Satu Tahun Tendik PAUD Tak Terima Gaji

Satu Tahun Tendik PAUD Tak Terima Gaji

21/12/2018 0 By Redaktur 1

TAPTENG | Selama satu tahun Tenaga Pendidik (Tendik) atau guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), tidak menerima gaji. Para Tendik pun tidak mengetahui penyebab gaji mereka tak dikucurkan kepada masing – masing guru PAUD.

Salah seorang Guru PAUD, di Kecamatan Pandan, yang namanya enggan untuk dipublikasikan. Membenarkan, sejak Januari hingga Desember 2018, dirinya tidak menerima gaji. Dimana, gaji yang seharusnya ia terima per bulannya hanya Rp 300.000.

“Satu Tahun lah, terhitung dari Bulan satu kemaren sampai bulan ini. Gaji kami khususnya saya pribadi, tiga ratus ribu per bulannya. Tapi kan itu sudah cukup membantu biaya transport saya. Kalau diglobalkan semuanya, sudah Rp 3.600.000, dari mana dapat saya uang sebanyak itu,” ungkap wanita identik menggunakan kacamata, ketika dikonfirmasi RAKYAT.

Dilain tempat, Tendik PAUD asal Kecamatan Sorkam, inisial RP menegaskan, sudah enam tahun dirinya mendapatkan gaji tetap sebagai Tendik di PAUD yang dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng.

“Tiga Ratus Ribu saya terima setiap bulannya. Dan itu sudah berjalan saya sejak tahun 2011 hingga 2017. Yang menjadi persoalan, mengapa ditahun 2018 ini, tidak ada gaji guru PAUD,” sebutnya ketika dikonfirmasi melalui telfon selulernya.

Menurut wanita berinisial RP ini, didalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Sorkam, tidak membuahkan hasil yang baik. Bahkan ia menduga dana yang dikucurkan melalui APBD Pemkab Tapteng telah di cabut oleh pemerintah pusat.

“Tidak ada solusi baik dari pihak Dinas Pendidikan. Bahkan Ibu Siti Alam Siregar (Seketaris Dinas Pendidikan – red ) dalam pertemuan di Kantor Kecamatan, mengatakan kepada kami, bahwa dana PAUD sudah dicabut oleh Pemerintah Pusat. Makanya kami tidak terimah,” tandasnya, Kamis (20/12).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Tapteng, Sehat Munte ketika dikonfirmasi RAKYAT melalui telfon selulernya, tidak membalas pesan yang dipertanyakan keabsahannya hoax atau benar, terkait Gaji Guru PAUD yang belum cair selama satu tahun.

Dilain tempat, Siti Alam Siregar selaku Seketaris Dinas Pendidikan Pemkab Tapteng, ketika dikonfirmasi Media ini diruang kerjanya menyampaikan, kalau menjadi Tendik tidak memiliki gaji, melainkan biaya transportasi.

“Masuk sebagai Tendik PAUD itu, orang – orang yang ikhlas, karena tidak punya gaji. Karena Tendik itu yang betul – betul ikhlas mengabdikan dirinya ke PAUD. Karena dananya tidak ada kita tampung. Tendik itu tidak pernah ada Gaji, kalau bantuan transport itu ia. Jangan dikatakan itu Gaji. Tapi itu sebagai tambahan atau bantuan transport (Mungkin Biaya Transport Bagi Mereka Gaji – red). Dan itu sudah kita tekankan kepada Tendik,” kata wanita yang pernah menjabat sebagai Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Pemkab Tapteng Tahun 2017.

Ia menjelaskan, sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) Dana Desa. Biaya operasional (Gaji Menurut Guru) tendik PAUD telah ditampung dalam Dana Desa. Namun pihak Dinas Pendidikan tidak mau tauh berapa persen dana Desa yang dikucurkan kepada PAUD.

“Jadi PAUD sudah diserahkan ke Desa/ Kecamatan. Karena sudah ada sekarang dana Desa. Kita hanya menghimbau kepada Desa agar dapat menghidupi PAUD. Karena didana desa itu ada tercantum dalam Juknis mereka, ada ditampung dana pendidikan. Kalau soal berapa persen, itu urusannya kepala Desa lah, tidak kita campuri itu. Tapi kita himbau kepala desanya melalui camatnya, supaya dana pendidikan itu disalurkan ke PAUD. Karena program Presiden, harus tuntas satu desa satu PAUD,” cetus Seketaris Pendidikan Pemkab Tapteng.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa pemerintah tidak lagi memplot dana PAUD dalam anggaran Dinas Pendidikan Pemkab Tapteng. Masih kata Siti, pada Tahun 2019 akan diketuk kembali di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapteng, biaya transportasi untuk para guru di PAUD.

“Di Take – Over (Pemindahan-red) dana, pemerintah tidak menampung dana PAUD dalam APBD. Dan Tahun 2019 akan dibikin Pak Bupati biaya transport yang akan disahkan di Dewan. Dana yang dimaksud Pak Bupati seperti itu, untuk PAUD yang benar – benar PAUD. Bukan Paud ecek –ecek. Yang mana tendiknya harus kreatifitas. Karena tendik itu benar benar S – 1, sementara 112 PAUD di Tapteng banyak Tendik nya tidak S – 1. Sekarang sudah kita bangun PAUD percontohan di Barus, dikampung Pak Kadis dan Pak Bupati,” bebernya.

Namun untuk ditahun 2018, sambung Seketaris Sehat Munte, dirinya berharap agar Kepala Desa melalui dana Desa untuk tidak memproritaskan dana tersebut ke Usaha Kecil Menengah (UMK) masyarakat Desa.

“Tapi kita menghimbau, melalui Juknis Dana Desa itu. Karena di dana Desa itu ada untuk pendidikan tapi bisa juga untuk kemasyarakat membantu seperti UKM . Makanya pendididkan PAUD ini bisa diutamakan kali. Bisa seimbang jangan hanya dananya dibuat ke UKM saja. Kalau saya sebagai orang konglomerat, saya akan menggaji tendik ini. Kalau ada mainan anak – anak yang tidak terpakai, silahkan beri ke PAUD, supaya ada mainan – mainan mereka disana, agar membantu Paud – Paud ini,” tukasnya. (Bambang EF Lubis)