BNNK Tapsel Beberkan Capaian Kinerja Selama Tahun 2018

BNNK Tapsel Beberkan Capaian Kinerja Selama Tahun 2018

31/12/2018 0 By Redaktur 3

TAPSEL | Selama tahun 2018, sebanyak 277 orang masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dari berbagai profesi menjalani tes urin yang digelar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapsel.

Hal ini disampaikan Kepala BNNK Tapsel, AKBP Dra. Siti Aminah Siregar didampingi Kasi Rehabilitasi, Ibrahim Harahap SSos, serta Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), Ayni Suhada S.Ikom dalam konferensi persnya, Kamis (27/12/2018) lalu, dari 277 orang tersebut, sebanyak 150 orang merupakan ASN, 60 orang pekerja swasta, 40 orang guru dan pelajar 40 serta 27 orang masyarakat.

“3 orang kita temukan positif narkoba,” ucap AKBP Siti Aminah, bertempat di aula kantor BNNK Tapsel, Jalan SM. Raja, Padangsidimpuan.

Masih dikatakan AKBP Siti Aminah, selain melakukan langkah deteksi dini melalui tes urine terhadap penyalahgunaan narkoba dengan menggunakan anggaran DIPA BNNK Tapsel, pihaknya juga telah melaksanakan deteksi dini terhadap 934 orang baik dari TNI, ASN, honorer, karyawan swasta, menggunakan anggaran mandiri instansi swasta maupun pemerintah.

Selain itu, terangnya, pada tahun 2018, BNNK Tapsel juga telah melaksanakan kegiatan Diseminasi Informasi Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terhadap 33.305 orang masyarakat Tapsel yang terpapar informasi P4GN, menggunakan anggaran DIPA BNN. Kemudian, 19.002 orang yang terpapar informasi P4GN tanpa menggunakan anggaran DIPA BNN, serta melaksanakan kegiatan advokasi di 6 lingkungan pendidikan, 1 lingkungan organisasi masyarakat dan 7 Desa/Kelurahan yang telah membuahkan 9 komitmen, bersama 6 peraturan maupun kebijakan dan 135 relawan.

Sementara itu, pungkasnya, program rehabilitasi narkoba merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan para pengguna dari belenggu narkoba. Dimana, pada tahun 2018, BNNK Tapsel telah memberikan layanan rehabilitasi kepada 107 penyalahgunaan narkoba, yaitu 95 orang diantaranya menerima layanan rehabilitasi rawat.

“Sebenarnya dari banyaknya kasus penyalahgunaan narkoba yang terjadi, yang bersedia di rehabilitasi kategorinya masih sedikit. Ini disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat, karena budaya aib dan malu serta saksi yang masih enggan untuk melapor,” pungkasnya.

Lebih lanjut diutarakannya, target pencapaian BNNK Tapsel sepanjang tahun 2018 antara lain, terkait kinerja Seksi Rehabilitasi dan Seksi P2M yang konsentrasinya dilakukan dengan strategi khusus, yaitu keseimbangan penanganan antara Supply Reduction.

Tujuannya, memutus mata rantai pemasok narkoba, mulai dari produsen sampai pada jaringan pengedarnya. Lalu Demand Reduction yaitu dengan memutus mata rantai para pengguna narkoba dengan melakukan langkah-langkah preventif. Ini sebagai upaya membentuk masyarakat yang mempunyai ketahanan dan kekebalan terhadap narkoba.

“Dalam TA 2018, BNNK telah menyelesaikan program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja (Renja) sebagaimana tertuang dalam Penetapan Kinerja Bersama BNN Pusat, sebagai arah dan fokus bagi pelaksanaan kegiatan BNNK Tapsel dalam menjalankan P4GN,“ terangnya.

Ia berharap agar kemitraan yang dibangun antara BNNK dengan semua pihak khususnya media di wilayah Kabupaten Tapsel terus ditingkatkan. Karena, kehadiran media sangat dibutuhkan dalam mendukung kerja BNNK dilapangan. Sehingga, dengan upaya Pemda dan bantuan seluruh masyarakat, Kabupaten Tapsel yang bersih, bebas dan tidak terindikasi narkoba dapat terwujud.

Adanya dukungan Pemda terhadap BNNK Tapsel, sebutnya, juga merupakan salah satu bagian dari keberhasilan yang dicapai.

“Program ini merupakan bagian dari perang besar terhadap narkoba yang diserukan Presiden RI, Joko Widodo, dan menuntut elemen bangsa untuk bergerak melawan kejahatan narkoba secara terorganisir khususya yang bersifat lintas negara,” tuturnya mengakhiri. (Rel/Borneo)