Presiden STITM: Copot Timbul Pasaribu & Meminta Setan Untuk Pergi

Presiden STITM: Copot Timbul Pasaribu & Meminta Setan Untuk Pergi

21/12/2018 0 By Redaktur 1

SIBOLGA | Terkait aksi Aliansi Mahasiswa, Wartawan dan LSM Peduli Penegakan Hukum (AMPUH), yang berlangsung kemaren, Selasa, (18/12/2018), didepan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga, yang beralamat di Jalan Sutomo, Kelurahan Simare-mare, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga. Menyesali penanganan laporan dugaan Korupsi Badan Keluarga Berencana (KB) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng), yang disampaikan oleh sejumlah mahasiswa ke Kantor Kejari Sibolga pada Tahun 2017 silam, terkesan tidak dihiraukan hingga kini.

Ungkapan itu disampaikan oleh Presiden Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah Muhammadiyah (STITM) Kota Sibolga, Raju Firmanda Hutagalung, dalam orasi dengan lantangnya di hadapan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sibolga, Timbul Pasaribu.

Menurut Presiden STITM Sibolga ini. Mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung-RI) dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), untuk sesegera mungkin mencopot Timbul Pasaribu dari jabatannya sebagai Kajari Sibolga.

Hal disampaikan Raju sebagai bentuk harga mati dan tidak dapat ditoleransi dan ditawar. Bukan hanya itu saja, ketika ingin menyampaikan orasinya, tiba-tiba sound system yang mereka gunakan mati. Dengan suara lantang Raju, meminta agar setan-setan yang ada di dalam Kantor Kejaksaan Negeri Sibolga, untuk tidak mengganggu aksi AMPUH didepan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam itu.

“Hari ini kawan-kawan, kami datang kesini mengatakan sikap, yang menamakan AMPUH . Untuk menentang dan memperlihatkan kepada publik, bahwasanya kami kecewa dengan kinerja Kajari Sibolga. Perlu kami pertegas kawan – kawan, bahwa gerakan ini tidak ada interpensi dari siapa pun. Bahkan ini murni dari hati kami. Melihat situasi dan kondisi yang sudah tidak lagi mendukung pada hukum-hukum yang terkesan tidak benar. Maka hari ini, aliansi Mahasiswa, Wartawan dan LSM menegaskan, bahwasanya kami tidak ingin Kajari Sibolga dipimpin oleh Timbul Pasaribu,” sebut orator Aksi AMPUH dihadapan Personil Polres Kota Sibolga dan wartawan serta aktivis lainnya.

Pria tersebut menegaskan, berbagai kata ancaman dari oknum-oknum yang berupaya mencoba menghentikan langka Presiden Mahasiswa ini. Namun, dirinya tetap komitmen dalam menyuarakan yang benar, walau bahaya nyaris menghapirinya.

“Kembali kami tegaskan. Hari ini adalah, hari dimana pernyataan sikap segelintir kaum intelektual yang berkumpul membentuk aliansi dan kemudian memberanikan diri, mempertaruhkan segalah sikap, mempertaruhkan hal – hal yang kami pikir adalah aksi ini akan bahaya,” katanya Dihadapan Personil Polres Kota Sibolga dan wartawan serta aktivis lainnya. Sebutnya dalam orasi didepan Kantor Kejaksaan Negeri Sibolga, kemaren.

Presiden Mahasiswa (Presma) STITM Sibolga, menyampaikan satu contoh yang mungkin telah disaksikan publik. Dimana saat pada Tahun 2017, belasan Mahasiswa mengadukan Kepala Badan Keluarga Berencana (Kaban KB) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng, dijabat oleh Artah Siregar, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tapteng Tahun 2016 silam.

