DKP Tapsel Diharapkan Berikan Perubahan Demi Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

DKP Tapsel Diharapkan Berikan Perubahan Demi Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

07/12/2019 0 By Redaktur 1

TAPSEL | Terbentuknya Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) diharapkan dapat memberikan gerak atau perubahan ke arah yang lebih baik untuk ketersediaan pangan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tapsel. Hal ini disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Tapsel, H Aswin Efendi Siregar pada saat menghadiri pertemuan DKP Kabupaten Tapsel Tahun Anggaran (TA) 2019 di Aula Kantor Bappeda Tapsel, Jalan Prof Lafran Pane, Sipirok, Kamis (15/12).
Wabup, H Aswin Efendi Siregar mengatakan, kegiatan ini diharapkan rutin dilaksanakan. Apalagi semua unsur pimpinan ikut andil di dalamnya, sehingga semuanya bisa mengetahui berapa hasil panen dari masyarakat dan strategi apa yang dibuat untuk meningkatkan ketahanan pangan di Tapsel.
“Oleh karenanya, harus ada sinkronisasi yang baik antara pimpinan OPD, organisasi pertanian dan para camat di kecamatannya. Saling memberikan masukan agar kedepan ketahanan pangan Tapsel dapat lebih baik, sesuai dengan tema ‘Optimalisasi Pemberdayaan Dewan Ketahanan Pangan Dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan di Tapsel'” ucap Wabup.
Sebelumnya, Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan Tapsel, Efrida Yanti Pakpahan dalam laporannya menyebutkan, latar belakang dari kegiatan adalah untuk membentuk DKP Kabupaten Tapsel berdasarkan Perpres Nomor 83 Tahun 2006 yang juga sebagai penyempurnaan dari Kepres Nomor 132 Tahun 2001.
“Dewan Ketahanan Pangan dapat membantu Bupati dalam merumuskan kebijakan, melaksanakan evaluasi dan melakukan pengendalian dalam mewujudkan ketahanan pangan Kabupaten Tapsel,” ucap Kadis.
Dikatakannya, tugas utama DKP Tapsel adalah mendukung pemerintah dalam mewujudkan cita-cita membangun pangan dan gizi yang meliputi penyediaan, distribusi, cadangan pangan, konsumsi pangan serta penanggulangan pangan dan gizi.
“Berdasarkan data dari pusat maupun informasi dari Kementerian Pertanian yang sudah kita olah dari Tapsel baru 74%, sedangkan nilai idealnya 100%. Ini masih jauh dari referensi yang dilakukan Widia Pangan dan Gizi. Dengan pertemuan ini diharapkan bisa memberikan masukan kepada daerah dalam hal meningkatkan ketahanan pangan di Tapsel,” pungkasnya.
Pertemuan yang dihadiri 60 orang peserta tersebut menghadirkan narasumber yakni Ir Muhammad Syapril Harahap MSi dari BPSDM Provsu.
Hadir pada pertemuan tersebut yaitu Sekda Tapsel, H Parulian Nasution, Asisten, pimpinan OPD, Camat se-Kabupaten Tapsel, Kepala BPS, Kepala Bulog, HKTI, KTNA dan PERHIPTANI. (rel/Borneo)