Petani Kopi Banyak Dapat Ilmu di Farmer Support Centre Starbucks

Petani Kopi Banyak Dapat Ilmu di Farmer Support Centre Starbucks

26/02/2019 0 By Redaktur 3

KARO | Seharian penuh Sabtu (23/2) lalu, 38 petani kopi dan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Arabika Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman tentang kopi di Farmer Support Centre Starbucks yang berlokasi di Kecamatan Dolat Raya, Kabupaten Karo, Propinsi Sumut.

Para petani kopi studi banding ke tempat tersebut dalam rangka penguatan kapasitas petani dan MPIG Kopi Arabika Sipirok. Studi banding yang merupakan kerjasama BRI Unit Sipirok, MPIG Kopi Arabika Sipirok dan PT. North Sumatera Hydro Energy (NSHE).
Mulai tanggal 22 Februari sampai 27 Februari, rombongan melaksanakan studi banding ke Karo, Propinsi Sumut, serta Bener Meriah dan Takengon, Propinsi NAD.

Rombongan yang mengunjungi sejumlah sentra perkebunan, pengelolaan dan koperasi kopi tersebut merupakan petani kopi asal Kecamatan Sipirok, Marancar, Angkola Timur, Arse, Saipar Dolok Hole dan Aek Bilah.

Di Farmer Support Centre Starbucks di Kecamatan Dolat Raya, para petani belajar tentang varietas kopi Arabika dari konsultan Farmer Support Centre Starbucks, Surip Mawardi. Mendapatkan penjelasan dari Surip bahwa kopi Arabika pada prinsipnya ada dua tipe, yaitu tipe tinggi dan tipe pendek, yang keduanya berbeda cara budidayanya, tidak bisa sama.
Surip juga mengenalkan Andungsari 1, kopi Arabika varietas tipe pendek paling terkenal, yang memiliki rasa enak sekali dan banyak ditanam di Kerinci, Kayu Aro, Propinsi Jambi.

“Kalau lomba-lomba kopi nasional ini (varietas tipe pendek) sering juara, minimal masuk tiga besar,” ucapnya, sembari juga mengenalkan varietas kopi terbaru saat ini bernama Komposit Andungsari Tiga disingkat Komasti.

Pada kesempatan itu, Surip mengajak rombongan untuk melihat berbagai varietas kopi di Farmer Support Centre Starbucks, sekaligus mengajari petani tata cara pemangkasan pohon kopi.

Surip menjelaskan, pemangkasan harus dilakukan rutin dan teratur agar buahnya tumbuh terus. Itu karena buah tumbuhnya di dahan atau cabang bukan di batang. Pemangkasan pertama setelah empat kali berbuah atau empat tahun.
Ada dua prinsip pemangkasan, terangnya, pangkas batang tunggal dan pangkas batang ganda.

Pada pangkas batang tunggal kerap dilakukan untuk tanaman tipe tinggi agar tanaman tidak terlalu tinggi sehingga buahnya mudah dipetik. Pemangkasan ini terdiri dari model koker dan model etape atau bayonet.

Untuk pangkas batang ganda, kecenderungan ini yang dilakukan karena lebih murah, bisa dilakukan sendiri pakai gunting.

Surip juga menerangkan kalau kopi merupakan tanaman yang kodratnya tanaman hutan, sehingga membutuhkan tanaman pelindung, hanya membutuhkan 70 persen sinar matahari.

Pada kunjungan itu, petani juga berkesempatan melihat cara me-roasting kopi yang baik hingga cara memilih mesin roasting yang baik.
Kepala rombongan studi banding, Erwinsyah Siregar mengatakan, seharian menimba ilmu dan wawasan di tempat tersebut, sore harinya mereka melanjutkan perjalanan ke Bener Meriah. Di Bener Meriah, rombongan akan belajar tentang pengelolaan kebun kopi dan koperasi petani kopi.

Sementara di Takengon, mereka akan studi banding ke MPIG Gayo, karena sudah sangat berpengalaman mengembangkan kopi Gayo. “Sehingga kami perlu untuk belajar kesana,” tuturnya. (Rel/Borneo)