Ratusan Warga Gelar Aksi Dukung Percepatan Pembangunan PLTA Batangtoru

Ratusan Warga Gelar Aksi Dukung Percepatan Pembangunan PLTA Batangtoru

22/02/2019 0 By Redaktur 1

TAPSEL I Ratusan masyarakat gabungan dari Sipirok Development Organization (SDO) dan Forum Pemerhati Hutan dan Sungai Batangtoru (FPHSB) menggelar aksi unjukrasa damai mendukung percepatan pembangunan PLTA Batangtoru, dihalaman kantor Camat Batangtoru, Kamis (21/2) kemarin.
Dalam pernyataan sikapnya, massa menyampaikan bahwa kebutuhan akan sektor energi khususnya energi listrik bagi masyarakat Indonesia setiap tahun pastinya terus bertambah, baik penggunaan masyarakat sehari-hari maupun industri.
Dikatakan massa bahwa sudah tidak menjadi rahasia umum lagi akan kekurangan listrik di Tapsel sehingga sering terjadinya pemadaman bergilir, bahkan listrik yang mati secara tiba-tiba tanpa sebab apapun.
Sehingga, sebut massa, pembangunan PLTA Batangtoru kapasitas 510 Megawatt (MW) dengan terapan sistem baru terbarukan tersebut akan menjawab krisis energi yang terjadi, yang saat ini masih tahap awal pengerjaan.
Namun di sisi lain, kata pengunjukrasa, warga telah menerima dampak yang positif, dimana perekonomian warga sekitar mulai bergeliat dengan kehadiran PT. North Sumatera Hydro Energy (NSHE) selaku pengelola pembangunan PLTA Batangtoru, dan penyerapan tenaga kerja yang mempekerjakan anak-anak muda di desa mereka, walaupun belum sepenuhnya terserap secara maksimal karena baru tahap awal.
Andi S. Harahap, salah seorang pengunjukrasa menyatakan, masyarakat Sipirok, Marancar dan Batangtoru mendukung penuh pembangunan PLTA tersebut.
Sehingga ia meminta agar pihak lain baik perorangan maupun kelompok untuk tidak mengusik ketenangan warga.
“Biarkan pembangunan PLTA biar cepat selesai,” ucapnya.
Tokoh adat masyarakat Sipirok, Mangaraja Tenggar mewakili para raja luat, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang hadir dalam aksi tersebut menegaskan dukungan penuh mereka atas percepatan pembangunan PLTA Batangtoru yang berlokasi di Areal Penggunaan Lain (APL), pembangunan yang memperhatikan lingkungan dan satwa liar di daerah tersebut.
Ia juga menegaskan menolak pihak lain baik perorangan ataupun kelompok yang mencoba menghalangi atau menghambat proses percepatan pembangunan PLTA tersebut. Juga menghimbau masyarakat di wilayah pembangunan PLTA Batangtoru tidak terpengaruh terhadap isu-isu negatif.
Usai aksi, koordinator aksi, Abdul Gani Batubara dari Sipirok Development Organization menyampaikan ajakannya kepada pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Sipirok, Marancar dan Batangtoru untuk mendukung penuh percepatan pembangunan PLTA Batangtoru tersebut.
“Masyarakat butuh energi listrik, masyarakat butuh kesejahteraan, masyarakat ingin lapangan kerja, karenanya PLTA Batangtoru yang ramah lingkungan ini harus didukung penuh,” pungkasnya.
Camat Batangtoru, M. Yamin Batubara saat menerima pengunjukrasa menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat akan disampaikan ke pimpinannya. (Borneo)