AMPUH Kembali Unras, Desak Copot Kajari Sibolga

AMPUH Kembali Unras, Desak Copot Kajari Sibolga

07/02/2019 0 By Redaktur 3

SIBOLGA | Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa, Wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Penegakan Hukum (AMPUH), kembali melakukan aksi unjuk rasa (unras), di depan Kantor Kejaksaan Negeri Sibolga, Rabu (6/2/2019).

Dalam aksi unjuk rasa, AMPUH mendesak Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, untuk segera mencopot Timbul Pasaribu, dari jabatannya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sibolga.

Pencopotan Timbul Pasaribu sebagai Kajari Sibolga kata koordinator aksi Irwansyah Daulay, karena buruknya kinerja Kejaksaan dibawah kepemimpinan Timbul Pasaribu.

“Sebanyak sebelas laporan dugaan korupsi yang telah kita sampaikan. Diantaranya, dugaan korupsi penggunaan Dana Desa tahun 2016. Penggunaan dana rutin APBD kecamatan TA 2015 dan 2016, penggunaan APBD 2015 dan 2016 di BKKBN Tapteng, dana pemulangan pegawai tahun 2012 dan 2013 di Dinas PPKAD Tapteng. Dugaan korupsi dana pembangunan kantor Dinas Pertanian Tapteng, kelebihan pembayaran proyek yang tidak dikembalikan ke kas daerah oleh Dinas Pekerjaan Umum Tapteng, dana proyek pemasangan Caiso Tegak tahun 2012 Dinas Pekerjaan Umum Tapteng, bedah rumah Desa Aek Garut tahun 2016, pembangunan jalan dan jembatan gorong-gorong 2015 di Sibolga, dan peningkatan jalan Aek Garut-Aek Horsik tahun 2013,” ungkapnya.

Irwansyah Daulay juga mengatakan, kasus dugaan penyelewengan anggaran di Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Tapteng, telah laporan oleh pimpinan legislatif, namun hal itu dinilai tidak ada tanggapan proses tindak lanjut dari Kejari Sibolga.

Menanggapi Unras AMPUH tersebut, Kasi Intel Kajari Sibolga, Ahmad Arif mengatakan, akan menyampaikan tuntutan AMPUH kepada Kajari Sibolga, Timbul Pasaribu.

“Pak Kajari seda mengikuti kegiatan di luar kota. Ini akan kami sampaikan kepada beliau,” tandasnya.

Pantauan wartawan, usai massa AMPUH menyampaikan aspirasinya di depan kantor Kejaksaan Negeri Sibolga, kemudian menyerahkan relif peti mati yang terbuat dari kardus, kepada pihak Kejaksaan Negeri Sibolga. Hal itu sebagai bentuk simbol dalam penilaian AMPUH matinya penegakan hukum di Kejaksaan Negeri Sibolga. (Bambang EF Lubis)