KPU Kota Sibolga Jelaskan Mekanisme Pengurusan Pindah Memilih

KPU Kota Sibolga Jelaskan Mekanisme Pengurusan Pindah Memilih

18/01/2019 0 By Redaktur 3

SIBOLGA | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sibolga menjelaskan mekanisme pengurusan pindah memilih untuk memastikan tidak kehilangan hak suara pada saat pencoblosan 17 April 2019.

Komisioner KPU Kota Sibolga, Divisi Perencanaan, Data dan Informasi di RPP Kota Sibolga, Asmar Harahap, Kamis (17/1/2019) menjelaskan, prosedur pengurusan pindah memilih. Pemilih harus mengurus formulir pindah memilih (A5) di PPS lokasi memilih, untuk kemudian formulir tersebut dilaporkan ke PPS tujuan agar dapat mencoblos di TPS.

“Pindah memilih tentu ada konsekuensi pengurangan mendapatkan kertas suara, sebab bagi mereka yang pindah memilih tidak akan mendapatkan jumlah surat suara yang sama dengan tempat tinggal asal. Misalnya, kalau pindah memilih dan pindah Dapil dari Dapil satu ke Dapil dua (Dapil satu di Kota Sibolga meliputi Kecamatan Sibolga Kota dan Kecamatan Sibolga Utara,  Dapil dua meliputi Kecamatan Sibolga Selatan dan Kecamatan Sibolga Sambas), maka tidak akan mendapatkan surat suara untuk pemilihan calon legislatif Kota Sibolga,” jelas Asmar.

Sambung Asmar, kalau pindahnya beda Kabupaten/Kota, namun Provinsi  yang sama, tetapi masih satu Dapil calon DPRD Provinsi, maka masih mendapat 4 surat suara, yakni surat suara DPRD Provinsi, DPD RI,  DPR RI serta Presiden dan Wakil Presiden.

“Kalau pindahnya beda Kabupaten/Kota, namun Provinsi yang sama, tetapi beda Dapil calon DPRD Provinsi, maka hanya dapat 3 surat suara, yaitu DPD RI, DPR RI serta Presiden dan Wakil Presiden,” ucapnya.

Sambung Asmar, kalau pindahnya beda Kabupaten/Kota, namun di Provinsi yang sama, tetapi beda Dapil calon DPR RI, maka hanya mendapat 2 surat suara, yakni DPD RI serta Presiden dan Wakil Presiden.

“Kalau pindahnya sudah beda Provinsi, tentu hanya mendapat 1 surat suara, yakni Presiden dan Wakil Presiden,” katanya.

Asmar juga menjelaskan, ada 12 Dapil untuk DPRD Sumut pada Pemilu 2019, yakni Dapil 1 meliputi Medan Kota, Medan Denai, Medan Deli, Belawan, Medan Amplas, Medan Area, Marelan, Labuhan, Tembung, Medan Perjuangan, dan Medan Timur. Dapil 2 meliputi Medan Sunggal, Medan Barat, Helvetia, Tuntutungan, Johor, Maimun, Polonia, Medan Baru, Petisah, dan Selayang.

“Untuk Dapil 3 meliputi Deli Serdang. Dapil 4 meliputi Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi. Dapil 5 meliputi Asahan, Batu Bara, dan Tanjung Balai. Dapil 6 meliputi Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, dan Labuhanbatu Utara. Dan Dapil 7 meliputi Tapsel, Madina, Palas, Paluta, dan Padangsidimpuan,” terangnya.

Masih disampaikan Asmar, sedangkan Dapil 8 meliputi Nias, Nias Utara, Nias Selatan, Nias Barat, dan Gunungsitoli. Dapil 9 meliputi Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Samosir, Humbang Hasundutan dan Sibolga. Dan Dapil 10 meliputi Simalungun dan Pematang Siantar.

“Kemudian, kata Asmar, ada 3 Dapil untuk DPR RI yakni Dapil 1 meliputi Medan, Dei serdang, Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi. Dapil 2 meliputi Labuhan Batu, Labuhan Selatan, Labuhan Batu Utara, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Mandailing Natal, Gunung Sitoli, Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir, Samosir, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Nias, Nias Selatan, Nias Utara dan Nias Barat. Sedangkan Dapil 3 meliputi Asahan, Tanjung Balai, Pematang Siantar, Simalungun, Pakpak Bharat, Dairi, Karo, Binjai, Langkat dan Batu bara,” jelasnya. (Freddy A Pardosi)