“Disini sangat perlu kami jelaskan, kepada kawan – kawan. Pada Tahun 2017, sekumpulan mahasiswa berkumpul dihadapan Kantor Kejari Sibolga. Untuk menyampaikan aspirasi dan melaporkan Ibu Artah Siregar dalam kasus dugaan Korupsi APBD Pemkab Tapteng. Namun, tidak begitu ditanggapi. Bahkan Wartawan dan Mahasiswa diduga di kriminalisasi oleh oknum – oknum yang berhak atas hukum. Maka hari ini, kami nyatakan sikap kami kepada hukum. Harga mati yang tidak bisa disikapi dan ditoleransi. Kami meminta bapak Timbul Pasaribu untuk mundur dari jabatannya,” tandasnya seraya mengatakan Jauh kau setan, jauh kau setan yang berusaha ingin mengganggu aksi mereka dan berharap agar Setan – setan yang ada di dalam Kantor Kejari Sibolga untuk tidak menginterfensi aksi mereka ketika sound sistim digunakan mati tiba – tiba.

Dihadapan massa AMPUH, Timbul Pasaribu selaku Kajari Sibolga menyikapi aksi tersebut, mengatakan. Kalau dirinya tidak perlu untuk dikoreksi. Bahkan ia mengakui dalam aksi AMPUH tersebut, massa tidak perlu untuk mengadu kepada siapa – siapa.

“Saya tidak perlu untuk dikoreksi, kalau saya merasa gagal, saya akan meminta untuk mengundurkan diri, catat itu. Saya sudah dua tahun enam bulan, jadi tidak ada alasan saya untuk bertahan di sini. Jaksa Agung, Jamwas (Jaksa Pengawas-red), siapa – siapa tidak perlu, pasti saya akan dipindahkan,” katanya dihadapan massa. Irwansyah Daulay dengan sigap memberikan hadiah berupa Karton Nisan sebagai simbol dugaan matinya supermasi hukum Korupsi di Sibolga-Tapteng.

Berikut rincian laporan yang disampaikan Mahasiswa kepada Kejaksaan Negeri Sibolga, pada Hari Jumat 1 September 2017, diterima langsung Ditawarni Rambe, di Kantor Kejaksaan Negeri Sibolga. atas dugaan penyelewengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2015 dan 2016, yang diplot dalam anggaran Badan KB-KK Pemkab Tapteng senilai Rp6.062.328.050.

Seperti program pelayanan kontrasepsi, Program Keluarga Berencana, Program pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB / KR yang Mandiri dan Program peningkatan penangulangan Narkoba. Serta Program peningkatan penanggulangan narkoba yaitu PMS termasuk HIV/AIDS dan penyuluhan penanggulangan Narkoba PMS dan HIV/AIDS di Tapteng.

Pantauan dilapangan, massa AMPUH menggunakan Betor (Becak Bermotor) sebagai angkutan sound system dan Genset rumahan. Sementara itu, massa juga mendapatkan pengawalan ketat dari Personil Porles Kota Sibolga. Aksi unjuk rasa ini berjalan dengan tertib dan damai.

Adapun tuntutan mereka dikertas manila warna warni, yakni. Kejari Sibolga Diduga “Mandul” Tangani Kasus Korupsi. Diduga Kejari Endapkan Laporan Korupsi.  Lemahnya Supremasi Hukum Di Sibolga – Tapteng. Ada Dugaan Transaksional Untuk Keringanan Hukuman !!! Bandar Togel 2 Bulan Jurtul Togel 3 Tahun. Jaksa Agung & Kajatisu Didesak Copot !!! Kajari Sibolga.

Dan berbagai berita dari Media Online dengan Judul, diantaranya. Kejari Sibolga Tetapkan 3 Tersangka Awal Kasus Pembangunan Kantor Bappeda Tapteng. Pansus DKP Tapteng : Kejari Diminta Segera Tetapkan Tersangka. 11 Kepala Desa Dipanggil, 2 Sudah Diperiksa. Dugaan Korupsi DKP Tapteng, Kajari Sibolga Klaim Sudah Kerja. Kades Sogar Dilaporkan Kekejaksaan. Kejaksaan Turunkan Tim Telusuri Dugaan Penyelewengan Proyek Cuci Parit Di Sibolga. LSM Sibolga – Tapteng Tanyakan Anggaran Rumah Dinas Kejari Sibolga.Kejari SibolgaTelusuri Kasus Dugaan Korupsi di Tapteng. (Bambang EF Lubis)