Bupati Tapsel Canangkan Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan Tahun 2019

Bupati Tapsel Canangkan Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan Tahun 2019

08/11/2019 0 By Redaktur 3

TAPSEL | Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Syahrul M Pasaribu SH membuka secara resmi pelaksanaan Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan Tingkat Kabupaten Tapsel Tahun 2019 bertempat di Tor Sibohi Nauli Hotel Sipirok, Kamis (7/11/2019).

Pencanangan kegiatan dengan tema ‘Kita Gerakkan Keluarga dan Masyarakat Hidup Sehat Menuju Indonesia Sejahtera’ ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, acara Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan merupakan agenda rutin yang sudah terprogram sebagai wadah menyikapi dan menampung berbagai perubahan, serta tingkat kebutuhan yang terus berkembang dalam gerakan PKK.

Karena itulah, ucap Bupati dua periode ini, peran peserta PKK dalam mensukseskan kegiatan program kependudukan maupun Keluarga Berencana (KB) dipastikan sangat berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan pencapaian program KKBPK dan Kesehatan untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera dan berkualitas.

“Sebagaimana yang kita kenal dengan 10 program PKK,” ucap Bupati.
Dikatakan Syahrul, kegiatan ini telah dilaksanakan secara nyata dan secara bertahap, karena sebagian besar telah menunjukkan hasilnya. Juga telah mendapatkan pengakuan yang luas sebagai upaya bersama untuk meningkatkan kepedulian peran serta masyarakat sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 1992 dan UU Nomor 23 Tahun 1992.

Diutarakannya, kurun waktu 5 sampai 8 tahun kedepan, Indonesia sebagai bagian dari negara di dunia akan mengalami yang disebut dengan bonus demografi. Adapun bonus demografi yaitu dimana suatu negara memiliki penduduk yang di dominasi usia produktif (15-64 tahun) atas jumlah penduduk tidak produktif yang bisa dilihat dari angka rasio ketergantungan yang rendah.

Oleh karena itu, pungkasnya, program ini merupakan kelanjutan dari bonus demografi yang sekian tahun kedepan diprediksi bahwa Indonesia menjadi negara kelima terkuat di dunia. Tetapi itu bisa menjadi sebuah kenyataan manakala bonus demografi itu melahirkan atau mampu menciptakan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.

“Mungkin penduduk Indonesia tidak bisa dibayangkan manakala pada zaman orde baru dibawah kepemimpinan Soeharto tidak mencanangkan program ini. Mungkin pada hari ini penduduk Indonesia sudah berada dikisaran 293 juta jiwa,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas (Kadis) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB) Tapsel, Ahmad Ibrahim Lubis dalam laporannya menjelaskan, dasar pelaksanaan kegiatan adalah UU Nomor 52 Tahun 2009, UU Nomor 36 Tahun 2009, UU Nomor 23 Tahun 2014 dan Surat Keputusan Bupati Tapsel Nomor : 521/070/KPTS/I/2019 tentang Penetapan Lokasi Penanggungjawab Desa Binaan/Percontohan Kabupaten Tapsel.

Tujuan kegiatan, sebutnya, untuk lebih meningkatkan peran dan fungsi serta memberdayakan TP PKK Kecamatan dan Desa se-Kabupaten Tapsel sebagai mitra kerja pemerintah dan organisasi masyarakat lainnya yang berfungsi sebagai fasilitator, perencanaan, pelaksanaan dan penggerak pembangunan pada setiap tingkatan.

Hadir pada acara tersebut yaitu Ketua TP PKK Kabupaten Tapsel, Hj Syaufia Lina Syahrul M. Pasaribu, Kadis Kesehatan, dr Sri Khairunnisa, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA), Tiorisma Damayanti, Kepala Bappeda, Abadi Siregar, Direktur UPT RSUD Kabupaten Tapsel, drg Firdaus Batubara, Ketua GOW, BKMT, LPPLU, IBI, Camat se- Tapsel, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa serta Kepala Puskesmas se-Kabupaten Tapsel, serta lainnya. (Borneo)