UGNP Terima Hand Tractor Berbahan Bakar Gas Dari Kemenristek Dikti

UGNP Terima Hand Tractor Berbahan Bakar Gas Dari Kemenristek Dikti

24/11/2019 0 By Redaktur 1

TAPSEL | Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan (UGNP) menerima bantuan Hand Tractor Berkonverter KIT Bahan Bakar Minyak (BBM) Ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk uji terap dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) RI.
Penyerahan hand tractor tersebut oleh Direktur Pengembangan Teknologi Industri,  Kemenristek Dikti RI, Hotmatua Daulay, bertempat di Desa Muara Purba Nauli, Kecamatan Angkola Muaratais, Kamis (21/11) lalu.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu dalam sambutannya mengatakan, sesungguhnya ekonomi dunia sedang bermasalah dan Indonesia merupakan bahagian dari ekonomi global yang akan berdampak besar dari permasalahan ekonomi dunia.
“Apalagi kita yang di Tabagsel akan berdampak lebih susah dengan masalah ekonomi global tersebut,” ucap Gus Irawan.
Oleh karena itu, sebut wakil rakyat asal Dapil Sumut II ini, sudah saatnya Indonesia memiliki program teknologi ini sehingga bila dikemas dengan baik. Program konversi BBM ke BBG akan ikut berdampak penghematan ekonomi bagi petani.
Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan BBG sangat menguntungkan karena dinilai lebih hemat.
“Untuk satu hektar hanya membutuhkan 1 tabung gas elpiji 3 kg. Itu setara dengan 12 liter solar,” terangnya.
Terlebih lagi, lanjut Gus Irawan, untuk mendapatkan solar saja petani cukup kerepotan, karena di kawasan pedesaan cukup sulit mencarinya.
“Dengan menggunakan teknologi ini, gas yang ada di dapurpun bisa dipergunakan sebentar untuk bertani,” sebut politisi Partai Gerindra ini.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Teknologi Industri, Kemenristek Dikti RI, Hotmatua Daulay menyampaikan, penemu teknologi ini merupakan hasil riset anak bangsa atau uji terap anak-anak Tapsel, karena penemunya berasal dari Tapsel yang bernama Abdul Hakim Pane.
“Satu buah hand tractor berkonverter KIT BBM ke BBG ini masih produk riset yang belum di produksi massal” ujarnya.
Diutarakan Hotmatua, yang akan diterapkan adalah hand tractor yang biasanya memakai bahan bakar solar, sekarang bisa dipakai dengan menggunakan gas.
Teknologi ini, terangnya, baru satu-satunya di dunia yaitu Indonesia, karena belum ada di negara lain.
“Sedangkan di Indonesia saja tidak semua provinsi ada. Cuma di Tapsel yang baru ada diuji terapkan teknologi ini,” terang Hotmatua.
Dijelaskannya, hand tractor yang di uji terap ini merupakan model baru, cukup bagus. Kalau dulu masih di engkol sekarang cukup di starter.
Teknologi ini bisa menghemat devisa banyak sekali. Kalau satu hektar bisa menggunakan tabung gas 3 kg, bila dibandingkan menggunakan minyak solar.
Sementara itu, Bupati Tapsel, H Syahrul M Pasaribu SH diwakili Kepala Bappeda, Abadi Siregar menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemenristek Dikti yang telah memilih Kabupaten Tapsel dan juga memilih UGNP sebagai tempat uji coba penerapan teknologi yang dihasilkan oleh Ristek.
Ia juga berharap teknologi-teknologi lainnya bisa diterapkan di Tapsel.
Penyerahan bantuan tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara Kemenristek Dikti dengan UGNP, serta penandatanganan PKS antara PT CGS dengan Fakultas Pertanian UGNP. Lalu dilanjutkan dengan serah terima dan uji terap hand tractor berkonverter Kit BBM ke BBG dari Ristek Dikti ke UGNP melalui Bupati Tapsel.
Hadir pada acara tersebut diantaranya Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tapsel, Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, Rektor UGNP, Mohd Arifin Lubis, Kadis Pertanian, Bismark Muaratua, Kadis Ketahanan Pangan, Efrida Yanti Pakpahan, Kabag Humas dan Protokol, Isnut Siregar, Camat Angkola Muaratais, AM Fadhil Harahap, para Kades setempat, tokoh adat, tokoh masyarakat, para kelompok tani, serta lainnya.  (Borneo)