diterima, pengurusan akta itu tidak akan selesai jika berkas yang kurang tidak segera di lengkapi. Lalu dimana mereka membantu? kecualu karena memang sengaja melakukan pungli,” katanya. (Red)