Santoni Menyesali Perbuatannya dan Minta Maaf BKAG Upayakan Penangguhan dan Pencabutan Laporan

Santoni Menyesali Perbuatannya dan Minta Maaf BKAG Upayakan Penangguhan dan Pencabutan Laporan

31/12/2018 0 By Redaktur 2
PANDAN | Setelah sempat ditahan beberapa hari oleh Polres Tapanuli Tengah, akhirnya Santoni Rambe menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada para Pendeta. Permintaan maafnya akhirnya diterima oleh para pemuka agama.
Atas dasar tersebut para pendeta di kabupaten Tapanuli Tengah bersama dengan Santoni Rambe mengadakan perdamaian dan akhirnya mengeluarkan Surat perdamaian, Sabtu (31/12) di Pandan. Dalam surat perdamaian itu dinyatakan bahwa para pendeta akan mencabut laporan tersebut.
Hal ini dikatakan oleh pendeta Edwin Joli Parluhutan Simanullang, M.Th selaku pendeta yang melaporkan Santoni Rambe atas penghinaan dan pencemaran nama baik para pendeta.
Pendeta Edwin menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya ingin permasalahan ini tidak sampai ke penegak hukum. Sehingga Sejak awal, Santoni Rambe melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik para pendeta melalui akun mesia sosial, Para pendeta sudah berupaya menemui Santoni Rambe.
“Jadi sebelumnya, kami sudah meminta beberapa orang untuk menjumpai Santoni Rambe, tujuannya agar dia meminta maaf dan menghapus pernyataannya di media sosial yang berisi tentang penghinaan dan pencemaran nama baik para pendeta di Tapteng. Namun sayangnya, Santoni Rambe tidak menggubris, beliau justru berkata, kalau dia siap menempuh apapun resikonya. Hal inilah yang membuat kami para pendeta akhirnya melaporkan ke penegak hukum. Setelah dilaporkan, ya akhirnya dia di tangkap. Nah, setelah ditangkap, barulah dia meminta maaf di media sosial. Dan setelah itu melayangkan surat permintaan maaf ke para pendeta yang melaporkan,” Papar Pendeta Edwin.
Selanjutnya menanggapi surat permintaan maaf tersebut, Akhirnya para pendeta berkumpul dan sepakat mengadakan perdamaian. Dalam surat perdamaian itu para pendeta bersedia mencabut laporannya.
“Jadi para pendeta bukan tidak mengampuni. Nah sekarang setelah dia minta maaf, kami para pendeta justru berupaya supaya Santoni Rambe di tangguhkan. Agar Santoni dapat merayakan malam tahun baru bersama keluarga. Dan tidak hanya sampai disana, kami sudah sepakat mengupayakan agar laporan tersebut dapat dicabut. Mungkin dalam minggu ini, laporan tersebut telah dicabut,” jelas Pendera Edwin.
Ketua BKAG Tapteng Pastor Posma Manalu Pr mengatakan bahwa karena telah terjadi perdamaian, maka BKAG Tapteng memediasi dan mengupayakan penangguhan terhadap Santoni Rambe hingga pada pencabutan laporan.
“Sebagai Badan perkumpulan para pemimpin gereja di Tapteng, BKAG juga bertanggung jawab agar permasalaan yang melibatkan para tokoh gereja ini dapat terselesaikan dengan baik tanpa ada yang dirugikan. Apalagi ini suasana natal dan tahun baru, alangkah indahnya kalau kita hidup dalam damai,” pungkas Pastor Posma Manalu Pr
Adapun isi perdamaian tersebut antara lain, para pihak sepakat untuk menyelesaian permasalahan tersebut secara damai dan kekeluargaan. Kemudian Santoni Rambe menyatakan permintaan maaf kepada para pendeta atas kekhilafannya menuliskan ujaran keencian di media sosial. Kemudian para pastor dan pendeta menerima permintaan maaf Santoni Rambe. Kemudian para pihak sepakat untuk melakukan pencabutan laporan polisi atas dugaan tindak penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media elektronik dan Santoni Rambe tidak akan melakukan tindakan yang sama dikemudian hari. (Petrus Gulo)