69 Tahun Tapsel, Tantangan dan Harapan Warnai Perjalanan Pembangunan

69 Tahun Tapsel, Tantangan dan Harapan Warnai Perjalanan Pembangunan

24/11/2019 0 By Redaktur 1

TAPSEL | 69 tahun perjalanan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dipenuhi dengan tantangan, hambatan dan keterbatasan dalam melaksanakan roda pemerintahan baik dibidang pembangunan maupun dibidang sosial masyarakat.
“Begitu juga untuk masa depan Tapsel, tentu penuh harapan yang mewarnai tugas dan tanggungjawab. Dengan demikian, perlu dibangun sinergitas dan komitmen dari semua pemangku kepentingan untuk membangun dan melayani masyarakat,” ucap Bupati Tapsel, H Syahrul M Pasaribu SH dalam pidatonya pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Tapsel dalam rangka Hari Jadi Ke-69 Kabupaten Tapsel Tahun 2019 di ruang rapat paripurna DPRD Tapsel, Jalan Prof Lafran Pane, Sipirok, Sabtu (23/11).
Disampaikan Bupati dua periode ini, tema Hari Jadi Kabupaten Tapsel Tahun ini adalah ‘Tapsel Sehat, Cerdas dan Sejahtera Menciptakan SDM Unggul Menuju Indonesia Maju’.
Untuk mewujudkan tema itu, ujar Bupati, perlu ada gerak langkah yang terencana, terorganisasi dan pelaksanaan secara sinergis dan efektif juga efisien.
“Tugas itu tidak hanya kepada pemerintah tetapi untuk semua pihak,” ujar Bupati.
Syahrul mengatakan, ada tiga hal yang patut di garis bawahi dalam momentum Hari Jadi Ke-69 Kabupaten Tapsel. Pertama, sebagai wahana intropeksi diri menyeluruh untuk melakukan serangkaian evaluasi atas apa yang sudah dilaksanakan. Kedua, mengasah kepekaan dan kejelian serta kemampuan membaca isu strategis yang sedang dialami daerah. Ketiga, sebagai wahana meneguhkan komitmen, bersatu padu dan kerjasama memberikan karya dan prestasi yang baik untuk Tapsel.
“Sesuai dengan kapasitas, kapabilitas, kompetensi, tupoksi dari kita masing-masing,” pungkas Syahrul.
Diutarakannya, tantangan besar yang dihadapi hingga saat ini dan dimasa mendatang salah satunya mengenai infrastruktur jalan, menciptakan lapangan pekerjaan, penanggulangan kemiskinan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.
“Meskipun sebagian permasalahan daerah di berbagai sektor pembangunan telah terurai sedikit demi sedikit, setahap demi setahap, hingga kita dapat melihat perubahan itu jelas-jelas ada dan menghasilkan pertumbuhan positif,” sebutnya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyatakan bahwa di tahun ini Tapsel kembali mendapat WTP yang kelima kalinya, dengan mendapat penghargaan sebagai pengelolaan keuangan terbaik dan menjadi contoh untuk Kabupaten/Kota di Sumut.
“Sedangkan pada tanggal 22 Nopember kemarin, kita yang pertama mendapat penghargaan level III SPIP (Sistem Pengendalian Intren Pemerintah). Di tengah keberhasilan yang kita dapat, kita harus perlu waspada dan melakukan antisipasi untuk menjaga kondusifitas kehidupan, agar tidak terkontaminasi dengan krisis mental, krisis ideologi, krisis karakter dan krisis kepercayaan,” terangnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Tapsel, Husin Sogot Simatupang dalam sambutannya mengatakan, sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 2008 bahwa Hari Jadi Kabupaten Tapsel di peringati tanggal 24 November.
“Di usia Tapsel yang sudah memasuki 69 tahun, teriring harapan semoga kematangan usia ini akan laras dengan kemampuan membangun dan membawa peningkatan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Tapsel,” ucap Ketua DPRD.
Sogot menjelaskan, rintangan dan tantangan maupun tuntutan menyertai proses pembangunan yang bertujuan untuk mewujudkan cita-cita luhur untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat.
“Muara kesejahteraan yang menjadi tujuan akhir, membawa konsekuensi serta menuntut kerja keras dan kekompakan semua elemen masyarakat Tapsel. Dengan demikian, tidak ada pilihan lagi bagi seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat untuk terus berupaya meningkatkan pengabdian, dedikasi dan loyalitas dalam membangun Tapsel kita ini,” ujar Sogot.
Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Tapsel ini bukan hanya sebatas peringatan dan sekedar mengenang masa lalu, tapi untuk mengevaluasi diri serta langkah-langkah yang telah dilalui selama ini.
“Ini juga merupakan pekerjaan kita bersama untuk dapat meningkatkan indeks pembangunan masyarakat Tapsel. Tantangan yang kita hadapi dari sektor pendidikan, kesehatan dan perekonomian yang menjadi fokus kita bersama. Dengan demikian, semua dapat meningkatkan etos kerja sesuai dengan tugas, fungsi, kapasitas di bidang kerja masing-masing,” sebutnya.
Diutarakannya, persaingan dan tantangan akan semakin berat di erat revolusi industri 4.0, menuntut agar meningkatkan kualifikasi dan daya saing. Daya saing yang tinggi yang dapat survive dalam era persaingan global.
“Semua dapat tercapai dengan mengoptimalkan potensi yang kita miliki, baik dalam SDM, SDA maupun warisan seni dan budaya. Dirgahayu Tapsel ini menjadi suntikan semangat untuk melanjutkan pembangunan Tapsel yang lebih baik,” tuturnya.
Hadir pada rapat paripurna tersebut diantaranya unsur Forkopimda Tapsel, Wakil Bupati (Wabup) Tapsel, Aswin Efendi Siregar, Wakil Ketua dan anggota DPRD Tapsel, Sekda Tapsel, Parulian Nasution, pimpinan BUMN dan BUMD, Sekretaris DPRD, para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, Kepala Bagian, Camat se-Kabupaten Tapsel, serta lainnya. (Borneo)