Jaga Lingkungan, PLTA Batangtoru Siap Bekerjasama dengan SMPN 1 Marancar

Jaga Lingkungan, PLTA Batangtoru Siap Bekerjasama dengan SMPN 1 Marancar

01/12/2019 0 By Redaktur 1

TAPSEL | PLTA Batangtoru siap bekerjasama dengan SMPN 1 Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) guna mendorong terjaganya lingkungan, minimal di area pekarangan sekolah. Hal ini disampaikan Dede Wafiza Ashia, Public Relation (PR) PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) selaku pengelola pembangunan PLTA Batangtoru, Jum’at (29/11) lalu.
Dimana pada Jum’at (29/11) lalu, PLTA Batangtoru yang ramah lingkungan dan irit lahan memberikan bantuan bank sampah organik dan non organik sebagai bentuk dukungan kepada SMPN 1 Marancar yang baru saja masuk nominasi Adiwiyata tingkat nasional.
“Bantuan ini sebagai bentuk dukungan kepada sekolah tersebut,” ujar Dede Wafiza.
Bantuan bank sampah tersebut diserahkan Koordinator Devisi Environmental, Health and Safety PT NSHE, Yahya Siregar kepada Kepala SMPN 1 Marancar, Mukaddis Harahap didampingi sejumlah guru dan siswa.
Dede mengatakan, apabila kerjasama sudah terjalin, maka PLTA Batangtoru sebagai energi terbarukan berkapasitas 510 MW akan menyalurkan berbagai program lingkungan ke sekolah tersebut.
“Tentu bukan hanya sekolah itu saja, tapi seluruh sekolah yang memiliki program peduli lingkungan,” pungkas Dede.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Marancar, Mukaddis Harahap menyampaikan ucapan terima kasih kepada PLTA Batangtoru yang telah mau membantu pengadaan bank sampah di sekolah yang di pimpinnya.
“Sebagai salah satu sekolah yang masuk nominasi Adiwiyata, diharuskan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan, khususnya yang konsen terhadap lingkungan seperti PLTA Batangtoru,” ucap Mukaddis.
Dijelaskannya, berbagai upaya dilakukan pihaknya sehingga menjadi nominasi Adiwiyata, diantaranya sejak lama dan secara berkala, pihaknya menanam ratusan jenis pohon di pekarangan sekolah. Kemudian, kebijakan sekolah harus berwawasan lingkungan, seperti kurikulum pembelajaran, serta kegiatan pembelajaran yang di aplikasikan di sekolah.
“Kegiatan lingkungan berbasis partisipatif sekolah, seperti penempatan taman sekolah dan perencanaan tata ruang sekolah,” tuturnya. (Borneo)