Darul Mursyid Bukan Sekedar Lembaga Pendidikan

Darul Mursyid Bukan Sekedar Lembaga Pendidikan

20/10/2020 0 By Redaktur 3
TAPSEL I Pesantren Modern Unggulan Terpadu “Darul Mursyid” (PDM) yang dikenal sebagai Pesantren Sains dan telah terbukti di beberapa event mencatatkan prestasi hingga ke tingkat Nasional yang berdiri sejak tahun 1992 lalu kini melakukan transformasi besar-besaran.
“Disamping memiliki tujuan untuk bisa menjadi sekolah pencetak juara sains yang berakhlakul karimah, PDM juga telah bertransformasi menjadi Center of Islamic Excellence (Pusat Kejayaan Peradaban Islam) di Sumatera Tenggara pada tahun 2023,” ujar Direktur PDM Yusri Lubis, Senin (19/10/2020).

Yusri juga mengatakan, dari sejak awal berdirinya PDM di tahun 1992 hingga sekarang, perjalanan hidup PDM dari tahun ke tahun tidaklah berjalan mulus-mulus saja, kadang kala ada masa-masa sulit. Tapi semua keadaan itu tidak membuat semangat PDM surut. Hingga sekarang terus berbenah untuk mencapai visi tahun 2023 yaitu menjadi Center of Islamic Excellence di Sumatera Tenggara pada tahun 2023.

“Artinya, manfaat keberadaan PDM harus lebih luas sebagai aktualisasi Islam rahmatan lil’alamin,” pungkas Yusri.

PDM yang terletak di Sidapdap Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ini didirikan oleh Almarhum Drs H Ihutan Ritonga beserta istri Hj Riana Siregar. Sedangkan nama Pesantren Darul Mursyid diambil dari gelar H Ihutan Ritonga yaitu Haji Mursyid.

“Akan tetapi pada tahun 1997 beliau (H Ihutan Ritonga) meninggal dunia. Dengan rasa penuh tanggung jawab, pesantren ini  diambil alih dan diteruskan oleh Bapak Jafar Syahbuddin Ritonga DBA yang merupakan anak tunggal almarhum. Walaupun basic dan pengalaman beliau (Jafar Syahbuddin) belum ada di bidang ini, akan tetapi tetap optimis bahwasanya bisa  meneruskan perjuangan ayahanda beliau,” tutur Yusri.

Kini ditangan dingin Jafar Syahbuddin, PDM mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Yusri juga menceritakan perjalanan PDM yang sudah mengalami beberapa fase, yakni pertama disebut masa Inisiasi 1993-1998, masa kedua disebut masa Pancaroba 1998-2002, masa ketiga sebagai masa Transisi 2002-2007, dan masa ke-empat disebut sebagai New Face Darul Mursyid tahun 2010-2018. Sekarang (2020) masuk ke fase kelima.

Setelah pencapaian visi dan misi dari masa ke masa, kini PDM ingin melangkah lebih maju lagi, sehingga bukan hanya sebagai lembaga pendidikan tapi sebagai Lembaga Pemberdayaan Umat (LPU).

“Penentuan visi-misi pesantren kami buat lebih rinci, lebih jelas, terarah dan terukur, yang di mana misinya Menjadi Pelopor Kejayaan Peradaban Islam di Sumatera Tenggara pada Akhir 2023. Sementara visinya Menjadi Center of Islamic Excellence (Pusat Kejayaan Peradaban Islam) di Sumatera Tenggara tahun 2023,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) Jafar Syahbuddin Ritonga selaku badan pengelola PDM, juga memberi penjelasan singkat tentang arah, tujuan dan program-program yang sudah ada untuk pencapaian visi dan misi di tahun 2023  nantinya.

“Tujuan transformasi sesuai visi-misi PDM dilatarbelakangi pemikiran bahwa dalam Islam, orang yang paling baik dan mulia adalah orang yang paling berguna bagi orang banyak. Maka karena itu, PDM  bertransformasi menjadi Lembaga Pemberdayaan Umat,” terang Jafar.

Jafar menjelaskan, selama ini PDM melalui program sosialnya sudah banyak membantu masyarakat Sumut, seperti pembangunan masjid, pembangunan fasilitas umum (MCK), membantu pesantren dan rumah tahfidz, memberikan infak kepada panti asuhan (rutin dan tidak rutin), memberikan beasiswa pendidikan kepada Pendidikan Kader Ulama (PKU) Sumut, insentif kepada guru mengaji di desa sekitar PDM, memberikan dana kepada para petani, peternak, pedagang kaki lima.

Sumber dananya berasal dari Gerakan Infak Jum’at (Ginju) yang kini mencapai Rp23,5 juta setiap Jum’at. Infak tersebut terkumpul dari infak guru dan karyawan sekitar 150 orang, siswa sekitar 755 orang, di motivasi dan dikelola secara baik dan transparan.

“Dengan program ini, PDM telah mengubah imej kalau biasanya pihak pesantren meminta sumbangan, kali ini pesantren memberikan bantuan, bahkan jumlahnya tidak sedikit,” terangnya.

Dia menegaskan bahwa PDM tidak mau berhenti disitu, PDM ingin lebih jauh. Tidak sekedar memberikan bantuan materil tapi juga peningkatan kualitas SDM masyarakat Sumut. Salah satu langkah yang ditempuh PDM lagi yaitu memberi  kesempatan masyarakat untuk ikut serta memanfaatkan fasilitas PDM, seperti  Lembaga Pendidikan Komputer (LPK) dan Perpustakaan, kegiatan belajar komputer dan membaca buku-buku yang telah tersedia, diharapkan mampu mengikuti perkembangan zaman yang semakin canggih.

“Karena pada dasarnya kita tahu orang yang tidak mau atau tidak mampu mengikuti zaman maka akan tergilas zaman,” sebutnya.

Diutarakannya, guna mendukung program keummatan tersebut, PDM telah merintis usaha baru yang sudah berusia 2 tahun, yakni didirikannya pabrik kopi yang diberi nama PDM Coffee.

Keberadaan pabrik ini bukan hanya menampung hasil panen para petani kopi, tapi juga melakukan pembinaan-pembinaan cara budidaya kopi hingga menghasilkan panen yang berkualitas. Diharapkan dengan usaha Kopi PDM ini bisa menambah pembiayaan program keummatan PDM kedepan.

Bahkan yang sedang berlangsung baru-baru ini adalah penyerahan bibit kopi sebanyak 10.000 batang bibit kopi dan satu buah mesin bor tanah untuk satu desa. Jumlah desa yang sedang dibina oleh PDM Coffee  sebanyak sepuluh desa.

“Hal ini menjadi bukti bahwa PDM kini bukan hanya sebagai lembaga pendidikan tapi telah menjadi Lembaga Pemberdayaan Umat. Untuk itu, PDM membutuhkan kerjasama dan dukungan dari semua lembaga umat dan harus bersatu padu untuk kejayaan Islam di Sumut,” tuturnya mengakhiri. (Borneo)