Sejak 1 Januari, Darul Mursyid Buka PPDB TP 2018/2019

Sejak 1 Januari, Darul Mursyid Buka PPDB TP 2018/2019

20/01/2019 0 By Redaktur 3

TAPSEL | Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) telah membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pembelajaran (TP) 2018/2019 untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs).

“Kuotanya hanya untuk 240 orang saja yang terdiri dari 100 orang putri dan 140 putra,” ucap Kepala MTs Darul Mursyid, Sri Jumiati.

Disampaikan Sri Jumiati bahwa PPDB hanya dibuka untuk MTs Darul Mursyid saja, sedangkan untuk tingkat Aliyah Darul Mursyid harus tamatan MTs Darul Mursyid. Jadi, tidak menerima siswa dari sekolah lain.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim, Pesantren Darul Mursyid secara resmi telah membuka Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pembelajaran 2018/2019 sejak tanggal 1 Januari 2019 lalu dan sudah ada beberapa orang yang mendaftar,” ungkap Sri Jumiati.

Ia juga optimis bila tahun ini kuota yang telah ditentukan bisa tercapai. Setidaknya ada empat hal besar sebagai alasannya, yakni pertama, model pendidikan di PDM adalah model pendidikan yang diharapkan di zaman ini dimana pendidikan Agama yang membumi dan pengetahuan umum atau sains juga mumpuni. Kedua, Darul Mursyid adalah sekolah anak yang berprestasi bukan sekolahnya anak yang bermasalah. Ini dibuktikan dengan prestasi PDM yang sudah menasional dan kabarnya sudah tersiar di berbagai media. Ketiga, nilai akreditasi MTs Darul Mursyid predikat A dengan nilai 98. Keempat, lingkungan PDM yang aman, nyaman, sejuk dan kondusif untuk belajar.

“Insya Allah kami optimis tahun ini kuota Peserta Didik Baru akan terpenuhi dengan semua kelebihan dan keunggulan PDM sebagai sekolah yang komit pada mutu pendidikan yang berkualitas, ibadah yang membumi serta prestasi yang telah banyak diraih. Masyarakat tentu akan jeli dan lebih teliti dalam memilih sekolah yang tepat untuk putra-putri terbaiknya, dan kami yakin PDM menjadi pilihan yang terbaik,” tutur Sri Jumiati.

Senada dengan itu, Kepala Divisi Humas dan Pemasaran PDM, Asep Safa’at Siregar juga menambahkan bahwa untuk mendaftar di MTs Darul Mursyid sangat mudah, cukup dengan tiga persyaratan saja, yaitu pertama, mengisi formulir pendaftaran, nilai Matematika Kelas V (lima) SD minimal 6,5, dan ketiga, membayar biaya peralatan sebesar Rp10 juta dan bisa dibayar Rp5 juta terlebih dahulu, sisanya bisa dicicil selama satu semester.
Sedangkan untuk biaya sekolah, terang Asep, cukup dengan Rp2 juta setiap bulannya. Uang sejumlah tersebut sudah meliputi biaya makan tiga kali sehari semalam lengkap dengan menunya, biaya laundry pakaian, biaya kebersihan asrama, kelas dan fasilitas lainnya, biaya pendidikan komputer, biaya ujian, bahkan sudah termasuk biaya pangkas, creambath, dan biaya perobatan selama di Darul Mursyid serta biaya lainnya.

“Biaya sekolah Darul Mursyid cukup membayar biaya sebesar Rp2 juta dan sudah meliputi semua pelayanan pendidikan di PDM, seperti SPP, uang makan, laundry, kebersihan dan lainnya. Jadi tidak ada pungutan biaya lainnya,” terang Asep.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PDM, Jafar Syahbuddin Ritonga DBA mengatakan bahwa di usia PDM menjelang ke-26 tahun, terus melakukan inovasi dan terobosan-terobosan dalam rangka mempersiapkan generasi muslim yang siap menghadapi era millenial. Karena menurutnya, lembaga pendidikan juga harus melakukan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan zaman, bila tidak maka akan tertinggal dan ditinggalkan. Sebab itu, PDM tentu menjadi pilihan bagi orangtua untuk mengamanahkan pendidikan anaknya.

“PDM memang dibentuk sebagai pesantren yang siap menghadapi zaman. Maka, PDM terus melakukan inovasi di bidang pendidikan, mulai dari kurikulum pendidikan, fasilitas pendidikannya, dan manajemen harus disiapkan menjawab kebutuhan zaman. Begitulah seterusnya, zaman terus berubah dan kebutuhan juga berubah termasuk lembaga pendidikan. Bila tidak maka akan tertinggal dan ditinggalkan,” ucap Jafar.

PDM, tegas Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir), badan pengelola PDM ini, akan menjadi sekolah pilihan utama bagi orangtua mengamanahkan pendidikan anaknya.

“Karenanya kami optimis, tapi tetap kami mohon doa dari kita semua,” tutur Jafar mengakhiri. (Borneo)