Kasipers Rem 023/KS Bacakan Amanat Panglima TNI

Kasipers Rem 023/KS Bacakan Amanat Panglima TNI

18/01/2019 0 By Redaktur 3

SIBOLGA |   Korem 023/Kawal Samudera melaksanakan upacara bendera di lapangan Makorem 023/KS, Jalan Datuk Itam Nomor 1 Kota Sibolga. Pesertanya  terdiri dari seluruh prajurit TNI-AD, TNI-AL dan TNI-AU dan PNS, Kamis (17/1/2019).

Bertindak sebagai Komandan upacara adalah Mayor CAJ Pondi Sianipar Kaajenrem. Sedangkan Inspektur Upacara Kasipers Rem 023/Kawal Samudera Letkol CAJ Drs Haryadi.

Kasipers rem 023/Kawal Samudera Letkol CAJ Drs Haryadi saat membacakan amanat Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto S.IP menyampaikan pada tahun 2018 menjadi pembuktian bahwa TNI mampu menyelenggarakan beberapa kegiatan berskala besar secara serentak. TNI melaksanakan penanggulangan bencana gempa di Lombok serta gempa di Palu seraya juga mengamankan Asian Games ke-18 di Jakarta-Palembang dan pengamanan IMF-World Bank annual meeting di Bali.

“Selain itu, untuk pertama kalinya TNI berhasil melaksanakan latihan gabungan dengan 3 trouble spot sekaligus. Latihan puncak bentuk pasukan pemukul reaksi cepat dengan skenario operasi militer secara serentak dilaksanakan di Morotai, Selaru dan Timika. Latihan semacam ini diharapkan semakin meningkatkan interoperabilitas antar matra, termasuk dalam hal penggunaan alutsista,” jelas Haryadi.

Haryadi juga menyampaikan, TNI melaksanakan pengembangan organisasi dalam rangka mendukung program pemerintah. Divisi 3/Kostrad, Koarmada III, Koopsau III, dan Pasmar-3 dibentuk di wilayah timur Indonesia. Dengan demikian kekuatan pertahanan dan pembangunan nasional akan semakin merata serta mendukung kedaulatan negara.

“Saya tetah meresmikan Satuan TNI terintegrasi di Natuna. Satuan tersebut merupakan satuan tri matra terpadu yang dapat melindungi kedaulatan dan kepentingan nasional Indonesia, lengkap dengan segala fasilitas, termasuk untuk kapal perang, kapal selam, pesawat tempur, dan rudal modern. Kita juga terus melanjutkan pemenuhan kekuatan esensial yang dibutuhkan, diantaranya pembangunan kapal selam produksi dalam negeri,” katanya.

Sambung Haryadi, TNI juga membantu dan mendukung Pemerintah dalam penanggulangan bencana kemanusiaan di Kabupaten Asmat, Papua dan suku Mausu Ane, Maluku. Dalam pencarian dan penyelamatan, kita menurunkan pasukan dan alutsista dalam tugas SAR, termasuk evakuasi dan pencarian Lion Air JT -610. Selanjutnya TNI juga mengatasi kelompok bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua, yang telah membunuh secara keji puluhan masyarakat sipil yang sedang melaksanakan pembangunan jembatan dan mengakibatkan gugurnya 1 orang prajurit TNI.

“Pada misi perdamaian dunia, kita berhasil menempatkan diri pada posisi 7 dunia sebagai negara kontributor pasukan perdamaian PBB. Terdapat 8 misi PBB dimana prajurit TNt bertugas dalam berbagai posisi, termasuk diantaranya 75 orang Wanita TNI. Dengan demikian telah terdapat 41.810 personel TNI yang telah bertugas di bawah bendera PBB sejak tahun 1957,” ucapnya.

Lanjut Haryadi, itulah sebagian kecil catatan yang perlu dilihat sejenak. Selain itu terdapat berbagai hal yang perlu menjadi bahan renungan dan kajian kita bersama. Kelebihan dan kekurangan yang ada hendaknya menjadi pelajaran dalam mengemban amanah yang dipercayakan kepada TNI. Tantangan di masa mendatang tidak lebih ringan. Spektrum ancaman semakin kompleks yang menuntut kerja keras dan komitmen TNI, serta seluruh komponen negeri ini.

“Sebagai tentara rakyat,  tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional, TNI dinilai mampu menjadi perekat kemajemukan dalam menjaga kebhinnekaan. TNI bersama-sama segenap komponen bangsa harus melaksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas dalam mewujudkan rasa aman dan tenteram di masyarakat. Sinergi dengan berbagai kementrian dan lembaga, serta seluruh komponen bangsa harus dipelihara dan ditingkatkan, tidak sekedar menjadi slogan,” katanya.

Masih disampaikan, pesta demokrasi 2019 merupakan even akbar nasional yang menjadi perhatian semua. Pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden harus dapat berjalan dengan lancar, aman, damai, dan sukses. Stabilitas nasional harus tetap terjaga sebelum, selama, dan setelah pemilihan tersebut. Netralitas TNI kembali harus kita tunjukkan. Oleh karenanya diperintahkan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI untuk berpegang teguh pada pedoman netralitas yang telah saya canangkan. Jangan terpengaruh pada berbagai isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Pegang teguh rantai komando dan laporkan kepada komandan satuan bila menemui kendala.

“Perkembangan situasi lainnya juga tetap menjadi bagian dari kewaspadaan kita semua. Kondisi regional dan global yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung, tidak boleh luput dari pengamatan dan antisipasi TNI. Ancaman terorisme, separatisme, radikalisme, serta berbagai ancaman kejahatan lintas negara harus dapat kita atasi. Demikian pula dengan kemungkinan terjadinya bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kondisi geografis Indonesia memang mengharuskan kita memiliki kesadaran terhadap potensi dan penanggulangan bencana alam,” terangnya.

Lanjut Haryadi, itu semua terasa sangat berat manakala tidak menyadari betapa mulianya tugas yang diemban. Sadarilah bahwa jerih payah para prajurit dan PNS TNI juga menjadi ibadah dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Selain itu dalam setiap pelaksanaan tugas pokoknya, TNI harus bersatu dan manunggal bersama rakyat. TNI adalah bagian dari rakyat, dan kemanunggalan TNI dan rakyat adalah marwah NKRI sejak negeri ini berdiri,” ucapnya. (Freddy A Pardosi)